
Hari ini hari keberangkatan Ken sama Sandra ke Paris, mereka mau melanjutkan perjalanan bulan madu nya di negara kedua yang orang tua nya pilihkan, di dalam pesawat Ken masih memperlihat kan wajah kesal nya, dia masih kesal dengan kedatangan Mark kemarin pagi.
Sandra yang sudah mulai biasa naik pesawat tidak terlalu takut seperti waktu keberangkatan nya ke Bali kemarin.
"Mas, senyum dong, wajah nya di tekuk terus, jelek tahu." Sandra menggoda suami nya, tapi Ken tetap pada pendirian nya, dia mau Sandra tidak terlalu menebar senyuman nya kepada laki-laki.
"Oh, jadi mas ngga mau ngomong sama aku lagi, baik kalau itu yang mas mau, lihat saja ya selama di Paris nanti, jangan harap mas bisa menikmati tubuh ku lagi." ucap Sandra pelan, karena takut di dengar orang lain.
"Ngga sayang, aku mau kok ngomong sama kamu, aku hanya lagi berpikir nanti kita kalau punya anak pasti lucu-lucu." ucap Ken sambil memperlihatkan senyuman manis nya.
"Ternyata mudah ya membujuk dia kalau lagi marah, aku tahu mas kalau kamu masih marah karena kedatangan Mark kemarin ke kamar." gumam bathin Sandra sambil menyembunyikan senyuman nya.
Kini Ken kembali seperti semula, Ken yang selalu tersenyum dan selalu mesra kepada Sandra, Sandra yang melihat perubahan suami nya hanya tersenyum.
"Yang, aku ingin punya anak banyak dan lucu-lucu, biar rumah kita nanti nya ramai dengan celotehan mereka.
"Dua saja mas, dua saja cukup kan?"
"Ngga itu masih kurang, aku ingin punya anak banyak karena aku merasa kesepian dari kecil, ngga ada adik yang bisa di ajak main, ngga ada kakak yang melindungi, ayah sibuk dengan kerjaan nya."
Tersirat sinar bahagia di mata Ken begitu membicarakan anak, dia sangat berharap sekali mempunyai banyak anak.
Sepanjang perjalanan nya ke Paris, mereka membahas masalah anak, Sandra pasrah dengan keinginan suami nya itu.
*
__ADS_1
*
Kini mereka berdua sudah menginjakkan kaki di kota Paris, sungguh Sandra tidak menyangka dirinya akan bisa berada di Paris seperti saat ini, bermimpi pun dirinya tidak.
"Mas, indah sekali, aku ingin ke menara eiffel." ucap Sandra dengan tatapan kagum nya dengan kota Paris.
"Kita akan keliling kota Paris, jangan ada satu tempat pun yang kita lewatkan, kita nikmatin momen bahagia kita." Ken memeluk mesra Sandra.
Entahlah Ken merasa ngga bosen dengan tubuh Sandra ini, dirinya merasa ada yang kurang kalau ngga meluk Sandra sedetik pun.
Bahkan Ken sempat berpikir, jika nanti dirinya sudah kembali ke Jakarta dan memulai kembali dengan segala rutinitas nya, apa dia sanggup meninggalkan Sandra di rumah?.
"Mas, ternyata kota Paris ini sangat indah ya? Mamah ngga salah memilihkan tempat ini untuk kita saat ini." ucap Sandra sambil menyentuh tangan Ken yang sedang melingkar di perut nya.
"Mereka pasti akan memilihkan tempat-tempat yang indah, karena mereka semua berharap kita pulang bawa dia ke hadapan mereka." ucap Ken sambil mengusap perut Sandra yang masih datar.
Dulu jangan kan untuk pergi ke luar negeri, untuk makan saja Sandra harus bekerja seharian bersama Jev.
"Mas sebelum kita ke hotel, bagaimana kalau kita keliling dekat-dekat sini dulu, aku ingin menikmati berbagai makanan di kota ini." ajak Sandra dengan kepala yang dia sandarkan di dada bidang nya Ken.
"Mas akan mengabulkan semua keinginan istri mas yang sangat cantik ini." Ken mencium mesra pipi Sandra.
"Ya sudah ayo kita berangkat sayang, kita makan dulu aja mas lapar ini."
Sepasang pengantin yang masih hangat dan selalu di landa kasmaran ini melangkah dengan penuh rasa bahagia, dan memulai untuk menjelajah kota Paris.
__ADS_1
*
*
"Sayang, aku sangat bahagia sekali kali ini, ini yang aku inginkan selama puluhan tahun ini, aku mencari kalian di sela-sela waktu luang, dan berharap bisa berkumpul kembali, ternyata Tuhan masih baik hati untuk mempertemukan mas dengan istri dan anak ku, selama puluhan tahun jiwa dan raga ku rapuh, terima kasih sayang kamu sudah mau menjaga diri dan hati kamu hanya untuk mas, mas ngga tahu akan seperti apa jika mas bertemu kamu sudah menjadi milik orang lain." ucap Baron yang sedang berbaring di atas kasur sambil memeluk Ralin.
"Andai mas tahu, aku juga rapuh selama puluhan tahun ini, tapi ada Adriana yang selalu di samping aku, dia selalu memberi semangat dan support aku, hingga aku mempunyai usaha butik ini, bahkan sampai Adriana selalu menjodohkan aku dengan teman suami nya."
"Jadi kamu selalu di jodohkan dengan para pria lain? Awas kanu Na." ucap Ken sedikit bercanda, Ralin hanya tersenyum mendengar ucapan Baron.
"Mas tahu, malam di mana kita bertemu waktu itu? Malam itu aku pulang habis bertemu dengan teman nya Adriana, dia ingin sekali menjadi pendamping aku, tapi entah kenapa hati ini selalu menolak mereka yang mau dekat dengan aku, bayang-bayang kamu dan anak kita terus muncul di pikiran aku di kala Adriana mengenalkan teman-teman pria nya."
"Terima kasih sayang, kamu sudah menjaga cinta suci kita, untuk ke depan nya aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama lagi, aku akan selalu membuat kamu dan anak kita bahagia."
Baron mencium bibir Ralin dengan penuh rasa cinta dan kerinduan, mereka memang sudah lama di pertemukan bahkan sekarang anak-anak mereka sudah mempunyai pasangan masing-masing, tapi entah kenapa Baron selalu merindukan Ralin, Rindu belaian dan kasih sayang nya, serta Rindu dengan penyatuan mereka, seolah tidak mau kalah dengan anak nya yang sedang bulan madu di sana, Baron pun dengan leluasa selalu memberikan kenikmatan kepada Ralin, bahkan mereka mengalahkan yang sedang berbulan madu.
Sandra yang merasa capek sudah keliling di kota Paris kini sudah ada di hotel dan dirinya sudah berada dalam gendongan Ken.
Koper dan barang lain nya pelayan hotel yang membawa nya, Ken rela mengeluarkan tips buat para pelayan hotel, asal istrinya tidak merasakan lelah.
"Silahkan masuk tuan, nyonya, ucap ke dua pelayan itu dengan sopan.
"Terima kasih mas." ucap Ken sambil memberikan beberapa uang lembar untuk kedua nya.
Ke dua pelayan itu merasa bahagia mendapat tips yang banyak dari Ken, setelah mengucapkan terimakasih nya, mereka pun kembali dan melakukan pekerjaan nya.
__ADS_1
Dengan perlahan Ken membaringkan Sandra lalu dirinya mencium sandra dengan posisi di atas tubuh Sandra.
"Bisa ngga sih kalian melakukan nya di kala tidak ada kita." Ken dan Sandra kaget dengan ada nya orang lain di kamar hotel nya.