Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Pilih Aku Atau Jay


__ADS_3

"Kak aku ngga nyangka ternyata kakak ini kakak nya non Sandra, dan aku bingung bercampur kaget, ternyata bu Ralin yang notabene bos nya aku ternyata ibu kamu, dunia ini memang sempit ya kak." ucap Lisna yang kini mereka sudah duduk berdua di taman yang ada di rumah bBaron.


"Ya benar, Sandra adik yang kakak angkat sejak masih bayi merah, dia kakak temukan di kala kakak bersama ibu lagi mencari kayu bakar di hutan, kakak sangat menyayangi nya karena memang kakak ngga punya saudara hingga ibu meninggal dan berpesan kalau kakak harus selalu menjaga dan menyayangi nya sampai kapan pun." ucap Jev.


"Terus setelah ibu meninggal, kalian hidup berdua? ayah nya kakak kemana?" tanya Lisna, dia ingin mengetahui masa lalu calon suami nya ini.


"Ya, sejak kecil dan sejak di tinggal ibu kita hidup berdua, kakak bekerja apa saja asal kakak dan Sandra bisa makan." jawab Jev.


"Terus kenapa sekarang kakak dan non Sandra bisa menjadi anak nya bu Ralin?" tanya Lisna yang masih penasaran.


"Waktu itu Sandra ada yang menyerang dan di tolong oleh Ayah, hingga ayah membawa nya ke rumah dan menjadikan nya anak angkat, karena Sandra ngga mau berpisah dengan kakak, akhir nya kakak juga di angkat oleh ayah Baron." jawab Jev. Lisna hanya mengangguk tanda mengerti.


"Kenapa kemarin pas bertemu bu Ralin kakak seperti orang yang baru pertama bertemu?" tanya Lisna.


"Itu memang pertemuan pertama kakak dengan mamah Ralin, hingga malam tadi ayah membawa nya dan memperkenalkan kepada kita kalau mamah Ralin ternyata istri nya yang dulu hilang." jawab Jev.


"Semua memang sudah takdir ya kak, kalian berdua hidup susah dari kecil dan sekarang kalian berdua bertemu dengan orang-orang baik seperti mereka yang seperti nya sangat menyayangi kalian berdua." ucap Lisna.


"Ya, kamu benar sayang, kakak dan Sandra adalah orang yang sangat beruntung bisa memiliki orang tua angkat seperti mereka." ucap Jev sambil tersenyum.


"Aku juga sangat beruntung sekali." ucap Lisna.


"Kamu juga diangkat anak oleh keluarga yang baik sayang?"tanya Jev.


"Ngga, bukan diangkat jadi anak tapi," belum juga selesai kalimat nya sudah di potong oleh Jev.


"Tapi apa?" tanya Jev sambil menatap dalam-dalam wajah nya Lisna.


"Aku sangat beruntung sekali bertemu dan di cinta kamu kak." jawab Lisna sambil membalas tatapan Jev.


Jev merasa terhipnotis oleh tatapan Lisna dia melihat ke arah bibir merah milik Lisna yang menggoda itu, lambat laun Jev mendekatkan bibir nya hingga bibir kenyal Jev mendarat di bibir nya Lisna.


Baru juga bibir Jev nempel di bibir nya Lisna, suara deheman seseorang terdengar dan mengagetkan mereka berdua.


"Ehem." Jev dan Lisna pun langsung menjauhkan wajah mereka dengan wajah yang menahan malu.

__ADS_1


*


*


"Kamu sudah siap nak?" tanya Ralin.


"Siap mah, eh bentar mah, aku mau pamit sama abang dulu." jawab Sandra lalu pergi ke taman.


"Aku ikut nganter kamu ya Yang, sekalian biar tahu butik dan rumah kamu, jarak dari rumah ke butik jauh ngga yang?" tanya sambil memeluk Ralin dari belakang.


"Jangan gini dong mas, nanti di lihat anak-anak kan malu." ucap Ralin sambil berusaha melepaskan pelukan Baron.


"Berarti kalau yang ada di rumah cuma kita berdua boleh dong." ucap Baron lalu mencium pipi Ralin dari samping.


"Boleh kalau kita sudah mengulang pernikahan kita lagi, kalau belum ngga boleh." jawab Ralin sambil tersenyum.


"Kalau begitu secepat nya kita akan menikah kembali, waktu nya nanti kita bicarakan lagi."


"Terserah kamu saja mas." ucap Ralin.


"Aku kangen kamu Yang." ucap Baron sambil menatap kedua mata Ralin.


"Stop sayang, jangan diungkit lagi, mulai sekarang aku akan membuat kamu selalu bahagia." ucap Baron sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Ralin.


Ralin pun hanya menatap wajah yang masih terlihat tampan itu, dia sedikit membuka bibir nya, seakan-akan dia sedang menyambut sentuhan dari Baron.


"Maaf bos mengganggu." teriak Jay.


Ralin dan Baron pun seketika menjauhkan wajah nya.


"Kebiasaan kamu ya Jay, ngga bisa lihat aku senang." ucap Baron dengan wajah kesal nya.


Ralin hanya tersenyum melihat wajah Baron yang lagi menahan kesal kepada Jay.


"Ya maaf bos, saya cuma mau tanya apa ini istri bos yang selama ini bos cari?" tanya Jay dengan wajah tanpa dosa nya.

__ADS_1


"Kan bisa tanya nanti Jay?" jawab Baron dengan nada yang sedikit berat.


"Sudah lah mas ngga apa-apa, kan memang kita belum kenalan." ucap Ralin sambil tersenyum.


"Kamu jangan tersenyum pada Jay sayang." ucap Baron yang sudah mulai posesif kepada Ralin.


"Ya ampun bos, senyum itu ibadah, ya bagus dong ibu bos tersenyum berarti ibu bos seperti lagi ibadah." ucap Jay.


"Kamu ini bisa saja ngeles nya, dasar turunan kang bajaj lu." ucap Baron.


"Ini mas yang semalam bawa mobil saya kan?" tanya Ralin.


"Iya bu bos." jawab Jay.


"Apa sayang? kamu panggil dia mas? yang suami kamu itu aku atau dia? panggil dia Jay." protes Baron.


"Ya ampun mas gitu saja marah, iya aku panggil Jay." ucap Ralin.


Ralin tidak habis pikir dengan kelakuan Baron yang sekarang, padahal dulu juga Baron memang posesif tapi ngga sampai begini, sekarang posesif nya Baron sungguh berlebihan.


"Nah gitu dong, awas jangan panggil siapa pun dengan panggilan mas, cukup sama mas seorang saja kamu panggil mas." ucap Baron.


"Ya ampun bos, saya masih di sini lo bos, kok saya ngerasa seperti obat nyamuk ya." ucap Jay.


"Ya kalau kamu ngga mau jadi obat nyamuk, kamu pergi saja dari sini." secara tidak langsung Baron pun mengusir Jay dari hadapan nya.


"Bilang saja bos ngusir saya gitu biar bisa berduaan terus sama bu bos, dulu saja saya lagi di luar saja di teleponin terus suruh menemani, sekarang setelah ada ibu bos saya di campak kan." ucap Jay dengan wajah yang dramatisir.


"Berarti saya orang ketiga dalam hidup kalian berdua dong." ucap Ralin sambil tersenyum.


"Iya ibu ibarat seorang pelakor ya dalam kehidupan kita." Jay merasa nyaman ngobrol dan bercanda sama Ralin.


"Eh, kampret lo Jay, memang nya saya ini apaan harus punya hubungan sama lo." teriak Baron.


"Ya sudah deh sekarang mas pilih diantara kita berdua, mas pilih Jay atau aku?" tanya Ralin.

__ADS_1


"Ya jelas mas pilih kamu lah sayang." jawab Baron sambil kembali memeluk nya dengan erat membuat Jay kesal karena harus melihat adegan romantis secara langsung.


"Peluk saja terus sampai ngga bisa lepas lagi tuh tangan dari tubuh nya bu bos." gumam Jay sambil berlalu dan pergi ke ruang belakang menemui Murni pujaan hati nya.


__ADS_2