
Sementara keluarga Ken sudah sampai di rumah nya, Adriana langsung pergi ke kamar Ken, karena Ken sudah sampai duluan dan sudah masuk ke kamar nya.
"Nak, ini mamah? Kamu sudah tidur belum?" teriak Adriana sambil mengetuk pintu kamar Ken.
"Masuk saja mah, belum di kunci kok." jawab Ken dari dalam.
Adriana pun membuka pintu nya lalu masuk ke dalam kamar Ken., terlihat Ken sedang termenung di atas kasur king size nya.
"Bisa ceritakan sama mamah apa yang sudah terjadi tadi?" tanya Adrian sambil duduk di samping Ken.
"Yang mana mah?" Ken pura-pura belum paham dengan pertanyaan ibu sambung nya.
"Nak, walaupun mamah ini bukan ibu kandung kamu, tapi mamah tahu kalau kamu ada masalah dengan Sandra? Apa yang terjadi sama kalian?" tanya Adriana sambil mengelus lembut pundak Ken.
"Sandra mengundurkan diri mah."
"Apa! Kenapa Sandra mengundurkan diri nya nak? Apa sebenar nya yang telah kamu lakukan?" Adriana ngga habis pikir dengan Ken, dari kemarin dia selalu ingin bertemu dengan Sandra, sekali nya bertemu bukan nya membuat Sandra kembali malah mengundurkan diri nya.
"Maaf kan Ken, mah." hanya itu yang terucap dari bibir Ken.
"Ken, tolong jelaskan yang sebenar nya, mamah benar-benar tidak mengerti dengan semua ini." ucap Adriana sambil menyentuh keningnya dengan tangan yang dia simpan di atas paha nya.
"Ken sudah melakukan hal yang membuat dia sangat marah, bahkan Ken sendiri di tampar oleh Sandra." ucap Ken sambil menyentuh pipi nya yang masih terasa panas.
Sontak Adriana menatap dan menyentuh pipi Ken yang masih kelihatan merah itu.
"Ya ampun nak, sampai merah begini? Pasti kamu sudah keterlaluan pada Sandra hingga membuat Sandra marah dan menampar kamu seperti ini." Adriana pun menyentuh lembut pipi Ken yang merah.
"Ken kira Sandra ngga bakalan marah seperti ini, soalnya perempuan lain yang pernah Ken cium ngga ada yang marah, tapi Sandra malah marah besar dan menampar Ken."
__ADS_1
"Apa! Jadi kamu mencium Sandra? Apa yang sudah kamu lakukan Ken? Kamu pikir Sandra sama dengan wanita-wanita yang selama ini kamu kenal, tidak Ken, Sandra itu anak baik-baik, pantas saja kamu di tampar oleh Sandra, kamu harus minta maaf sama Sandra, mamah ngga mau Sandra lebih membenci kamu, mamah sudah berharap kalau Sandra akan jadi menantu di rumah ini."
"Terus Ken harus bagaimana mah?" Ken seperti anak kecil yang tidak tahu harus melakukan apa setelah dirinya membuat satu kesalahan.
"Ya kamu datangin dia, ajak Sandra bicara baik-baik, kamu harus bisa meyakinkan dia, kamu harus bisa membuat Sandra menjadi menantu di rumah ini." Adriana sangat berharap sekali Sandra menjadi menantu nya, apalagi Sandra sekarang sudah menjadi anak angkat sahabat nya sendiri.
"Tapi mah," pikiran Ken benar-benar di buat buntu karena masalah ini, Ken pintar dalam segala hal bahkan untuk meluluhkan para wanita pun dia jago nya di banding teman-teman nya, tapi menghadapi Sandra, Ken lemah, Ken ngga berkutik sama sekali.
"Ngga ada tapi-tapi an, pokok nya besok kamu harus bisa membawa Sandra ke rumah ini, jangan pulang kalau kamu belum bisa meyakin kan Sandra."
Ken pun terdiam, dia bingung harus bagaimana menghadapi Sandra besok.
"Ternyata mamah di sini, papah cari-cari dari tadi, kirain kemana." ucap pak Anthoni yang sudah berdiri di depan pintu kamar Ken.
"Baiklah nak, kalau gitu mamah mau istirahat dulu, ingat apa yang mamah ucapkan tadi."
"Cuma bicara sebentar sama Ken pah, ya sudah ayo kita tidur." ajak Adriana sambil menutup pintu kamar Ken.
Sepeninggal mamah sambung nya, Ken ngga bisa tidur karena kepikiran dengan apa yang sudah dia lakukan dan kepikiran dengan ucapan mamah nya.
"Bodoh kamu Ken, bodoh, harus nya kamu bisa menahan nya." gumam bathin Ken sambil meremas rambut dengan kedua tangan nya.
"Argh." teriak Ken lalu membaringkan tubuh nya, untung saja kamar nya kedap suara, jadi begitu dia teriak tidak ada satu pun yang mendengar teriakan nya.
Sementara di kamar Adriana, Anthoni meminta penjelasan dari Adriana dengan apa yang terjadi hari ini.
"Tolong sekarang ceritakan apa yang sudah terjadi hari ini di butik nya Ralin."
"Baiklah mas, aku akan ceritakan semua nya, tapi mas jangan memotong ucapan ku sebelum aku menyelesaikan cerita nya."
__ADS_1
"Baiklah, mas akan mendengarkan nya dari awal sampai kamu selesai."
Adriana pun tidur di samping suami nya dan mencari tempat yang nyaman buat dia tidur dan menceritakan semua nya.
Setelah di rasa posisi nyaman dan enak Adriana pun menceritakan semua nya dari awal mereka bertemu Baron dan Sandra di butik nya Ralin.
Tidak ada yang di tutup-tutupi oleh Adriana, semua nya dia ceritakan termasuk Ken yang sudah mencium Sandra dan Ken mendapat sebuah tamparan.
"Begitulah mas cerita nya, dan aku sedikit kecewa sama Ken, aku berharap Sandra jadi menantu di rumah ini, tapi Ken sudah melakukan hal yang bodoh yang membuat Sandra malah membenci Ken." ucap Adriana dengan tangan nya yang dia simpan di atas perut Anthoni.
"Jadi Sandra ngga akan bekerja sebagai asisten Ken lagi?" tanya Anthoni yang sedikit kecewa.
"Ya, tadi Ken yang bilang, tapi mamah sudah bilang sama Ken, kalau besok dia harus menemui Sandra dan bicara baik-baik sama dia."
"Papah yakin kalau Ken pasti bisa meluluhkan hati Sandra."
"Papah tahu dari mana, kita kan ngga tahu sifat dan karakter Sandra pah, bisa saja kan Sandra ngga memaafkan Ken."
"Karena dia anak papah, buktinya mamah bisa luluh dan mau menikah dengan papah." ucap Anthoni lalu mencium seluruh wajah Adriana dan berakhir saling me lu mat bibir.
"Pah ini sudah malam, kita tidur dan tidak ada olah raga malam." ucap Adriana setelah melepaskan pagutan nya.
"Tapi punya papah sudah on lo mah, coba deh rasakan." ucap pak Anthoni sambil menarik tangan istrinya dan dia tempelkan ke antena nya.
"Ya mau gimana lagi, orang mamah lagi dapet pah." ucap Adriana sambil menarik tangan nya kembali setelah mengelus nya sebentar.
"Tega sekali mamah ini, ya sudah kalau gitu mamah elus-elus sampai papah tidur ya."
"Pah, kalau mamah elus yang ada papah ngga bakalan bisa tidur, dan itu antena malah makin tegang, udah ah sekarang kita tidur, sini mamah peluk papah saja." ucap Adriana sambil memeluk Anthoni dan tidak memperdulikan wajah Anthoni yang sedikit kesal karena tidak bisa menyalurkan nya.
__ADS_1