Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Kabar Baik


__ADS_3

Kini Sandra dan Ken sudah berada di Turki, tepat nya di Istambul.


Berbeda dengan di Bali dan di Paris, kali ini di Turki Sandra tidak mau kemana-mana, dia hanya ingin tidur dan tidur terus.


"Sayang kita jalan-jalan yuk?" ajak Ken.


"Ngga ah mas, aku mau nya di sini saja." jawab Sandra sambil menutup tubuh ya kembali dengan selimut.


"Masa kita hanya tidur saja sih Yang, kamu ngga mau melihat keindahan kota Turki?"


"Ngga mas sayang, aku hanya ingin di sini saja, kalau mas mau pergi, pergi saja sendiri."


Ken bingung melihat istrinya yang hanya tidur kerjaan nya, tidak seperti biasa nya dia ngga antusias seperti kemarin.


"Kamu sakit Yang?" tanya Ken sambil menyentuh kening Sandra Sandra hanya menggeleng.


"Kalau mas mau pergi, pergi saja mas, aku ngga apa-apa kok," ucap Sandra.


"Ngga ah, kalau ngga sama kamu, mending aku juga ikut tidur." Ken merebahkan tubuh nya di samping Sandra.


"Mas, aku ingin makan rujak deh, seperti nya segar " ucap Sandra tiba-tiba membuat Ken menatap heran.


"Sejak kapan kamu suka makan rujak Yang?"


"Entahlah tapi tiba-tiba aku ingin sekali makan rujak."


"Memang nya di sini ada rujak ya? Ya sudah aku cek dulu menu di restaurant-restaurant yang ada di sini, siapa tahu ada yang jual " ucap Ken sambil mengambil ponsel nya.


"Mas, aku ingin makan rujak di pasar xxxx yang dekat rumah ku yang dulu." ucap Sandra sambil menelan Saliva nya, dia sudah ngga sabar ingin segera makan rujak, seakan-akan sudah ada di lidah nya.


.


"What! Tapi kita sekarang lagi ada di Turki sayang, Minggu depan kita baru pulang.' Ken sungguh kaget mendengar nya


"Tapi aku ingin makan rujak itu mas." kedua mata Sandra sudah beranak pinak, sungguh Sandra ingin sekali makan rujak itu detik ini juga


"Sayang, nanti habis pulang dari sini kita langsung beli ya?" ucap Ken sambil mengelus kepala Sandra penuh dengan sayang.

__ADS_1


"Ngga mau, aku mau nya rujak yang di pasar xxxx itu." ucap Sandra sambil menangis.


"Kenapa nangis? kan mas sudah bilang nanti kita beli sepulang dari sini."


Pecah sudah tangisan Sandra, dirinya sudah ngga mau menunggu lagi, entah kenapa dia sekarang menjadi cengeng dan ngga sabaran.


"Sayang, kamu sebenar nya kenapa sih? Masa hanya karena rujak kamu sampai nangis gini." Ken memeluk erat tubuh Sandra lalu menghapus air mata nya


"Aku mau makan rujak mas, aku mau nya sekarang." ucap Sandra sambil tersedu.


Sungguh Ken bingung dan tidak mengerti dengan istri nya saat ini


"Tapi sekarang kita lagi di Turki sayang, gimana dong?"


"Aku mau pulang sekarang, aku mau rujak nya sekarang bukan nanti " Sandra terus merengek minta pulang membuat Ken pasrah dan menyetujui nya.


"Ya sudah kita pulang sekarang, tapi kamu jangan menangis lagi." Ken menghela nafas nya, dia bingung dengan sikap Sandra.


"Ada apa sama kamu sih sayang, kenapa kamu jadi cengeng sepeti ini." gumam bathin Ken.


*


*


Sepulang dari Paris kemarin Jev langsung membawa Lisna ke dokter karena Jev khawatir dengan kondisi Lisna yang setiap pagi muntah dan tidak masuk makanan ke perut nya.


Ralin yang mengetahui kondisi Lisna menyarankan Jev untuk membawa Lisna ke dokter kandungan, karena Ralin yakin kalau Lisna sedang mengandung.Ralin memang tidak ikut ke dokter karena di butik lagi banyak pesanan.


"Terima kasih sayang, kamu sudah memberikan aku seorang baby." ucap Jev dengan rasa bahagia nya, Lisna hanya tersenyum malu karena ada dokter di hadapan nya.


"Mas sudah, malu sama bu dokter." ucap Lisna pelan.


Jev melepaskan pelukan dan menghentikan ciuman nya, "Maaf dok, saking bahagia nya, saya sampai lupa kalau ada dokter di sini." ucap Jev sambil menatap dokter.


"Ngga apa-apa tuan, saya sudah biasa melihat pasangan yang bahagia seperti ini, jangan lupa makan makanan sehat dan minum susu ibu hamil nya dan tidak lupa untuk minum vitamin." ucap dokter sambil memberikan resep kepada Jev.


"Baik dok, saya akan memantau makanan istri saya."

__ADS_1


"Dan jangan lupa setiap satu bulan sekali kontrol kandungan nya ya, dan jangan terlalu capek, soalnya kandungan nya masih rentan."


"Iya dok, terima kasih."


Jev sungguh sangat bahagia sekali ketika tahu istrinya sedang mengandung anak nya, Jev langsung membawa Lisna pulang ke rumah nya.


Di perjalanan Lisna melihat ada yang jual rujak dan langsung menyuruh Jev untuk menghentikan mobil nya.


"Mas, berhenti aku ingin rujak itu." ucap Lisna sambil menunjuk gerobak di pinggir jalan.


"Oke sayang ku, kamu tunggu sebentar ya, biar mas yang kesana." Jev turun dari mobil lalu menghampiri gerobak rujak nya.


Jev akan selalu membuat Lisna bahagia dan akan selalu menjaga nya, Jev tidak ingin anak nya sampai ileran, jadi dia akan berusaha untuk mewujudkan semua keinginan Lisna.


"Ini sayang, cukup kan segini atau kamu mau nambah lagi?"


"Ngga mas, segini juga cukup kok." Lisna langsung menyantap nya,


Jev tersenyum lalu kembali melajukan mobil nya.


Ralin di butik sudah gelisah, dia belum dapat kabar dari Jev, "Ren, sebentar ya ibu mau telepon Jev dulu."


"Iya bu." selama Lisna pergi ke Paris hanya Reni dan Ralin saja yang mengurus butik, Lisna sudah pulang tapi Lisna belum bisa membantu butik karena keadaan Lisna yang selalu muntah dan lemas.


Ralin melihat mobil Jev di depan butik nya, dan langsung menghampiri nya.


Lisna turun dari mobil di bantu Jev, Jev tidak mau kalau Lisna sampai tersandung atau kepeleset.


"Mas, aku bisa jalan sendiri, kenapa sampai di gandeng gini, orang aku juga ngga bakalan nyeberang kok." ucap Lisna.


"Mas takut kamu jatuh sayang, ayo mamah sudah menunggu tuh."


Ralin tersenyum melihat perhatian Jev kepada Lisna, "Gimana sayang pemeriksaan nya?" tanya Ralin.


"Mah, mamah mau jadi nenek, Lisna sedang mengandung anak Jev." ucap Jev dengan antusias.


"Benarkah? Terima kasih sayang, ini kabar gembira buat kita semua, ayo nak kita masuk."

__ADS_1


Ralin sangat bahagia mendengar Lisna sedang mengandung anak Jev, dan Ralin berharap Sandra juga sedang megandung.


"Semoga pulang bulan madu kamu juga membawa kabar baik nak." gumam bathin Ralin.


__ADS_2