
"Untung sate nya masih buka, kamu tunggu di sini ya? mas mau pesan sate dulu." ucap Baron lalu turun dari mobil setelah mendapatkan sebuah anggukan dari Ralin.
"Perlakuan kamu tidak berubah dari dulu mas, mungkin perlakuan kasar yang pernah kamu lakukan memang kamu lagi kalap saja, andai saja anak kita ada diantara kita, aku akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini." gumam Ralin sambil menatap Baron yang lagi pesan sate.
"Adriana? dia harus tahu dengan semua ini, dia harus tahu kalau aku sudah bertemu dengan mas Baron." gumam Ralin sambil mengambil ponsel nya di dalam tas.
"Ya ampun, ternyata ini sudah larut malam, besok saja lah aku kabarin, sekarang dia pasti sudah istirahat." gumam Ralin lalu memasukan kembali ponsel nya ke dalam tas.
"Lama ya Yang?" tanya Baron sambil masuk ke dalam mobil.
"Ngga kok, baru tiga puluh menit saja, kemarin puluhan tahun pun aku masih menunggu." jawab Ralin sambil tersenyum manis.
"Sekarang kita sudah bertemu jadi jangan bahas itu lagi, itu membuat dada mas sesak." ucap Baron.
"Ya sudah ngga di bahas lagi, ayo pulang mas, kasihan anak kamu menunggu sate nya." ajak Ralin.
"Jadi kamu mau ikut mas pulang ke rumah mas?" tanya Baron dengan wajah yang berbinar.
"Kalau boleh sih, kalau ngga antar aku pulang ke rumah ku aja." ucap Ralin menggoda Baron.
"Tidak sayang, mulai hari ini kamu harus dan wajib tinggal di rumahku, karena rumahku adalah rumah mu juga, apa yang aku punya semuanya milik kamu." ucap Baron dengan serius.
"Tapi kita sudah terlalu lama berpisah mas, ngga baik hidup satu atap, meskipun dulu diantara kita ngga ada kata pisah atau kata perceraian." ucap Ralin.
"Kita akan menikah lagi, mau kah kamu menikah dengan aku? mau kah kamu melewati susah, senang, sedih, dan bahagia bersama aku? aku tidak akan berjanji karena janji pasti akan mengingkari nya, tapi mulai sekarang dan selama nya aku akan selalu membahagia kan kamu dan tidak akan kubiarkan air mata kesedihan menetes di pipi kamu walaupun hanya setetes." ucap Baron sambil menggenggam kedua tangan Ralin.
Ralin menatap tajam dan meyelami mata Baron, dan di mata Baron tersirat sebuah kejujuran.
"Apa mas mau menerima aku dengan kondisiku saat ini?" tanya Ralin .
__ADS_1
"Apa pun kondisi kamu bagaimana pun keadaan kamu, mas akan menerima kamu apa ada nya." jawab Baron dengan sangat jujur.
"Tapi aku ngga bisa membahagia kan kamu lagi mas."
"Kamu jangan bilang seperti itu sayang, kamu adalah kebahagiaan mas dari dulu sampai nanti."
"Aku sudah di vonis ngga bakal mempunyai keturunan lagi semenjak kejadian waktu itu." ucap Ralin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jadi, semua itu karena kelakuan mas? pasti saat itu kamu sangat kesakitan, maafkan aku sayang aku memang bodoh yang tidak bisa menguasai emosi ku." ucap Baron.
"Tidak mas, jangan menyalahkan diri sendiri, ini sudah takdir hidup aku harus seperti ini." ucap Ralin sambil memberikan sebuah senyuman, dia ngga mau Baron selalu terpuruk dengan kesalahan nya.
"Sayang, sekali lagi maafkan mas ya? jadi kamu mau ngga menikah kembali sama mas? mulai saat ini mas akan selalu ada di samping kamu dalam segala hal." ucap Baron.
"Kalau mas mau menerima kondisi ku yang seperti sekarang aku mau mas hidup kembali bersama kamu." jawab Ralin sambil tersenyum dan mengangguk.
"Really? terimakasih sayang." teriak Baron lalu memeluk erat Ralin.
"Baiklah sekarang meluk kamu nya sampai di sini, tapi nanti kalau kita sudah menikah kembali, aku tidak akan melepaskan kamu." ucap Baron sambil menyentuh kedua pipi Ralin dengan kedua tangan nya.
"Kalau kamu meluk aku terus, kapan kerja nya mas, aku juga kan butuh shoping dan ke salon." goda Ralin.
"Kamu tenang saja, Baron yang sekarang berbeda dengan Baron yang dulu, kamu bisa shoping dan ke salon seminggu sekali." ucap Baron lalu mencium bibir Ralin sebentar.
"Sekarang mas sudah kaya ternyata." ucap Ralin sambil tersenyum.
"Semua demi kamu, semenjak kamu pergi mas bertekad akan terus mencari kamu, dan dimana mas bertemu lagi sama kamu mas harus sudah sukses agar bisa membahagia kan kamu selama nya." jawab Baron sambil melajukan mobil nya.
"Terima kasih mas, sudah mau mencari dan setia sama aku, jarang lo ada laki-laki yang setia nya seperti mas." ucap Ralin sambil menyentuh bahu Baron yang sedang menyetir mobil.
__ADS_1
"Itu semua karena kamu sayang, selama ini banyak sekali godaan yang menghampiri mas, tapi wajah kamu selalu hadir dengan sangat jelas di hati dan pikiran mas, jadi mas bisa mengendalikan semua godaan itu." ucap Baron.
Ralin pun tersenyum dengan semua penuturan dari Baron, dengan perlahan Ralin menyandarkan kepala nya di bahu Baron yang sedang mengemudi.
Baron yang mendapatkan perlakukan dari Ralin seperti itu pun tersenyum lalu mengusap lembut kepala Ralin dengan sebelah tangan nya.
Malam ini menjadi saksi bertemu nya mereka, hujan ini menjadi saksi bersatu nya kembali cinta mereka, dan mobil ini menjadi saksi kedua nya yang sedang memadu kasih dan meluapkan kerinduan diantara kedua nya.
Karena hati yang terasa amat bahagia, sampai perjalanan pun terasa dekat dan singkat, hingga tidak terasa kini mereka sudah berada di depan kediaman nya Baron.
"Kita sudah sampai, kamu jangan keluar mobil dulu." ucap Baron lalu membuka pintu mobil nya dan berlasri menuju pintu samping depan dan membuka kan pintu untuk Ralin.
Baron pun mengulurkan sebelah tangan nya untuk membantu Ralin turun, sedangkan sebelah tangan nya lagi menghalangi kepala Ralin agar tidak kejedot atap mobil.
"Makasih mas." ucap Ralin sambil tersenyum dan menerima uluran tangan Baron lalu turun dari mobil.
"Ini rumah mas?" tanya Ralin sambil melihat ke arah sekitar rumah.
"Bukan, ini rumah kamu sayang, kan mas sudah bilang, semua yang mas punya itu adalah milik kamu." jawab Baron sambil memeluk pundak Ralin dari samping.
Mereka berdua pun tersenyum lalu menghampiri dan menekan bel yang ada di samping pintu.
"Mas yakin kalau yang buka pintu ini adalah anak-anak angkat mas, mereka selalu melarang bi Murni untuk membuka nya." ucap Baron yang sangat yakin kalau yang akan membuka pintu nya adalah Sandra.
Pintu pun terbuka dari dalam dan menampak kan seorang gadis cantik yang sedang di rindukan oleh Ralin.
"Sandra."
"Tante Ralin."
__ADS_1
Teriak kedua nya secara bersamaan dengan wajah kaget yang luar biasa.