Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Penyekapan


__ADS_3

"Bawa kemana mereka sayang?' tanya Miranda sambil terus mengemudikan mobil nya.


"Bawa ke markas saja, kita jangan apa-apa kan dulu mereka, kita tunggu Sarah." ucap Bobi.


"Oke sayang."


Mereka pun sampai di sebuah markas, di sana sudah ada beberapa anak buah nya bobi yang selalu setia berada di markas.


"Seperti nya si bos dapat tangkapan besar nih." ucap Jojo sambil melihat mpbil Bobi.


"Kalian, bantu Lexy membawa kedua wanita ini, tutup mulut nya dan ikat kedua tangan dan kaki nya." perinttah Bobi kepada anak buah nya yang lain.


"Baik bos, apa kita juga akan mencicipi nya bos."


"Jangan sampai kamu menyentuh mereka berdua sebelum ada perintah dari Sarah adik saya."


"Baiklah bos." ucap Jojo lalu membawa Lisna ke dalam sebuah kamar dan menyekap nya.


"Sayang, aku capek, kita pulang dan istirahat yuk, di sini kan banyak yang jaga." ajak Miranda sambil bersandar di pundak nya Bobi.


"Lex, kamu jaga mereka, dan ingat jangan di apa-apa kan dulu." perintah Bobi.


"Baik bos, saya mengerti." jawab Lexy.


"Ayo sayang, kita pulang sekarang." Bobi dan Miranda pun meninggalkan markas nya.


Lexy dan beberapa anak buah Bobi pun menjaga ketat markas nya.


*


*


"Bajingan kamu Bobi, aku tidak akan membiarkan kamu hidup." teriak Jev sambil turun ke bawah dengan tergesa-gesa.


"Abang tahu mereka?" tanya Ken yang mengikuti nya dari belakang.


"Ya, Bobi adalah ketua mafia dari salah satu geng, dan aku tahu markas nya mereka."

__ADS_1


"Baiklah kita kesana sekarang, aku sudah lama ngga olah raga." ucap Ken sambil masuk ke dalam mobil.


Jev mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, sungguh dia benar-benar sangat khawatir dengan adik dan kekasih nya itu.


"Sayang, adek, sabar ya, abang akan menolong kalian walaupun nyawa abang taruhan nya." gumam bathin Jev.


"Jangan terlalu kencang bang bawa mobil nya, abang percaya deh kalau Sandra bisa melawan mereka, dulu saja lima preman dia lawan sekaligus." ucap Ken.


"Ya, dia memang bisa melawan lima preman sekaligus, tapi untuk melawan Bobi, Sandra bukan lawan yang setimpal, ilmu beladiri Sandra jauh di bawah ilmu nya Bobi, kamu ingat kan dengan cerita ayah yang mengangkat nya menjadi anak nya? dia lah yang telah membuat adek kalah dan pingsan waktu itu."


"Apa! Jadi dia yang sudah membuat Sandra kalah dan pingsan waktu itu? Tak akan aku biarkan dia." kini giliran Ken yang terlihat emosi.


Awal nya Ken sedikit tenang karena Sandra jago beladiri, tapi setelah mendengar cerita dari Jev, Ken menjadi khawatir dengan keadaan Sandra.


"Cepat bang, aku khawatir dengan Sandra." teriak Ken.


"Tadi aku sudah cepat kamu bilang santai, sekarang malah suruh aku cepat lagi." gerutu Ken.


"Aku kira mereka penculik abal-abal, ternyata dia ketua mafia."


"Sayang tunggu aku, aku akan menghabisi mereka meski aku harus kehilangan nyawaku sendiri." gumam bathin Ken.


*


*


"Sudah dong sayang, kamu jangan nangis terus, sekarang kita pulang, semua nya sudah di masukan ke koper kan?" ucap Baron sambil membelai lembut kepala Ralin.


"Aku takut terjadi sesuatu dengan Sandra mas." ucap Ralin sambil terus menangis.


Entah kenapa Ralin sangat khawatir sekali dengan Sandra, seperti sudah ada ikatan bathin antara anak dan ibu kandung, padahal menurut mereka Sandra hanyalah anak angkat saja.


"Iya mas tahu kalau kamu sangat khawatir sekali dengan Sandra, tapi kamu tenang saja, disana kan sudah ada Ken dan Jev yang akan menolong nya."


"Kamu sangat khawatir sekali sayang dengan Sandra, kamu sampai menangis seperti ini hanya karena anak angkat kamu sedang dalam bahaya, apalagi dulu sewaktu aku membuang anak kandung kita, kamu pasti sangat terpuruk dan sangat sedih sekali, oh Tuhan betapa jahat nya aku ini." gumam bathin Baron.


"Maafkan mas sayang, maafkan mas." Baron punmemeluk erat tubuh Ralin sambil meminta maaf dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Baron kembali mengingat masa lalu nya.

__ADS_1


"Kenapa mas yang minta maaf? Mas kan bukan pelaku nya." ucap Ralin sambil mengusap air mata nya.


"Melihat kamu sedih seperti ini mas selalu ingat akan kesedihan kamu sewaktu mas membaawa anak kita." ucap Baron.


"Mas, aku kan sudah bilang jangan pernah mengungkit nya lagi." ucap Ralin sambil menghapus air mata Baron yang sudah mulai meluncur ke pipi nya.


Baron hanya diam dan menatap Ralin dengan mata merah nya.


"Mas kenapa jadi cengeng seperti ini sih?'


"Mas akan cengeng bila itu menyangkut dirimu dan mengingat masa itu."


"Baiklah aku tidak menangis lagi, ya sudah ayo kita pulang mas, bulan madu nya cukup sampai di sini saja." ucap Ralin sedikit bercanda padahal harti nya ingin menjerit dan ingin egera sampai ke rumah nya.


"Kamu ini, mas tahu kamu lagi sedih, tapi kamu selalu bisa menutupi nya, cup," Baron pun mengecup bibir Ralin sebentar.


Ralin tersenyum dengan perlakuan Baron, memang semenjak pacaran dulu Baron selalu menyayangi dan mencintai nya, tapi karena dia masuk ke dunia hitam dia jadi brutal dan tanpa belas kasih.


"Maafkan aku ya mas, acara bulan madu nya belum selesai tapi kita harus segera pulang, aku sangat khawatir dengan Sandra.


"Hey, kenapa bicara seperti itu, bulan madu di kamar kita juga bisa, sekarang lebih penting Sandra dari pada bulan madu kita, ya sudah ayo sekarang kita berangkat sebelum kita ketinggalan pesawat."


Baron pun memeluk Ralin dari samping, sedangkan sebelah tangan nya menarik koper yang berukuran sedang.


"Ngga ada yang ketinggalan kan sayang?" tanya Baron.


"Ngga mas, semuanya sudah aku masukan ke dalam koper."


Baron dan Ralin pun berjalan dengan bergandengan menuju bandara.


Selama perjalanan Ralin hanya diam dan terus memikikan Sandra, Baron tahu kalau istri nya sedang memikirkan Sandra, dengan penuh kasih dan sayang Baron selalu memeluk dan mengelus lembut Ralin.


Mereka berdua tidak perduli dengan orang sekitar, karena pikiran mereka pun terus tertuju pada Sandra yang sedang di culik.


"Ya Tuhan selamatkan Sandra, aku tidak ingin kehilangan Sandra anak angkat ku, sudah cukup aku kehilangan anak kandung ku, aku ngga sanggup kalau harus kehilangan Sandra."


Lagi dan lagi air mata Ralin menetes, Baron dengan sigap menghapus air mata Ralin lalu mengecup kedua mata Ralin membuat yang melihat nya iri akan kemesraan mereka berdua, padahal Baron lagi memenangkan istri nya.

__ADS_1


"Aku janji akan membawa Sandra kehadapan kamu lagi sayang, aku akan membunuh orang yang sudah membuat istriku menangis dan bersedih." gumam bathin Ken dengan tatapan amarah nya.


__ADS_2