Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Nngga Sabar


__ADS_3

Pagi hari di meja makan, Baron tidak terlalu banyak bicara, dirinya merasa ada yang hilang kembali, pagi kemarin ramai dan lengkap sekali formasi nya, tapi sekarang hanya ada Jev dan Jay yang menemani nya.


"Pasti ayah kepikiran mamah sama adek." gumam bathin Jev sambil melihat ke arah sang ayah.


"Yah di makan, katanya mau ngurus surat-surat buat nikah besok." ucap Jev yang melihat Baron hanya memandang sarapan nya, Jev tahu kenapa ayah nya bersikap demikian.


"Apa nak, bos mau nikah besok?" tanya Jay dengan wajah kaget nya.


"Iya om, besok ayah akan menikah lagi sama mamah, kalau ayah ngga makan nanti ayah kurang tenaga terus ngga bisa melengkapi surat-surat buat nikah besok, kalau ngga lengkap berarti besok ayah ngga jadi nikahin mamah lagi dong." ucap Jev dengan sengaja agar ayah angkat nya ini mau makan.


"Iya, ini ayah makan." ucap Baron lalu menikmati sarapan nya dan tidak memperdulikan pertanyaan dari Jay.


"Wah, keduluan si bos." gumam Jay yang sempat di dengar oleh Jev.


"Keduluan apa om?" tanya Jev sambil menatap Jay penuh dengan penasaran.


"Keduluan ngabisin sarapan nya." Jay pun berbohong karena dia merasa malu kalau sesungguh nya dirinya pun ingin segera menikahi Murni cinta pertama nya.


"Om ini ada-ada saja, ya sudah kalau gitu ayo kita habiskan sarapan nya."


Ketiga pria itu akhir nya menghabis kan sarapan nya masing-masing, lalu pergi mengerjakan kerjaan mereka masing-masing.


*


*


Pagi ini Ralin sudah membuat sarapan buat dirinya dan juga Sandra.


Wajah bahagia dan wajah ceria nya Ralin sungguh berbeda dengan beberapa hari kebelakang, kini dirinya lebih semangat untuk bangun pagi dan membuat sarapan.


"Pagi mamah ku yang cantik, lagi buat apa mah?" ucap Sandra yang sudah terlihat cantik dan segar.


"Pagi juga sayang nya mamah, lagi buat omlet buat sarapan, kamu suka ngga sayang?"

__ADS_1


"Wah suka banget mah." ucap Sandra lalu duduk di kursi makan.


"Kamu cantik banget nak, mau kemana hari ini?" tanya Ralin sambil menatap makanan di atas meja.


"Ngga kemana-mana mah, aku mau bantu-bantu di butik mamah saja, boleh kan?"


"Boleh banget sayang, apa sih yang ngga kalau buat kamu."


"Makasih ya mah, mamah sudah mau menyayangi aku, walaupun aku bukan anak kandung mamah dan ayah." ucap Sandra sambil menikmati sarapan nya.


"Jangan bilang begitu nak, diantara kita memang ngga ada ikatan darah, tapi hati kecil mamah mengatakan kalau kamu adalah darah daging mamah." ucapan Ralin membuat bahagia Sandra.


"Mah," panggil Sandra.


"Iya sayang kenapa?" tanya Ralin.


"Kalau seandainya anak kandung mamah ditemukan, apa mamah masih sayang sama aku dan abang?"


Sungguh Sandra merasa takut jika anak kandung nya Ralin kembali dan bersatu dengan mereka, dirinya sadar kalau dirinya bukan siapa-siapa Ralin dan Baron, tapi rasa sayang di hati nya sudah benar-benar besar kepada Baron dan Ralin, yang Sandra takutkan adalah Ralin dan Baron tidak menyayangi nya lagi.


"Baik mah, makasih ya mah." ucap Sandra dengan wajah yang berseri-seri.


Hati Sandra sangat bahagia sekali mendengar nya, dia pun semakin lahap menghabiskan sarapan nya.


"Nambah lagi ngga nak?"


"Ngga ah mah sudah cukup, omlet buatan mamah adalah omlet terenak yang pernah aku makan."


"Bisa saja kamu."


Mereka berdua pun menghabiskan sarapan nya lalu membuka butik sebelum Lisna dan Reni datang.


*

__ADS_1


*


Lain di rumah Baron lain di rumah Ralin, di kediaman Anthoni terlihat Ken dengan wajah kusut nya seperti yang belum di setrika.


"Ayo nak di makan sarapan nya." ucap Adriana sambil memberikan menu sarapan nya kepada Ken.


"Makasih mah." hanya itu yang terdengar oleh Adriana.


"Kalau kamu ngga enak badan, mending kamu ngga usah datang ke kantor dulu, biar papah nyuruh lucky menyelesaikan semua kerjaan kamu." ucap pak Anthoni sambil melihat ke arah Ken.


"Ngga apa-apa pah, pagi ini aku ada meeting penting, tapi mamah jangan nunggu aku pulang ya? Soalnya aku mau menyelesaikan masalah aku dulu." ucap Ken.


Adriana dan pak Anthoni pun saling menatap dan saling memberikan kode.


"Dengarkan papah nak, kalau kamu sudah melakukan kesalahan kepada seorang wanita, kamu datangi dia ke rumah nya, kamu bawakan sebuket bunga, kamu minta maaf sama dia, bila perlu kamu bersujud di hadapan nya turunkan ego kamu sebagai laki-laki, sampai dia memaafkan kamu, walaupun kamu harus menahan terik nya panas matahari dan deras nya air hujan, kamu punya tekad yang tinggi sampai dia benar-benar memaafkan kamu." ucap pak Anthoni panjang lebar.


"Benar semua yang diucapkan papah, kalau di depan perempuan yang kamu cintai, kamu harus menurunkan ego kamu, buktikan kepada dia kalau kamu benar-benar mencintai nya." sambung Adriana.


Ken pun mendengar dan mencerna semua ucapan dari kedua orang tua nya sambil menyantap sarapan nya.


"Baik pah, mah, aku akan menuruti semua yang dibilang kalian berdua, aku tidak akan pulang sebelum mendapatkan maaf dari Sandra.


"Bagus, itu baru anak papah, kamu jangan malu untuk meminta maaf kepada siapa pun kalau kita yang salah, apalagi sama orang yang kita cintai, dan kalau kamu sudah menerima maaf nya, kedepannya kamu jangan sampai mengulangi lagi kesalahan yang sama, karena kalau diulangi, kamu tidak akan pernah mendapat kata maaf dan yang lebih parah dia ngga bakalan percaya lagi sama kamu.


"Ken mengerti pah, kalau begitu Ken pamit, do*a kan Ken mendapatkan kata maaf dari Sandra, dan do*a kan juga Ken bisa membawa Sandra ke rumah ini sebagai menantu kalian." ucap Ken lalu mencium telapak tangan nya Anthoni dan Adriana.


"Mamah selalu mendo*a kan kamu sayang." ucap Adriana lalu mencium kedua pipi Ken.


"Semangat Ken, jadi pria jangan lemah, harus tetap kelihatan cool dan berwibawa walaupun kita sedang lemah dan rapuh."


Ken pun tersenyum dan sedikit bersemangat karena mendapat dukungan dari kedua orang tua nya.


"Semoga Ken berhasil ya pah? Soalnya Sandra itu bukan wanita yang mudah di takluk kan." ucap Adriana sambil menatap punggung Ken.

__ADS_1


"Papah yakin Ken bisa."


Ken pun pergi ke kantor dengan sedikit semangat, Ken sudah ngga sabar ingin segera ke rumah nya tante Ralin, dia sudah ngga sabar ingin bertemu dan meminta maaf kepada Sandra.


__ADS_2