
"Jadi ini butik kamu sayang?" tanya Baron sambil melihat sekitar butik.
"Iya mas, dan aku pun tinggal di sini, ayo masuk." ucap Ralin sambil membuka pintu.
"Akhir nya aku menginjak kan kaki lagi di butik ini." ucap Sandra sambil melihat ke sekitar butik.
"Memang nya kamu sudah pernah kesini sayang?" tanya Baron.
"Sudah yah, kalau ngga salah dua kali ya mah." jawab Sandra.
"Ya, dan kamu tahu tidak nak, beberapa hari ini entah kenapa mamah ini sangat merindukan kamu, sampai-sampai mamah terus mencari kamu." ucap Ralin.
""Mamah merindukan aku?" tanya Sandra yang di angguki oleh Ralin.
"Kita ke atas, di sana ada kamar dua, dan kamu boleh mengisi nya sendirian atau mau sekamar sama mamah?" tanya Sandra.
"Bagaimana kalau aku sekamar dulu sama mamah, biar aku bisa merasakan kehadiran seorang ibu." jawab Sandra.
"Dengan senang hati sayang." ucap Ralin sambil memeluk Sandra.
"Untuk sekarang kalian boleh tidur sekamar bahkan satu ranjang, tapi minggu depan tidak bisa lagi." ucap Baron.
"Kenapa ngga boleh yah?" tanya Dandra sambil melepaskan pelukan nya dengan Ralin.
"Karena minggu depan ayah akan kembali menghalalkan mamah kamu." jawab Baron.
"Memang nya ngga terlalu cepat mas kalau minggu depan?" tanya Ralin.
"Lebih cepat lebih baik." jawab Baron sambil tersenyum mesum.
"Mau nya mas itu mah." ucap Ralin.
"Kalau abang ngga bisa nginap di sini yah?" tanya Jev yang baru naik ke atas bersama Lisna.
"Abang temenin ayah saja di rumah, masa ayah pada ninggalin." jawab Baron.
"Kan ada om Jay, biasa nya juga sama om Jay." ucap Jev.
"Om Jay kan selalu sama bu Murni, nah ayah sama siapa?" tanya Baron.
"Iya deh iya, abang yang akan menemani ayah, tapi abang yakin deh kalau mamah sudah menetap di rumah ayah, abang sama adek ngga bakalan ada artinya lagi." ucap Jev.
"Kamu jangan bicara seperti itu bang, sampai kapan pun ayah akan menyayangi kalian berdua, sampai kapan pun kalian akan selalu berarti buat ayah." ucap Baron dengan tatapan sendu nya.
__ADS_1
"Makasih ayah, walau kita ngga sedarah, tapi ayah adalah orang yang sangat berarti dalam hidup ku, mulai sekarang dan untuk selama nya ayah akan selalu ada dihati ku." ucap Jev sambil memeluk erat Baron.
"Ayah juga selalu ada di hatiku, aku menyayangi ayah." ucap Sandra lalu memeluk erat Baron dan Jev.
Lisna dan Ralin yang melihat kasih sayang diantara mereka yang bukan sedarah pun meneteskan air mata nya.
"Kalian juga mau ikutan peluk ngga? sini." ajak Baron sambil melihat ke arah Ralin dan Lisna.
Ralin dan Lisna pun menghampiri dan ikutan masuk kedalam pelukan Baron.
"Kriyuk." suara perut Sandra terdengar jelas oleh mereka semua.
"Kamu lapar nak?" tanya Ralin sambil tersenyum, sedangkan Baron dan Jev tertawa melihat raut muka Sandra yang malu.
"Maaf mah, soal nya tadi Sandra makan sedkit, jadi sekarang sudah lapar lagi." ucap Sandra.
"Ngga apa-apa sayang, kalau gitu mamah pesankan makanan saja ya? kalau mamah masak pasti kelamaan takut anak mamah yang cantik ini pingsan karena kelaparan." ucap Ralin sambil tersenyum.
"Ngga gitu juga kali mah, ya sudah aku mau menata pakaian dulu, pakaian ku taro di mana mah?" tanya Sandra.
"Taro di lemari kamar sebelah saja, tapi kalau malam tidur nya sama mamah ya." jawab Ralin.
"Oke mah, ya sudah adek ke sana dulu yah." ucap Sandra lalu pergi ke kamar sebelah.
"Iya sayang, sekalian nanti kalau ada yang anterin makanan langsung bawa ke ruang makan ya? Lisna tahu tempat nya kok." jawab Ralin.
"Oke mah, ayo sayang kita ke bawah, dari pada di sini jadi obat nyamuk." ucap Jev sambil menarik tangan Lisna.
"Modus kamu itu mah bang, padahal kamu juga ingin berduaan kan sama Lisna." ucap Baron.
"Ayah pintar." jawab Jev sambil tersenyum.
"Yah, mah, kita berdua ke bawah dulu ya." izin Lisna.
"Iya sayang, jangan lupa yang mamah pesan tadi." ucap Ralin.
"Baik mah." jawab Lisna lalu pergi ke bawah bersama Jev kekasih nya.
"Akhir nya kita bisa berduaan juga." ucap Baron sambil memeluk erat Ralin.
"Mas, kebiasaan deh, nanti kita kepergok Sandra seperti tadi." ucap Ralin.
"Mas kan kangen kamu sayang, sudah puluhan tahun mas menahan rasa ini." ucap Baron lalu mencium lembut pipi Ralin.
__ADS_1
"Puluhan tahun saja bisa menahan nya, masa satu minggu saja mas ngga bisa nahan." ucap Ralin.
"Jadi kamu setuju Yang, kalau kita menikah kembali minggu depan." ucap Baroan dengan wajah bahagia nya.
"Iya mas, asal mas mau menerima aku dengan keadaan aku yang seperti sekarang, aku ngga bisa ngasih mas keturunan lagi." ucap Ralin.
"Ngga masalah, kan kita sudah punya Jev dan Sandra, lagian kita sudah tua jadi kita sudah ngga terlalu mengharapkan nya sekarang giliran kita mengharapkan seorang cucu." jawab Baron.
"Makasih mas." ucap Ralin sambil mencium bibir Baron.
*
*
"Nak untung kamu pulang cepat." ucap bu Adriana.
"Kenapa memang nya mah?" tanya Ken.
"Antar mamah ke rumah tante Ralin ya, tante Ralin tadi menyuruh mamah ke butik nya." jawab bu Adriana.
"Sama papah saja lah mah, Ken males kemana-mana." ucap Ken sambil duduk di sofa.
"Ayolah nak, papah katanya pulang malam karena ada pertemuan penting malam ini." ucap bu Adriana.
"Tapi Ken sangat males untuk ke luar rumah lagi mah." ucap Ken.
Memang semenjak kepergian Sandra, Ken tidak pernah ke luar rumah lagi kalau sudah pulang kerja, diajak para sahabat nya pun dia selalu menolak.
"Ken sudah ngga sayang sama mamah lagi ya? masa membiarkan mamah nya pergi sendirian malam-malam." ucap bu Adriana dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
Ken menatap ibu sambung nya, dia merasa ngga tega melihat mamah sambung nya itu bersedih.
"Ya sudah Ken antar, tapi Ken ganti baju dulu." ucap Ken sambil berdiri.
"Makasih nak, kamu sudah mau mengantar mamah." jawab bu Adriana sambil tersenyum.
"Sudah mamah ngga usah sedih lagi, tunggu sebentar." ucap Ken lalu pergi ke kamar nya.
"Kamu memang ngga bisa melihat mamah sedih nak, mamah rela punya anak sambung banyak pun kalau rasa sayang nya sama seperti kamu ini." gumama bu Adriana.
Bu Adriana menunggu Ken dengan sabar, hingga akhir nya Ken sudah terlihat rapih dan tampan dengan pakaian rumahan nya.
"Ayo mah kita berangkat." ajak Ken.
__ADS_1
"Iya nak, ayo." jawab bu Adriana sambil tersenyum karena bahagia melihat anak nya mau keluar rumah lagi walaupun dengan drama yang menyedihkan.