Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Melihat Ralin


__ADS_3

"Jay, kejar mobil itu." teriak Baron sama Jay.


Jay pun mengejar mobil yang ditunjuk oleh Baron, tapi karena banyak nya kendaraan yang menghalangi nya, akhir nya mobil Ralin pun tak bisa di kejar dan hilang dari pandangan Jay dan Baron.


"Sial." umpat Baron sambil memukul jok depan mobil.


"Memang nya yang di dalam mobil itu siapa bos?" tanya Jay.


"Aku melihat Ralin di mobil itu." jawab Baron sambil terus mencari mobil yang di naiki Ralin.


"Apa bos ngga salah lihat?" tanya Jay.


"Ngga, saya yakin tadi Ralin, saya ngga akan lupa dengan wajah nya, walaupun kita sudah puluhan tahun ngga bertemu." jawab Baron.


"Terus sekarang kita kemana bos? ke cafe biasa atau ke tempat lain nya?" tanya Jay kembali.


"Kita ke cafe biasa, kita makan siang dulu." jawab Baron.


"Aku yakin itu kamu sayang, sekarang kamu sudah sukses, aku harap suatu saat kita di pertemukan dan di saat kita bertemu kamu mau memaafkan aku." gumam bathin Baron.


*


*


Semenjak Sandra mengalah kan para perampok, kini Adriana semakin percaya kalau Sandra bisa menjaga Ken.


Pagi ini Sandra sudah tiba di kediaman nya pak Anthoni dengan baju yang kemarin Adriana belikan.


"Pagi bu, pak." ucap Sandra sambil membungkuk kan badan nya.


"Pagi juga nak, wah kamu keren sekali nak pakai baju itu, cantik lagi." ucap bu Adriana.


"Ah ibu bisa saja." jawab Sandra mali-malu.


"Pagi semua." ucap Ken yang baru bergabung di meja makan sambil menatap ke arah Sandra yang penampilan nya sedikit berubah.


"pagi juga tuan." jawab Sandra sambil sedikit membungkuk kan tubuh nya.


"Ya sudah ayo nak Sandra kita sarapan bareng." ajak pak Anthoni.


"Baik pak." jawab Sandra sambil duduk di depan Ken.


Selama sarapan Ken terus menatap wajah Sandra yang sedikit berubah menurut nya.

__ADS_1


"Ternyata asistenku cantik juga, ah kenapa aku jadi memuji dia." gumam bathin Ken.


Sedangkan Sandra hanya diam menunduk sambil menikmati sarapan nya.


"Apa sih dia ini lihatin aku terus, ada yang salah gitu ma aku." gumam bathin Sandra sambil melirik ke arah baju nya.


"Ayo nak nambah lagi." ucap bu Adriana.


"Ngga bu, sudah cukup, makasih." jawab Sandra, sebenarnya Sandra ingin sekali untuk nambah karena dia jarang makan makanan yang enak seperti saat ini, tapi dia tahu diri, dia memilih untuk tidak nambah.


"Kamu sudah kan sarapan nya, kalau sudah kita berangkat." ucap Ken.


"Sudah kok tuan." jawab Sandra sambil berdiri sambil mengambil piring kotor bekas dirinya.


"Sudah nak, biarkan saja, nanti sama bibi di beresin, kamu pergi saja bersama Ken." ucap bu Adriana sambil menahan piring yang akan di bawa Sandra.


Sandra pun mengalah dan pergi mengikuti langkah Ken.


Di dalam mobil Ken menerima panggilan dari para sahabat nya.


"Apa lo pagi-pagi udah telepon?" ucap Ken setelah menerima telepon dari Dafin.


"Kita mau ngajak lo party nanti malam di club biasa." ucap Dafin.


"Siapa yang menghubungi nya?' gumam bathin Sandra sambil melirik kearah belakang.


"Pokok nya lo harus dan wajib ikut dan jangan lupa harus bawa pasangan karena malam ini khusus party pasangan, kalau lo belum punya pasangan nanti gue yang carikan," ucap Dafin.


"Ogah gue di carikan pasangan sama lo, pasti yang lo kasih yang gatel nya tingkat tinggi?" ucap Ken.


"Lo ajak saja si Sarah, kan selama ini kalian juga ada hubungan kan?" tanya Dafin.


"Udah gue usir kemarin." jawab Ken.


"Kenapa lagi? apalagi sih yang para wanita itu lakukan pada lo Ken, sedikit-sedikit lo usir, sedikit-sedikit lo buang mereka." tanya Dafin.


"Dia sudah berani kurang ajar suruh memilih antara dia dan ibu gue, lo tahu sendiri gue sangat menyayangi ibu gue, walaupun dia bukan ibu kandung gue." jawab Ken.


"Jadi, bu Adriana bukan ibu kandung tuan Ken? tapi kasih sayang diantara mereka seperti layak nya ibu dan anak kandung, ibu yang hebat, walaupun bukan ibu kandung tapi bu Adriana sudah seperti ibu kandung bagi tuan Ken." gumam bathin Sandra.


"Ya gue paham, terus lo sudah ada pasangan belum, pokok nya lo harus datang dan bawa pasangan lo." ucap Dafin.


"Memang nya siapa saja yang ikut nanti malam?" tanya Ken.

__ADS_1


"Semua nya juga ikut kok, Agam dan Sam juga ikut, jadi kalau lo ngga ikut habis lo sama anak-anak." jawab Dafin.


"Gue usahakan, ya udah nanti gue hubungi lo lagi, ini gue udah sampai ke kantor." ucap Kendrick sambil memutuskan panggilan nya.


Sandra pun turun lebih dulu daripada Ken, lalu membuka kan pintu belakang mobil.


Semua mata karyawan menatap kearah Sandra.


"Siapa perempuan yang bersama pak Ken ya?" ucap Rani salah satu karyawan di perusahaan Ken.


"paling juga wanita baru nya, kan pak Ken ngga bisa hidup tanpa wanita." jawab Nia teman nya.


"Tapi yang ini seperti nya berbeda lo, kamu lihat saja gerak gerik nya seperti seorang asisten gitu, biasa nya perempuan yang dekat dengan pak Ken kan pada ganjen-ganjen." ucap Rani.


"Sudah lah biarkan saja, itu bukan urusan kita juga, yang penting kita bekerja dan di gaji itu saja, ayo kita kerja nanti kita kena SP lagi." ucap Nia.


*


*


"Selamat pagi pak, saya diutus pak Anthoni untuk menjadi sekertaris bapak mulai hari ini." ucap Lucky dengan sopan.


"Ya." jawab Ken singkat sambil masuk ke dalam ruangan nya.


"Sandra dengan sigap membuka kan pintu ruangan Ken.


"Kamu bisa temani saya ke club malam ini?" tanya Ken sambil menatap wajah Sandra.


"Bisa tuan." jawab Sandra singkat.


"Bisa ngga kamu jangan panggil saya dengan panggilan tuan." ucap Ken.


"Ngga bisa tuan, kan tuan atasan saya." jawab Sandra.


"Ya sudah terserah kamu saja lah." akhir nya Ken menyerah dengan Sandra.


Ken pun serius bekerja tanpa melirik lagi ke arah Sandra, sedangkan Sandra merasa bosan dari tadi hanya duduk diam sambil bermain ponsel.


"Aku tidur saja lah, ngantuk juga kerja cuma diam seperti ini." gumma bathin Sandra dan akhir nya dia tertidur di sofa.


hingga jam demi jam dia lalui, dan akhir nya tiba untuk pulang, Ken pun membereskan meja nya sambil melirik ke arah sofa.


"Seperti nya dia ketiduran." gumam bathin Ken sambil berjalan menghampiri Sandra.

__ADS_1


"Damai sekali wajah nya kalau lagi tidur begini, tapi kalau udah melawan preman beringas nya keluar." gumam bathin Ken sambil menatap wajah Sandra yang lagi tidur.


__ADS_2