Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Makan Di Bawah Menara Eiffel


__ADS_3

Mereka kini sedang keliling Paris, Sandra dan Lisna membeli apa pun yang mereka ingin kan, Ken dan Jev hanya geleng-geleng kepala melihat ke dua wanita yang mereka sayangi sedang berburu belanjaan.


Kedua tangan Jev dan Ken sudah penuh dengan barang belanjaan mereka, tapi seakan mereka ngga perduli dengan kerepotan para suami nya, mereka terus berburu belanjaan.


"Capek dan lapar kak, kita udahan yuk belanja nya, sekarang kita makan saja." ajak Sandra.


"Iya nih kakak juga sudah kerepotan membawa nya." jawab Lisna sambil mengangkat kedua tangan nya.


"Baru sadar kalian? kalian tidak lihat tangan kita berdua sudah susah membawa nya." ucap Jev dengan wajah kesal nya.


Jev tidak mempersoalkan masalah uang nya, tapi Jev mempermasalahkan barang bawaan nya yang membuat dirinya repot.


"Maaf sayang, aku kalaf." ucap Lisna dengan wajah di buat-buat.


"Ya sudah ayo kita makan, sekalian kita istirahat." ucap Ken.


*


*


"Capek sayang." ucap Sandra dengan nada manja nya.


Kini mereka sudah berada di kamar hotel kembali, datang-datang Sandra langsung merebahkan diri di atas kasur dan tidak peduli sama barang belanjaan nya.


"Sudah puas sayang? Atau kamu mau ke suatu tempat lagi?" tanya Ken.


"Ngga ah sudah cukup, sekarang aku mau tidur dulu, jangan ganggu aku ya mas." Sandra pun tertidur tanpa memperdulikan Ken dan barang belanjaan nya.


Ken menatap Sandra dengan bibir tersenyum, lalu membereskan barang belanjaan istri nya.


Sedangkan di kamar Lisna, Jev sedang membereskan barang belanjaan dan baju-baju mereka, karena besok mereka akan kembali.


Sudah cukup waktu yang di berikan oleh Baron untuk Jev dan Lisna.


Lisna yang merasa capek hanya duduk dan rebahan manja sambil melakukan panggilan bersama Ralin.


*


*


Pagi hari Lisna dan Jev sudah siap dengan barang bawaan nya untuk pulang kembali berkumpul dengan Ralin dan Baron.

__ADS_1


"Abang ngga ikut sekalian ke Turki?" tanya Sandra yang kini sudah berada di dalam kamar Jev.


"Ngga dek, jatah kakak cuma satu minggu dan itu kita milih nya di sini, kakak dan kakak ipar harus cepat kembali karena kasihan mamah dan ayah ngga ada yang bantuin." ucap Jev.


"Aku juga sudah kangen sama ayah dan mamah." ucap Sandra dengan mata yang sudah berkaca-kaca, kepala nya dia sandarkan di bahu Jev.


"Kamu kapan pergi ke Turki?" tanya Jev sambil membelai rambut Sandra.


"Besok bang."


Melihat Sandra yang manja kepada Jev, Lisna hanya tersenyum, dia merasakan apa yang di rasakan Sandra, dirinya pun dulu berharap punya seorang kakak laki-laki yang akan selalu melindungi dirinya.


Berbeda balik dengan Ken, Ken kesal melihat Sandra yang sedang manja kepada Jev, "Kenapa harus sama bang Jev sih, aku juga kan ada di sini." gumam bathin Ken dengan wajah di tekuk nya.


"Ya sudah berarti kan minggu depan kamu juga sudah pulang lagi, dan kita akan berkumpul kembali." Sandra hanya mengangguk sambil mengusap air mata nya.


"Sudah jangan menangis, sudah punya suami masih aja cengeng." goda Jev.


Terlihat Lisna lari pergi ke kamar mandi, Jev langsung menjauhkan tubuh Sandra dan nyusul Lisna ke kamar mandi.


"Abang ih, adek nya sampai di jauhkan begini, padahal kakak ipar juga cuma pergi ke kamar mandi." gerutu Sandra.


"Yang, kamu lupa ya kalau suami kamu itu aku." ucap Ken sambil menatap kesal kepada Sandra.


"Huek, huek."


"Mas, kak Lisna kenapa, ayo kita lihat." Sandra menarik tangan Ken dan menghampiri kamar mandi.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Jev sambil memijit-mijit tengkuk Lisna.


"Ngga tahu mas, masuk angin kali, habis mas sih tiap malam minta, aku jadi ngga pakai baju kan setiap malam." ucap Lisna dengan wajah pucat nya.


"Maaf kan mas sayang, lagian si otong mas on terus kalau sudah meluk kamu."


"Bang kakak ipar kenapa." teriak Sandra sambil mengetuk pintu kamar mandi nya.


Pintu kamar mandi pun terbuka dan terlihat Lisna dengan tubuh lemas nya.


"Kakak kenapa?"tanya Sandra dengan wajah khawatir nya.


"Pusing dek, masuk angin seperti nya." jawab Lisna.

__ADS_1


"Kalau gitu kita batalin kepulangan kita." ucap Jev.


"Iya bang, pulang nya nanti aja kalau kak Lisna sudah sehat." ucap Sandra.


"Ngga mas, kita pulang saja, aku juga cuma pusing saja kok, nanti juga baikan lagi."


"Tapi kondisi kamu,"


"Aku baik-baik saja mas, nanti juga baikan lagi, aku sering masuk angin seperti ini, nanti di pesawat aku tidur."


"Ya sudah kalau gitu sekarang kita berangkat nanti kita ketinggalan pesawat."


"Biar aku yang bawa bang, abang gandeng kakak ipar saja." ucap Ken sambil mengambil barang-barang Jev.


"Sayang kamu bawa koper ini saja, biar yang lain nya aku yang bawa." ucap Ken sambil memberikan koper yang berukuran sedang kepada Sandra.


*


*


"Mas bangun, aku mau makan di bawah menara eiffel." ucap Sandra sambil membangunkan suami nya yang sedang tertidur dengan lelap nya.


"Apa sayang? Kenapa kamu belum tidur?" tanya Ken tanpa membuka kedua mata nya.


"Mas, aku lapar." teriak Sandra.


"Ya ampun yang, ini masih malam, besok saja sebelum kita pergi ke Turki kita makan di sana dulu oke." Ken malah memeluk Sandra kembali.


"Ya sudah kalau kamu ngga mau antar aku, aku akan pergi sendiri kesana." Sandra melepaskan pelukan Ken lalu bangun dari tidur nya.


"Sayang." panggil Ken sambil membuka kedua mata nya.


"Sudah tidur saja, aku akan pergi sendiri." Sandra mengambil mantel tebal nya dan hendak pergi ke menara eiffel sendirian.


"Sayang tunggu, aku antar, aku ambil mantel dulu." teriak Ken langsung bangun dan ngambil mantel nya, karena udara malam itu sangatlah dingin.


Dengan menahan rasa kantuk yang mendera Ken pun pergi menemani istri nya yang ingin makan di bawah menara eiffel.


Untung saja masih ada restauran yang buka dua puluh empat jam, jadi keinginan Sandra terlaksana.


Betapa bahagia dan senang nya Sandra bisa makan di bawah menara eiffe; malam hari, tidak lupa dirinya mengabadikan semua momen bulan madu nya di ponsel mahal nya.

__ADS_1


"Ken yang tadi nya ngantuk, kini mata nya terlhat segar melihat Sandra makan dengan begitu lahap nya.


__ADS_2