Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Menjaga nya


__ADS_3

Malam ini semua sudah terlelap karena lelah seharian di acara resepsi pernikahan Sandra dan Ken.


Mereka semua tidur di kamar hotel masing-masing, termasuk Jay dan bu Murni.


Dikala mereka sudah terlelap di atas kasur dan dengan pasangan nya masing-masing, di kamar yang di tempati Sandra dan Ken masih terlihat sepasang pengantin baru yang masih setia membuka matanya.


Sandra merasa canggung ada di kamar berdua dengan Ken, setelah dirinya membersihkan riasan dan tubuh nya Sandra mencari baju tidur di dalam koper nya.


Dengan masih memakai bathrobe nya Sandra terus mengacak-ngacak isi koper nya.


"Baju nya mana sih, kok baju nya begini semua? Apa koper nya ke tukar dengan koper kak Lisna ya?' gumam Sandra sambil terus mencari piyama nya.


"Nyari apa sayang?" tanya Ken dengan rambut yang masih basah.


"Aku lagi nyari baju tidur aku, tapi kok ngga ada, apa koper nya ke tukar dengan punya kak Lisna ya."


Ken menghampiri Sandra lalu memeluk nya dari belakang, tangan Ken sudah memegang tali bathrobe yang Sandra kenakan.


"Buat apa nyari baju tidur kalau nanti di buka lagi." ucap Ken sambil membuka tali bathrobe nya.


"Mas," ucap Sandra sambil menahan tangan Ken, tapi Ken tidak memperdulikan tangan Sandra, setelah terbuka Ken pun melemparkan bathrobe nya ke sembarang tempat.


Sandra yang merasa malu menutupi bagian inti nya dengan kedua tangan nya.


Ken terkesima menatap tubuh Sandra yang putih mulus, dan juga dua bukit kembar yang sangat menggoda untuk di jelajah dan di nikmati.


Ken mencium punggung Sandra lalu mengabsen seluruh tubuh Sandra setiap inch nya.


Sandra yang mendapat sentuhan seperti itu langsung tubuh nya bagaikan tersengat aliran listrik dengan tegangan yang sangat tinggi.


Sandra memejamkan kedua mata nya meresapi setiap sentuhan dari Ken yang menjadi suami nya sekarang.


Ken membalikan tubuh Sandra, dengan gerakan lembut Ken mencium bibir Sandra mengabsen setiap deretan gigi nya, yang awal nya hanya diam saja, kini Sandra mengikuti gerakan bibir Ken.

__ADS_1


Tangan Ken sudah mengeksplor setiap inch yang ada pada tubuh istri nya.


Ken membimbing Sandra ke tempat tidur tanpa melepas pagutan nya, kini Sandra sudah ada di bawah Ken, dengan perlahan Ken kembali mengabsen setiap inch tubuh Sandra dengan sentuhan bibir dan tangan nya.


"Tahan ya sayang, aku akan pelan-pelan kok." bisik Ken dengan suara lembut nya, mata Ken sudah terlihat tidak sabar ingin segera merasakan nya, tapi dia ngga mau terburu-buru dan Ken tidak mau Sandra kaget dan merasa tidak nyaman karena ini yang pertama buat mereka berdua.


Lambat laun Ken membuat Sandra menjadi istri seutuh nya buat dirinya, dengan gerakan yang lembut Ken terus membawa Sandra ke alam kenikmatan.


Terlihat Sandra mengeluarkan air mata nya bersamaan dengan keluar nya sesuatu dari pusat inti nya, dia merasakan sakit tapi itu hanya sementara.


Ken yang melihat air mata Sandra keluar langsung menghentikan gerakan nya dan mencium kedua mata Sandra lalu turun ke bibir.


Ken ingin membuat Sandra melupakan rasa sakit yang dia alami nya sekarang.


"Maafkan mas, kita berhenti saja kalau kamu sakit." ucap Ken sambil mau menarik nya yang sudah berada di dalam sana.


Sandra menggelengkan kepalanya, "Lanjut saja mas." bukan Sandra ngga malu bilang seperti itu, tapi Sandra memang sudah ngga tahan dengan yang mau keluar dari bawah sana.


"Benarkah? Baiklah aku pelan-pelan ya sayang." Ken pun kembali menggerak kan tuas nya dengan secara perlahan.


Mereka berdua mencurahkan rasa cinta kasih mereka lewat penyatuan nya, malam ini sungguh malam yang tidak akan pernah mereka lupakan.


Mereka terus membuat keringat di malam hari hingga mereka benar-benar merasakan puas.


"Terima kasih sayang kamu sudah menjaga nya untuk ku." Ken memeluk erat tubuh istrinya sambil mencium kening nya.


Ken merasa puas dengan apa yang dia dapatkan malam ini, Sandra benar-benar menjaga nya untuk orang yang dia cintai dan di serahkan nya di malam pertama.


Ken menatap Sandra yang masih mengatur nafas nya, lalu mendekatkan bibir nya dan kembali ******* bibir Sandra.


"I Love U sayang."


"I Love U To."

__ADS_1


Mereka berdua pun terlelap saling mendekap memberikan kehangatan dan kenyamanan pada kedua nya.


*


*


Pagi hari semuanya sudah berkumpul di restoran hotel tersebut untuk melakukan sarapan pagi yang memang sudah di sediakan oleh pihak hotel untuk mereka.


"Pagi semuanya? wah udah pada kumpul saja, pengantin baru belum turun mah?" tanya Jev yang baru bergabung dengan keluarga nya.


"Ya kamu juga sudah merasakan nya bang." ucap Baron lalu menyeruput kopi kesukaan nya.


Jev yang mendapat jawaban dari Baron seperti itu hanya tersenyum dan mengingat kembali betapa serakah nya dirinya itu meminta Lisna untuk terus melayani nya walau pun semalam sudah.


Sedangkan di dalam kamar hotel pengantin, mereka masih betah dengan selimut yang menutupi tubuh mereka berdua dan hangat nya pelukan.


Sandra yang memeluk erat tubuh Ken tanpa sengaja paha nya mengenai senjata Ken yang sedang tertidur.


Ken merasakan ada nya gesekan kepada senjata nya itu membuat dirinya terbangun dan langsung on kembali.


Sekuat tenaga Ken menahan nya, karena Ken takut Sandra masih sakit di bagian inti nya.


Sandra yang merasakan ada sesuatu yang keras di paha nya langsung membuka mata dan menyentuh nya.


"Mas, ini kenapa?" tanya Sandra sambil memegang nya dengan erat membuat Ken langsung merinding.


Hancur sudah pertahanan Ken ketika senjata nya di pegang oleh Sandra, Ken menyingkapkan selimut tebal nya dan terlihat lah benda yang sedang di pegang oleh Sandra.


Sandra yang kaget pun langsung melepaskan nya dengan wajah yang sudah berubah menjadi merah.


"Kenapa di lepas sih Yang, coba di ulang kembali tapi dengan gerakan lembut." ucap Ken sambil membimbing tangan Sandra menuju pusat nya.


Ken sungguh merasakan hal yang berbeda dalam dirinya ketika sentuhan tangan Sandra dengan lembut mengusap nya.

__ADS_1


Semakin lama semakin panas yang tubuh mereka rasakan, hingga terjadilah kembali apa yang semalam telah terjadi, pagi ini Sandra lebih menikmatinya daripada semalam, rasa sakit pun sudah tidak terlalu seperti semalam lagi.


Mereka berdua seakan-akan lupa kalau itu sudah pagi dan jam nya sarapan, mereka lupa kalau di hotel itu juga ada keluarga nya yang sedang menunggu mereka di meja makan.


__ADS_2