
Ralin dan Adriana sedang duduk di tempat dimana Adriana pernah duduk berdua dengan Sandra.
"Di sini lah aku bertemu Sandra, kita berbincang lumayan lama di tempat ini, hingga aku memutuskan membawa dia untuk menjadi asisten Ken." ucap Adriana sambil mengenang pertemuan nya dengan Sandra.
"Apa kamu pernah bertanya dimana dia tinggal?"tanya Ralin.
"Itu dia kesalahan ku, aku tidak bertanya dimana dia tinggal, aku langsung saja ngajak dia jadi pengawal Ken." jawab Adriana.
"Kalau gini kita susah mencari nya Na." ucap Ralin sambil melihat ke arah sekitar.
"Aku juga bingung Lin, mana no ponsel Sandra susah di hubungi lagi." ucap Adriana.
"Gimana kalau kita tanya sama mereka saja, kali aja ada yang kenal." ucap Ralin sambil menunjuk ke arah orang yang lagi berkumpul di warung kopi.
"Tapi aku ngga ada poto Sandra Lin." ucap Adriana.
"Tenang, aku punya kalau itu, untung waktu itu aku sempat nyuruh Lisna ngambil gambar kita berdua." ucap Ralin sambil membuka galeri yang ada di ponsel nya.
"Kamu punya? ya sudah ayo kita kesana." ajak Adriana sambil berdiri.
Ralin dan Adriana pun berjalan menghampiri sekumpulan orang yang sedang berbincang sambil minum kopi.
"Maaf mas, mbak, mengganggu, saya mau tanya? apa ada yang kenal dengan anak perempuan ini?" tanya Ralin sambil memperlihat kan poto Sandra yang ada di ponsel nya.
"Kamu kenal ngga bro." tanya seorang pria berkumis pada teman nya.
"Rasa-rasa nya saya pernah lihat, tapi dimana ya?" gumam pria itu.
"Coba sini saya lihat, kali aja saya kenal." ucap bu Siti pemilik warung kopi.
"Ini bu, pasti ibu kenal karena ibu kan sudah lama jualan di sini." ucap si pria berkumis.
"Sebentar, kok ini seperti neng Sandra? tapi penampilan nya berbeda." gumam bu Siti sambil terus menatap poto Sandra.
"Iya bu dia nama nya Sandra, apa ibu kenal?" tanya Ralin dengan wajah berbinar.
__ADS_1
"Ah iya benar, sekarang saya ingat, dia Sandra yang suka membantu orang yang sedang membutuhkan, bahkan saya pun pernah di tolong nya waktu ada yang mau mengambil motor saya." ucap pria itu.
"Nah benar kan ini neng Sandra, tapi saya sudah lama ngga melihat nya nyonya, terakhir kali dia ngopi di sini sekalian pamit mau kerja kata nya." ucap bu Siti.
"Ah alhamdulilah, akhir nya." ucap Adriana.
"Maaf bu kalau boleh tahu, rumah nya dimana ya?" tanya Adriana dengan sopan.
"Memang nya nyonya-nyonya ini siapa nya neng Sandra?" tanya bu Siti penasaran, karena setahu bu Siti Sandra orang biasa yang hidup berdua dengan kakak nya.
Bu Siti mengira kalau Ralin dan Adriana ini bukan orang sembarangan, di lihat dari cara pakaian dan kulit nya yang terawat, "Pasti mereka ini orang kaya, tapi kenapa mereka mencari neng Sandra ya?" gumam bathin bu Siti.
"Gimana bu, apa ibu bisa tunjukan dimana rumah nya Sandra?"tanya Ralin yang melihat bu Siti malah melamun.
"Bisa, tapi ngomong-ngomong, nyonya ini ada keperluan apa ya sama neng Sandra?" tanya bu Siti penasaran.
"Kami hanya ingin bersilaturahmi saja bu, soal nya beberapa waktu lalu saya pernah di tolong nya di daerah sini." jawab Adriana.
"Oh iya, memang neng Sandra itu anak yang baik, dia suka nolong orang yang tertindas, mari nyonya saya tunjukin rumah nya, kebetulan rumah nya dekat dengan rumah saya, tapi dari sini lumayan jauh lah kalau jalan kaki." ucap bu Siti.
"Ngga apa-apa bu sekalian kita olah raga." ucap Ralin.
"Ah manja kamu Na. ya udah telepon sana sopir nya" ucap Ralin.
Mereka kesana memang naik mobil Adriana dan mobil Ralin dia simpan di rumah nya Adriana.
"Tuh dia lagi kesini." ucap Adriana sambil nunjuk ke arah mobil yang sedang menghampiri nya.
"Ayo bu naik." ajak Adriana pada bu Siti sambil membukakan pintu untuk bu Siti.
"Titip warung dulu ya." teriak bu Siti kepada teman yang jualan di samping warung kopi nya, dan teman nya itu mengangkat jempol nya ke arah bu Siti.
"Ibu sudah lama tinggal dekat dengan nak Sandra?" tanya Ralin.
"Sudah bu, semenjak mereka kecil." jawab bu Siti.
__ADS_1
"Berarti ibu tahu dong dengan cerita kehidupan nak Sandra?" tanya Adriana yang penasaran dengan kehidupan nya Sandra.
"Oh jelas saya tahu karena dulu saya dekat dengan ibu nya Jev." jawab bu Siti.
"Jev? siapa Jev?" tanya Ralin dengan wajah yang sangat penasaran sekali.
"Jev itu, nah nyonya itu rumah nya neng Sandra." ucap bu Siti sambil nunjuk rumah yang ada di depan nya.
"Oh yang itu ya bu, pak berhenti di sini." ucap Adriana.
Mereka bertiga pun turun dari dalam mobil, Ralin dan Adriana melihat ke arah sekitar.
"Bersih dan rapih, tapi kok sepi ya?" tanya Ralin.
"Kan neng Sandra lagi bekerja bu," jawab bu Siti.
"Memang nya di rumah ini ngga ada siapa-siapa lagi?" tanya Ralin.
"Ngga ada bu, kan yang tinggal di sini cuma berdua neng Sandra sama kakak ang," belum selesai kalimat yang diucap kan oleh bu Siti, tiba-tiba ada yang memanggil nya.
"Bu Siti, ada yang mencari di warung, bu Tinah ngga tahu harga." teriak seoorang pemuda.
"Iya saya balik ke warung sekarang." jawab bu Siti.
"Ya sudah bu, makasih ya, sudah antar kita kesini, maaf sudah mengganggu waktu jualan ibu, ini sekedar untuk mengganti waktu ibu yang sudah terbuang." ucap Adriana sambil memberi bu Siti uang yang berwarna merah dua lembar.
"Ngga usah nyonya, saya ikhlas kok membantu nyonya" jawab bu Siti.
"Ngga apa-apa bu, ambil saja." ucap Adriana sambil memasukan uang nya ke saku daster yang bu Siti pakai.
"Kalau begitu terima kasih ya nyonya, maaf saya hanya bisa sampai di sini saja, kalau begitu saya permisi kembali ke warung." ucap bu Siti.
"Sama-sama, hati hati ya bu, semoga laris jualan nya." ucap Ralin sambil tersenyum menatap bu Siti.
"Sepi banget ya Na? memang nya yang tinggal di sini berapa orang sih?" tanya Ralin sambil ngintip ke jendela rumah.
__ADS_1
"Kalau ngga salah Sandra pernah bilang, dia tinggal sama kakak nya saja, karena orang tua nya sudah tiada." jawab Adriana.
"Na, aku kok sangat penasaran banget ya dengan kehidupan nya Sandra, entah kenapa aku ingin mengulik kisah kehidupan dia, serasa ada yang mendorong aku untuk tahu siapa Sandra ini." ucap Ralin sambil menatap pintu rumah Sandra.