Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Balasan


__ADS_3

Dengan perlahan Ken membaringkan Sandra, Ken ngga tahan melhat bibir Sandra yang kini sudah menjadi candu buat dirinya.


Dengan perlahan dan lembut Ken mencium bibir Sandra, rasa lelah yang mereka rasakan hilang seketika ketika mereka saling menyalurkan rasa cinta mereka lewat sentuhan demi sentuhan.


Tangan Ken sudah menjelajah setiap tempat favorite nya, bahkan kancing baju atasan Sandra sudah terbuka ulah dari tangan Ken.


Mereka ngga sadar kalau ada sepasang manusia yang sedang melihat mereka dari arah sofa, Ken masuk kamar memang tidak melihat ke arah sekitar kamar, karena pandangan nya tidak lepas dari wajah cantik istri nya.


"Bisa ngga kalian melakukan nya selagi kita tidak ada, apa kita akan melihat siaran langsung sayang." ucap Jev sambil menatap tajam ke arah Sandra dan Ken.


Sandra dan Ken langsung bangun dan merapihkan baju nya kembali.


"Abang, kakak." teriak mereka berdua.


Jev dan Lisna hanya tersenyum sambil memandang ke duanya yang lagi kaget sambil merapihkan baju mereka.


"Kenapa abang ada di sini? Kok abang tahu sih kamar kita?" tanya Ken sambil menghampiri Jev di ikuti Sandra.


"Lah ini kan kamar abang dek." jawab Jev.


Ken dan Sandra saling menatap bingung, mereka bukan pertama kali ini saja masuk hotel, tapi kenapa bisa salah masuk kamar.


"Jangan bingung seperti itu, ini semua kita yang atur kok, jadi jangan salahkan pihak hotel, mereka ngga bersalah yang bersalah di sini adalah abang kalian, dia sudah membuat rencana ini dari awal." ucap Lisna.


"Abang, abang kok gitu sih, abang mau ganggu kita ya.' ucap Sandra dengan wajah kesal nya.


"Abang cuma membalas apa yang sudah kamu perbuat pas di malam pertama abang saja dek."


"Jadi waktu itu abang belum tidur kan, oh abang ngerjain adek rupanya." Sandra melempar bantal sofa ke muka Jev.


Begitulah mereka, jika mereka bertemu pasti selalu berdebat, Lisna dan Ken sudah paham dengan kelakuan adik kakak itu.


"Makanya jangan suka jahil dan ganggu, kamu juga ngga mau kan kalau di ganggu."

__ADS_1


"Au ah, ngomong-ngomong abang sama kakak ngapain ke sini? Jangan bilang hanya mau mengganggu bulan madu kita abang dan kakak rela datang kesini."


"Abang juga lagi bulan madu dek, ini hadiah dari ayah dan mamah, ini kamar abang, dan kamar kalian berdua ada di sebelah."


"Kenapa abang milih di Paris? Terus kenapa juga kamar nya bersebelahan?"


"Sengaja lah dek, biar bisa ganggu kalian, coba bayangkan deh Yang, jangankan malam pertama kita, malam pertama ayah dan mamah saja dia ganggu, dia bahkan ikut tidur bareng ayah dan mamah."


"Ya ampun adek, kamu ini, terus jadi nya mereka tidur bertiga dong." ucap Lisna, Jev hanya mengangguk tanda meng iya kan.


"Sudah ah, aku mau tidur, ayo sayang kita masuk kamar kita, ternyata kita salah masuk." ajak Sandra sambil menarik tangan Ken.


Ken hanya nurut dan mengikuti istri nya, "Bang kita istirahat dulu ya."


Jev hanya tersenyum penuh arti sambil menatap istri nya.


"Kenapa lihatin aku mas?" tanya Lisna


"Lihat aja, sebentar lagi mereka balik kesini lagi."


"Abang!" teriak Sandra sambil masuk ke dalam kamar.


"Apa sih dek, jangan teriak-teriak, nanti di kira ada apa-apa lagi sama penghuni lain nya." ucap Jev sambil menahan senyuman nya.


"Kartu nya mana abang? Kalau ngga ada kartu nya gimana adek bisa masuk." ucap Sandra dengan wajah kesal nya.


"Lah suruh siapa main pergi aja, bukan salah abang dong."


"Ya sudah abang, sekarang mana kartu nya, buruan aku ingin tidur."


"Ingin tidur atau di tidurin dek?" Jev menggoda Sandra.


"Kelakuan abang ya semenjak menikah kenapa jadi mesum sih bang." ucap Sandra sambil mengambil kartu dari tangan Jev, lalu pergi meninggalkan kamar Jev.

__ADS_1


Jev dan Lisna tersenyum melihat wajah kesal Sandra.


"Mas, kamu ini ya, seneng banget ngerjain adek."


"Tapi mas lebih senang untuk ngerjain kamu sayang, kita buat anak yuk? mas ngga sabar lo ingin segera punya anak." Jev memeluk erat tubuh Lisna sambil terus mencari letak sensitive tubuh Lisna.


Lisna yang sudah paham dengan apa yang di ingin kan suami nya pun membalas setiap sentuhan nya.


"Mas, kunci dulu pintu nya, nanti adek masuk lagi." bisik Lisna dengan nada yang membuat tubuh Jev merinding, apalagi tangan Lisna yang sudah tidak bisa di kondisikan lagi.


Sedangkan Sandra yang kini sudah masuk ke dalam kamar nya masih kesal dengan Jev.


"Awas kamu bang, nanti aku balas kelakuan kamu." Sandra terus marah-marah di kamar nya.


"Sudah lah sayang, kita kesini itu untuk melakukan bulan madu, biar nanti kita ada kabar gembira buat orang tua kita, karena yang mereka ingin kan bukan oleh-oleh berupa benda atau pun barang, tapi adanya si bayi mungil di dalam sini." ucap Ken dengan tangan dan bibir yang sudah mengabsen setiap inch tubuh Sandra.


Sandra selalu terbuai dengan segala sentuhan dari Ken, hingga dirinya ngga bisa untuk menolak nya.


"Mas, pintu nya sudah di kunci belum, aku takut nanti abang gangguin kita lagi." ucap Sandra sambil melirik ke arah pintu.


"Sudah sayang, semua sudah aman, sekarang kamu jangan memikirkan apapun, kamu nikmati aja sensasi yang aku berikan ini." Ken terus mengeksplor tubuh Sandra hingga membuat Sandra semakin bergairah dan menginginkan lebih.


"Sayang, kita main di kamar mandi yuk? Kayak nya sensasi nya beda deh kalau kita melakukan nya di bawah guyuran shower atau di dalam bathub." ucap Ken di sela-sela cumbuan nya.


Sandra yang sudah tidak tahan dengan sesuatu yang mau keluar hanya mengangguk pasrah dan ngga sanggup untuk bicara lagi.


Dengan senang hati Ken membawa Sandra ke dalam kamar mandi dengan cara menggendong nya ala Bridal style,


Sandra mengalungkan kedua tangan nya ke leher Ken, Ken berjalan tanpa melepaskan pagutan nya.


Kini mereka sudah berada di dalam kamar mandi, dan memulai ritual pencetak kan anak nya di dalam sana dengan posisi yang baru Sandra praktek kan.


Ke dua kamar yang di sewa oleh keluarga Baron pun kini menjadi saksi bisu cinta mereka, cinta yang dalam yang mereka buktikan lewat penyatuan kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta.

__ADS_1


Selama melakukan nya mereka berharap, akan kehadiran seorang bayi mungil di dalam perut istri nya masing-masing yang akan mereka jadikan sebagai oleh-oleh buat keluarga mereka.


__ADS_2