Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Berat


__ADS_3

"Sekarang jelaskan semua nya." ucap Jev sambil menatap Sandra dan Ken.


Semuanya kini sudah duduk di ruang tamu rumah Ralin, mereka tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun, karena menurut mereka yang berhak hanyalah Jev kakak angkat Sandra.


Jangankan jantung Sandra dan Ken yang berdebar, jantung Ralin dan kedua orang tua Ken pun sama, karena mereka takut Jev tidak merestuinya, karena kalau Jev melarang atau pun tidak merestuinya, maka Sandra akan menuruti apa yang sudah di putuskan oleh Jev.


Sandra melirik ke arah Ralin seakan-akan dirinya sedang meminta bantuan untuk menjelaskan semua nya.


Ralin yang paham dengan tatapan Sandra pun ikut bicara.


"Nak, adik kamu dan Ken sudah menjalin sebuah hubungan, cuma mungkin mereka belum ada waktu untuk menjelaskan nya." ucap Ralin dengan lembut.


"Sejak kapan kalian ada hubungan?' Jev merasa tanggung jawab dia sebagai kakak yang menjaga Sandra dari masih bayi sungguh lah besar, dan Jev tidak mau kalau Sandra yang selama ini di jaga nya jatuh ke tangan laki-laki yang tidak bertanggung jawab.


"Semalam bang.' jawab Sandra sambil menunduk.


"Bang, maaf saya sudah lancang menyukai dan mencintai adik abang, tapi sungguh, semua yang aku rasakan ini tulus dari hati ku yang paling dalam, aku sangat menyayangi dan mencintai Sandra." ucap Ken dengan jujur.


"Adek, apa kamu mencintai dia atau dia yang maksa kamu untuk menerima nya?"


Sungguh Ken lebih baik berantem dengan preman dari pada harus berhadapan dengan Jev kakak angkat nya Sandra,


"I, iya bang, adek mencintai mas Ken."


"Apa adek yakin dengan pilihan adek ini?"


Lagi dan lagi Sandra mengangguk dan menjawab iya.


"Apa kamu sungguh-sungguh atau hanya mau mempermainkan Sandra?"


"Aku sungguh-sungguh bang, aku berjanji aku tidak akan pernah menyakiti hati dan jiwa nya, aku akan meratukan dia dimana pun berada." jawaban Ken membuat kupu-kupu yang berada di dalam hati Sandra seketika menari-nari bahagia.


"Baiklah, jika sedikit saja adikku terluka dan menjatuhkan air mata nya walaupun hanya setetes, aku tidak akan membiarkan kamu untuk bernafas." ucap Jev dengan nada sedikit mengancam.


"Baik bang, aku Kendrick Galang Atmaja berjanji di depan semua nya, kalau aku akan selalu menyayangi dan mencintai Sandra Angelie kapan pun dan dimana pun berada."


"Jadi abang merestui mereka?" tanya Baron yang dari tadi hanya diam saja.


"Ya ayah, tapi dengan syarat jangan sampai Sandra mengeluarkan air mata kesedihan nya."


"Makasih abang." ucap Sandra sambil memeluk erat kakak angkat nya.

__ADS_1


"Kalau kamu bahagia, abang orang yang paling bahagia di dunia ini, tapi kalau kamu sedih abang lah orang yang paling sedih, abang tidak mau melihat air mata kesedihan lagi, cukup air mata kesedihan kamu di masa kita hidup sengsara dan hidup berdua." ucap Jev lalu mencium kening Sandra dengan penuh rasa sayang seorang kakak terhadap adik nya.


Mereka yang melihat ikut meneteskan air mata nya, sungguh kasih sayang yang besar yang Jev berikan untuk Sandra, padahal mereka tidak sedarah.


"Begitu besar kasih sayang yang kamu berikan untuk Sandra nak." gumam bthin Ralin


"Begitu sayang nya kamu sama adik angkat kamu kak." gumam bathin Lisna


"Seandainya orang tua kalian masih ada, pasti mereka bangga pada kalian berdua." gumam bathin Adriana.


"Ayah merasa beruntung sudah mengangkat kalian berdua sebagai anak ayah."


Semua nya bergelut dengan pikiran mereka masing-masing sambil mengusap air mata.


"Ini siapa sih yang naro bawang dekat mata aku, kan aku jadi nangis." ucap Reni sambil menghapus air mata nya.


"Kamu bisa nangis juga Ren?" tanya Lisna sambil tersenyum.


"Aku juga manusia biasa kali, hanya manusia yang berhati batu lah yang tidak akan ikut menangis."


Yang tadi nya pada melow langsung pada tersenyum kembali ketika mendengar ucapan Reni.


"Besok pagi." jawab Ralin sambil tersenyum.


"Berangkat kemana mah? Kok mamah ngga bilang-bilang sama aku?" tanya Sandra yang belum tahu kalau Ralin akan pergi bulan madu ke Bali dengan Baron.


"Ayah dan mamah mau bulan madu ke Bali hadiah dari calon mertua kamu." jawab Baron.


"Berapa hari mah? Terus aku gimana?"


"Hanya satu minggu sayang, oh iya kalian tetap buka saja butik nya ya? Sandra akan menggantikan saya." ucap Ralin.


"Baik bu, tapi libur yang dua hari masih berlaku kan bu?" tanya Reni.


"Iya, kalian libur dua hari habis itu buka seperti biasa nya."


"Jadi kamu ngga masuk kerja lagi dong besok." ucap Ken.


"Memang nya kamu kembali kerja nak? Katanya sudah mengndurkan diri?" tanya Ralin.


"Mas Ken ngga memperbolehkan aku keluar mah." jawab Sandra.

__ADS_1


"Ya sudah ka;au mamah sih terserah kamu, karena yang akan menjalani nya juga kamu bukan mamah."


"Kalau begitu kita pamit pulang ya? Kalian istirahat saja, karena besok pagi kan kalian berangkat, besok pagi kita antar kalian ke bandara." ucap Adriana.


"Iya pak bu, semuanya aku juga pamit." ucap Reni.


"Ren, kita bareng saja pulang nya." ucap Lisna.


"Aku antar." ucap Jev.


"Ngga usah kak, kakak kan capek biar kita pulang berdua saja." ucap Lisna.


"Ngga ada penolakan, kamu itu calon istri aku, masa aku membiarkan kamu jalan malam-malam begini, bagaimana kalau ada preman lagi seperti dulu, mah aku pinjam mobil nya yah?" ucap Ken.


"Pakai saja sayang, dan itu ada kunci rumah nya, jadi kamu nanti masuk saja langsung, takut nya kita sudah pada tidur." jawab Ralin sambil tersenyum.


"Iya mah." Jev pun mengambil kunci mobil Ralin yang di simpan di tempat biasa.


Mereka bertiga pun pulang diantar Jev dengan mobil milik Ralin, karena mobil Baron sudah di bawa pulang oleh Jay dan bu Murni dengan seizin Baron.


"Ken ayo kita juga pulang sudah malam." ajak Adriana.


"Bisa ngga Ken pulang nya nanti saja mah."


"Ngga bisa." jawab Adriana dan pak Anthoni secara bersamaan.


"Kompak banget jawab nya." ucap Ken dengan sedikit kesal.


"Sudah, jangan banyak alasan sekarang kita pulang, besok masih banyak waktu untuk bertemu dengan Sandra."


Dengan terpaksa Ken pun menuruti kemauan orang tua nya untuk pulang. Berat hati Ken untuk meninggalkan Sandra, padahal Ken cuma pulang ke rumah nya bukan pergi ke luar negeri.


"Aku pulang ya sayang." bisik Ken.


"Iya mas, hati-hati." ucap Sandra dengan pelan.


"Ken buruan udah malam." ucap Adriana sambil menarik tangan Ken.


Ken pun berjalan mengikuti langkah orang tua nya dengan langkah yang berat, Sandra dan Ralin hanya tersenyum melihat tingkah Ken.


"Ayo nak kita masuk." ajak Ralin sambil menggandeng Sandra, sedangkan Baron menutup dan mengunci pintu utama.

__ADS_1


__ADS_2