
"Maaf tuan aku ketiduran." ucap Sandra sambil mengucek matanya.
"Ayo bangun, temani aku pergi ke acara pesta malam ini." ajak Ken.
"Baik tuan, saya cuci muka dulu sebentar." ucap Sandra sambil bangun dari sofa.
"Ya sudah, tapi kamu nanti di tempat tante Ralin mandi ya?" ucap Ken.
"Memang nya kita mau ke butik nya tante Ralin? bukan nya mau ke pesta?" tanya Sandra.
"Apa kamu mau dengan penampilan seperti ini pergi ke sebuah pesta? malu-maluin saja." ucap Ken dengan ketus.
Sandra pun terdiam dan melihat penampilan diri nya sendiri, "Menurutku ngga begitu buruk." gumam bathin Sandra.
"Sudah ayo kita jalan, nanti terlambat lagi." ucapan Ken membuat sandra tersadar dari lamunan nya.
Sandra pun dengan gerak cepat membawakan tas kerja Ken dan membuka kan pintu ruangan.
Ken dan Sandra pun berjalan beriringan menuju dimana mobil nya di parkir kan.
*
*
Tante Ralin yang sudah dapat info kalau akan ada Sandra dan Ken datang ke butik nya pun merasa senang sekali, sampai-sampai dia sudah mempersiapkan gaun cantik yang keluaran terbaru buat di pakai oleh Sandra.
"Lis, kamu sudah siapkan baju yang terbaru buat Sandra kan?" tanya tante Ralin pada Lisna.
"Sudah bu." jawab Lisna.
"Selamat sore tante Ralin yang cantik." teriak Ken yang baru saja datang bersama Sandra.
"Selamat sore sayang, gimana kerjaan kamu hari ini?"tanya tante Ralin sambil memeluk Ken dan Sandra bergantian.
"Seperti biasa kerjaan aku selalu numpuk." jawab Ken.
"Ya, yang nama nya kerjaan pasti akan selalu numpuk, tapi kan kalau di kerjakan setiap hari pasti akan menjadi ringan.." ucap tante Ralin.
"Bagaimana kabar kamu San? kamu ngga apa-apa kan setelah insiden kemarin?" tanya tante Ralin pada Sandra.
__ADS_1
"Alhamdulilah saya ngga kenapa-napa, tante tahu kejadian malam kemarin?" jawab Sandra sambil merasakan sesuatu di hati nya.
"Nyaman sekali pelukan nya, seperti nya aku pernah merasakan pelukan ini, tapi entah dimana." gumam bathin Sandra.
"Aku ngga ingin melepaskan pelukan ini, sungguh aku merasakan nyaman dengan pelukan ini." gumam bathin tante Ralin.
"Tante tahu dari Adriana, kamu selalu hati-hati ya nak kalau melawan preman, tante takut kamu kenapa-kenapa, Ayo nak silahkan duduk." ucap tante Ralin mempersilahkan Sandra dan Ken.
"Oh ya tan, bisa ngga kalau Sandra ikut mandi di sini? soalnya ngga mungkin kan kalau kita pergi ke pesta dengan tubuh penuh keringat seperti ini." ucap Ken.
"Tentu saja boleh nak, ayo kita ke atas nak." ajak tante Ralin.
"Ya udah kalau gitu tante sama Sandra ke atas dulu, kamu tunggu di sini aja ya Ken." ucap tante Ralin.
"Iya tan, aku mau istirahat saja di sini." jawab Ken.
Sandra pun mengikuti langkah tante Ralin menuju ruang atas yang menjadi ruang pribadi nya.
"Ayo nak masuk, ini handuk dan peralatan mandi nya ada yang masih baru jadi kamu pakai saja." ucap tante Ralin memberikan handuk yang masih baru pada Sandra.
"Makash tante." jawab Sandra.
Sementara Sandra sedang membersihkan tubuh nya, tante Ralin menyiapkan baju ganti yang sudah dia siapkan beserta dalaman nya semua yang serba baru.
"Entah kenapa aku senang sekali menyiapkan semua ini untuk Sandra, apa karena aku sangat merindukan putri ku, ya tuhan tolong segera pertemukan aku dengan anakku, aku yakin dia masih hidup." gumam bathin tante Ralin.
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, tante Ralin pun menoleh, terlihat Sandra yang sudah segar dan memakai bathrobe.
"Nak ini baju ganti nya, kamu ganti di ruangan sana aja." ucap tante Ralin sambil memberikan baju baru pada Sandra.
"Terima kasih tante." ucap Sandra sambil mengambil baju dari tangan tante Ralin.
Sandra pun memakai baju yang di berikan tante Ralin, sebuah dres dengan tinggi selutut dan bahu yang tertutup dengan belahan dada yang tidak begitu seksi bercorak warna merah maroon yang sangat kontras sekali dengan kulit Sandra yang putih.
"Apa ini tidak terlalu seksi tan?" tanya Sandra setelah selesai memakai dres nya.
"Tidak sayang, menurut tante baju itu pas sekali di tubuh mu, dan warna nya juga sangat pas dengan kulit putih yang kamu miliki.
"Tunggu sebentar, tante akan manggil Lisna dulu untuk merias wajah kamu." ucap tante Ralin sambil mengambil ponsel dan menghubungi no Lisna.
__ADS_1
"Ngga usah tan, biar saya merias diri apa adanya saja." ucap Sandra.
"Tidak-tidak, kamu mau ke acara pesta, jadi kamu harus kelihatan perfeck, jangan malu-maluin." jawab tante Ralin sambil menghubungi Lisna.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Lisna.
"Tolong kamu ke atas sekarang dan jangan lupa bawa semua peralatan make up kamu." jawab tante Ralin.
"Baik bu, saya keatas sekarang juga." jawab Lisna lalu mematikan sambungan telepon nya.
"Kamu harus kelihatan cantik sayang, tante mau kamu yang tercantik di tempat pesta nanti." ucap tante Ralin.
"Maaf tan kalau saya lancang, suami dan anak tante dimana? kok ngga pernah kelihatan?" tanya Sandra.
"Suami dan anak tante entah dimana sekarang, tante juga sebenarnya kangen sekali dengan putri tante." jawab tante Ralin dengan wajah sedih nya.
"Maaf tante, pertanyaan saya sudah membuat hati tante sedih." ucap Sandra.
"Tidak apa-apa nak, cuma tante selalu merasakan kangen pada anak tante, tante hanya beberapa hari saja menggendong dan memeluk nya, setelah itu sampai sekarang tante ngga pernah mendengar kabar apalagi bertemu dengan nya." jawab tante Ralin.
"Permisi bu." ucap Lisna sambil mengetuk pintu.
"Masuk saja Lis, ngga di kunci kok." jawab tante Ralin.
"Lis, tolong buat Sandra jadi yang tercantik malam ini." ucap tanyte Ralin.
"Siap bu, saya akan buat non Sandra menjadi wanita tercantik satu-satu nya malam ini." jawab LIsna sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau gitu, kamu rias Sandra ibu mau ke bawah dulu ya." ucap tante Ralin.
"Baik bu." jawab Lisna sambil mengeluarkan alat make up nya.
Lisna pun memulai merias wajah Sandra dengan telaten dan dilakukan dengan Sandra membelakangi sebuah kaca besar.
"Jangan terlalu tebal ya mbak." ucap Sandra.
"tenang saja non, sebenar nya non itu hanya membutuhkan sedikit polesan saja sudah terlihat aura kecantikan nya kok." jawab Lisna.
"Mbak bisa saja, aku itu ngga pernah make up mbak, selama saya hidup baru kali ini saya di make up dan pakai baju seperti ini, apalagi ini pastinya baju mahal." ucap Sandra.
__ADS_1
"Selesai non, coba non menghadap ke arah kaca besar yang ada di belakang non." ucap Lisna sambil tersenyum, dia merasa puas dengan hasil karya nya.