Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Terlelap


__ADS_3

"Nah begitulah nak cerita nya hingga sampai saat ini mamah masih mencari anak mamah itu." ucap Ralin.


"Kenapa Sandra diam saja, kok dia ngga berkomentar." gumam bathin Ralin sambil melihat ke arah Sandra.


"Ya ampun nak, mamah cerita dari awal sampai akhir rupanya kamu ngga mendengar nya, tidur yang nyenyak ya sayang." ucap Ralin lalu mencium nya.


"Andaikan kamu ini adalah anak kandung ku, tapi ngga apa, mamah akan menganggap kamu sebagai anak kandung mamah sayang." gumam Ralin.


Ralin pun tersenyum melihat wajah Sandra yang damai yang ternyata sudah tidur dari semenjak Ralin bercerita.


Ralin pun kembali memeluk Sandra dan ikut terlelap.


*


*


Pagi hari Ken sudah rapih dan siap untuk pergi ke kantor, wajah nya datar dan dingin tidak ada lagi senyuman dan candaan nya.


"Nak sarapan dulu." ucap bu Adriana.


"Nanti saja mah, sarapan di kantor." jawab Ken tanpa ekspresi.


"Nak, kita memang merindukan Sandra, tapi jangan merusak tubuh kamu, tubuh kamu juga perlu asupan." ucap bu Adriana.


"Sudah lah mah, ngga usah bahas dia lagi, dia juga ngga perduli sama kita." ucap Ken lalu mencium telapak tangan ibu sambung nya.


"Ini terlalu pagi nak untuk pergi ke kantor." ucap pak Anthoni.


"Di rumah juga ngga ada kerjaan pah, ya sudah kalau gitu Ken berangkat dulu." ucap Ken lalu pergi meninggalkan kedua orang tua nya yang sedang menatap iba kepada dirinya.


"Kasihan Ken ya pah, kemana lagi mamah harus mencari Sandra." ucap bu Adriana sambil menatap iba pada Ken.


"Ya sabar saja dulu mah kan belum satu minggu, papah yakin kok nak Sandra bukan orang yang suka ingkar janji, dan papah perhatikan seperti nya anak kita itu sudah ada perasaan sama Sandra." ucap pak Anthoni.


"Mamah pun merasakan seperti yang papah rasakan, tapi mamah setuju kok pah kalau Ken sama Sandra, entah kenapa dari awal bertemu mamah sudah merasa dekat dan sayang sama Sandra, selain dia cantik, baik dia juga jago bela diri." ucap bu Adriana.

__ADS_1


"Ya sudah lah mah kita lihat saja ke depan nya gimana, hari ini mamah mau pergi kemana?" tanya pak Anthoni.


"Mamah diam di rumah saja pah, ngga ada acara kemana-mana." jawab bu Adriana.


"Ya sudah mamah istirahat saja, kalau begitu papah berangkat dulu ya mah." ucap pak Anthoni sambil mengulurkan tangan nya.


"Iya pah, hati-hati." ucap bu Adriana sambil mencium telapak tangan suami nya.


*


*


Pagi ini di kediaman Baron masih terlihat sepi karena penghuni nya masih terlelap menikmati kehangatan di balik selimut, mereka semua kesiangan karena semalam tidur nya hampir pagi kecuali bu Murni yang kini sudah menyiapkan sarapan untuk semua nya.


"Tumben sekali belum pada bangun, mau aku bangunkan ngga enak, kok aku jadi serba salah begini ya." gumam bu Murni sambil menatap makanan yang sudah tersedia di meja makan.


"Makanan nya kok dilihatin terus, kalau lapar makan sja duluan ngga apa-apa." ucap Jay yang kebetulan dia sudah bangun.


"Aku ngga enak mas, kalau aku yang makan duluan, sedangkan yang punya rumah belum makan." ucap bu Murni.


"Mas temenin ya." ucap Jay sambil memeluk bu Murni dari belakang.


"Tenang saja mereka juga masih pada tidur nyenyak kok, soalnya mau hampir pagi mereka baru tidur." ucap Jay


"Mas, kita kan belum nikah, ngga baik ah." ucap bu Murni sambil melepaskan pelukan Jay.


"Ya sudah kita akan menikah secepat nya, sekarang kita makan, ayo mas temenin." ucap Jay sambil duduk.


"Ngga apa-apa mas kalau kita sarapan duluan?" tanya bu Murni.


"Tenang saja bos lagi bahagia jadi dia ngga bakalan marah-marah hari ini, bahkan mas di izin kan untuk tidak masuk kerja." ucap Jay.


"Memang nya hari ini pak Baron sedang ulang tahun ya mas?" tanya bu Murni .


"Bukan, tapi istri bos sudah kembali dan seperti nya dia juga sekarang tidur di sini." jawab Jay.

__ADS_1


"Benarkah? berarti semalam pak Baron datang sama istri nya dong, tahu gitu aku keluar dari kamar untuk menjamu nya." ucap bu Murni.


"Memang nya semalam ngga ketemu? terus siapa yang bukain pintu?" tanya Jay.


"Semalam aku mau buka pintu nya, tapi nak Sandra melarang nya karena dia yang akan membuka kan pintu untuk ayah nya, aku kembali ke kamar dan istirahat." jawab bu Murni sambil memberikan piring yang sudah di isi makanan buat sarapan nya Jay.


"Wah enak sekali ya yang sarapan berduaan sampai lupa sama yang lain nya." ucap Baron dengan muka bantal nya.


Baron terbangun karena dirinya haus, begitu pergi ke dapur dia melihat Jay dan bu Murni sedang sarapan berdua.


"Eh bapak, maaf pak saya sudah lancang." ucap bu Murni.


"Ngga apa-apa bu, lanjutkan saja makan nya, lagian juga kita bangun nya kesiangan, anak-anak dan istri saya juga belum pada bangun." ucap Baron sambil mengambil air minum.


"Jadi benar pak, ibu ada di sini?" tanya bu Murni.


"Iya bu, dan saya sangat bahagia sekali dengan kehadiran nya." ucap Baron sambil tersenyum.


"Saya ikut senang pak dengan kembali nya istri bapak." ucap bu Murni.


"Ya sudah kalian lanjutkan saja makan nya, saya mau mandi dulu." ucap Baron lalu pergi dari hadapan bu Murni dan Jay.


Sementara di kamar Sandra, Ralin mulai mengerjapkan kedua mata nya.


"Ya ampun ternyata aku kesiangan." ucap Ralin sambil melihat jam yang ada di dinding kamar nya Sandra.


Ralin pun kembali menatap wajah Sandra yang masih ada di dalam pelukan nya.


Sungguh pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelum nya, begitu Ralin membuka matanya dia langsung melihat wajah cantik Sandra yang sudah dia anggap sebagai anak nya sendiri.


"Kalau di lihat-lihat wajah kamu ini kok terasa mirip sama mamah waktu muda sayang." gumam Ralin sambil terus menatap wajah Sandra yang masih terlelap.


"Nak, ayo bangun, kita kesiangan dan melewatkan jam sarapan." ucap Ralin sambil menggoyangkan pelan bahu Sandra.


"Sebentar lagi ya mah, Sandra masih ingin tidur dalam pelukan mamah." ucap Sandra dengan mata yang masih terpejam.

__ADS_1


Bukan nya bangun tapi Sandra malah semakin erat memeluk Ralin.


"Nanti kan mamah peluk kamu lagi, sekarang kita bangun, mandi dan sarapan, ya ampun nak, mamah ngga ada baju ganti, sebentar ya mamah mau hubungi Lastri dulu." ucap Ralin sambil melepaskan pelukan nya dan mengambil ponsel nya.


__ADS_2