
"Alhamdulilah akhir nya kita punya cucu sepasang mas." ucap Ralin dengan binar wajah kebahagiaan.
Sandra sudah melahirkan dengan selamat seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan sangat mirip sekali dengan Ken.
Semua orang bahagia dengan kehadiran bayi laki-laki yang di beri nama, Kendra Pramaja Pamungkas, Baron lah yang memberikan nama untuk cucu laki-laki nya ini, dan mereka pun menerima nama yang di berikan oleh Baron.
"Selamat ya sayang, akhirnya kamu menjadi seorang ibu." ucap Ralin lalu mencium seluruh wajah Sandra.
Ralin dan Ken terus tersenyum melihat kedua orang tua nya yang sangat berbahagia dengan kehadiran cucu nya itu.
"Akhirnya aku punya cucu laki-laki, aku akan selalu menjaga dan mengabulkan keinginan kamu nak." ucap Baron sambil terus menatap cucu nya yang sedang tertidur.
"Mas, jangan lupa kamu juga punya cucu perempuan yang sangat cantik." ucap Ralin mengingat kan, Ralin tidak mau ke depan nya Baron memberikan kasih sayang hanya kepada cucu laki-laki nya itu, tapi Baron juga harus menyayangi cucu perempuan nya yang di beri nama, Salsa Adelia Pamungkas.
Salsa Adelia ini diberikan oleh Ralin dan Pamungkas nya di tambahkan oleh Baron, biar nanti nya mereka tetap menjadi saudara.
"Iya sayang, aku ingat, tapi bayi laki-laki ini yang aku impikan dari dulu." Baron terus menatap Kendra, dia ngga mau jauh dari sisi Kendra.
"Yah, baby Kendra nya mau di bawa keruangan nya dulu, ayah minggir suster nya jadi susah untuk mengambil Kendra." ucap Sandra sambil tersenyum melihat kelakuan ayah nya itu.
Dengan berat hati Baron pun memberi jalan buat suster untuk mengambil beby Kendra.
"Kapan baby Kendra di bawa ke rumah sayang?" tanya Baron.
"Tunggu dua hari lagi pak, setelah itu bapak dan keluarga boleh membawa nya pulang." jawab suster.
Baron pun menatap sedih melihat baby Kendra di bawa sama suster.
"Sayang, mamah mau ke ruangan nya kakak kamu dulu ya? Kamu di temani sama mamah Adriana dan Ken dulu ya?"ucap Ralin.
"Lo? Memang nya Lisna juga melahirkan? kalu begitu aku ikut." ucap Adriana ketika melihat Ralin mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya mah, aku sama mas Ken saja." ucap Sandra dengan tangan masih berada di genggaman tangan Ken.
Baron, Ralin dan ADriana pun pergi ke ruangan Lisna.
"Terima kasih sayang, kamu sudah memberikan aku seorang bayi laki-laki yang sangat tampan." ucap Ken lalu mencium kening Sandra.
"Makasih juga untuk mas, yang selalu menjaga aku dan bayi kita." Sandra mengangkat tangan Ken lalu mencium nya.
"Mas, tangan kamu kenapa? Kok seperti habis di cakar?" tanya Sandra sambil melihat luka cakar yang ada p[ada tangan Ken.
"Iya kena cakar sama macan betina tadi." jawab Ken dengan santai, Ralin yang mendengar jawaban seperti itu dari suaminya terdiam dan memikir kan kata-kata nya.
"Dimana memang nya ada macan betina mas?" tanya Sandra dengan polos.
"Macan betina nya mamah nya Kendra, kamu pelaku nya sayang, tadi pas kamu melahirkan Kendra kamu cakar mas, kamu pukul mas, kamu tampar mas, apa kamu sudah lupa?" ucap Ken sambil mencolek hidung Sandra.
"Ya ampun mas, maafkan aku ya, aku tidak sadar tadi, habis nya tadi sakit banget mas." Sandra pun merasa bersalah dengan apa yang telah di lakukan nya.
"Ngga apa-apa sayang, rasa sakit yang mas terima belum seberapa di banding dengan rasa sakit yang kamu alami, semua itu terbayar sudah dengan kehadiran Kendra diantara kita"
"Kenapa di lepas? Mumpung ngga ada siapa-siapa yang." ucap Ken sambil menatap penuh harap kepada Sandra.
"Ngga ah nanti kelepasan lagi, mulai sekarang sampai dua bulan ke depan mas puasa, jadi mas harus bersabar menunggu waktu nya tiba."
Wajah Ken langsung lemas ketika mendengar ucapan dari Sandra, dia menyesal kenapa ngga nabung dari kemarin-kemarin, tapi dirinya bahagia karena semalam dan tadi pagi sudah melakukan nya berkali-kali.
"Ngga apa-apa sayang, kan semalam sama pagi tadi kita sudah melakukan nya berulang kali, ngga sia-sia kamu memberikan servis yang baik buat mas, mas akan sabar menunggu kamu memberikan pelayanan yang lebih dari semalam." ucap Ken sambl tersenyum.
"Dasar mesum." Sandra memukul bahu Ken pelan.
*
__ADS_1
*
Ralin, Baron dan Adriana masuk ke ruangan Lisna, kebetulan baby Salsa habis di beri ASI oleh Lisna, sekarang lagi dalam gendongan Jev.
"Cucu nenek yang cantik ternyata ada di sini." teriak Ralin sambil mengambil alih baby Salsa dari gendongan Jev.
"Cantik sekali anak kalian? Bolehkah tante mengakui nya sebagai cucu tante juga?"ucap Adriana sambil menyentuh pipi lembut baby Salsa.
"Boleh tante, anggap saja baby Salsa cucu tante, dan biar ngga rebutan nanti aku buatkan lagi untuk kalian semua nya." semua nya tertawa mendengar ucapan dari Jev.
"Mas, malu ih." ucap Lisna sambil memukul lengan Jev.
Mereka semua tertawa melihat raut wajah malu Lisna, baby Salsa sekarang berpindah tangan ke Adriana.
"Ah, lucu sekali kamu nak, nanti kita jalan-jalan sama baby Kendra, panggil aku omah ya sayang, kalau panggil nenek juga nanti kamu pusing kan sudah ada nenek Ralin." Adriana terus mengajak baby Salsa bicara sambil terus mencium pipi gemoy nya.
"Jangan di cium terus nanti tubuh nya pada sakit, dia kan masih bayi." ucap Ralin.
"Nenek kamu pelit ya sayang." Lisna tersenyum bahagia melihat orang sekitar nya menyayangi dirinya dan putri nya, walaupun suami nya tidak sedarah dengan mereka tapi kasih sayang mereka tidak kurang untuk Jev.
"Oh iya nak, adek sudah melahirkan seorang putra yang tampan tadi." ucap Ralin sambil duduk di sisi tepat tidur Lisna.
"Adek sudah melahirkan mah? Sayang, aku melihat adek dulu ya? Kamu di temani mamah sama tante Adriana dulu ya?"
"Iya mas, bilang ke adek aku belum bisa pergi melihat nya." Jev mengangguk lalu mencium kening Lisna.
"Ayah mana mah?" tanya Jev sebelum pergi ke ruangan Sandra.
"Tadi pergi ngopi dengan om Jay." Jev mengangguk tanda mengerti.
"Ya sudah aku ke ruangan adek dulu, titip istri dan anak abang ya." tiga wanita dewasa yang ada di ruangan Lisna pun tesenyum melihat Jev.
__ADS_1
Jev melangkah menghampiri ruang Sandra yang ternyata hanya terhalang dua kamar saja.
"Woi, ini di rumah sakit, kalian ini ngga bisa nahan nya ya?" teriak Jev lalu menutup pintu ruangan kembali.