Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Keinginan Sandra


__ADS_3

Malam ini sungguh suatu kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi Baron, rumah nya kini ramai dan di rasa lengkap dengan kehadiran istri dan anak angkat nya.


Karena hari yang sudah hampir pagi mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


"Sudah hampir pagi, ayo kita istirahat." ucap Baron.


"Mamah tidur sama Sandra atau sama ayah?" tanya Sandra.


"Ibu tidur sama kamu dek, kan kalau sama ayah harus nikah ulang dulu, karena mereka terpisah sudah lama." ucap Jev.


"Jev, panggil mamah jangan ibu ya nak? biar sama dengan Sandra, kamu juga kan anak mamah." protes Ralin.


"Baiklah mah, Jev akan berusaha." ucap Jev.


Baron pun tersenyum melihat interaksi antara istri dan anak-anak angkat nya.


Betapa sangat bahagia nya Baron malam ini, serasa hidup nya kini sudah sangat lengkap.


"Ya sudah ayo mah kita tidur, sebelum mamah tidur sama ayah, aku akan puas-puasin dulu tidur sama mamah." ucap Sandra sambil tersenyum.


"Ya sudah kamu puas-puasin saja tidur sama mamah, tapi kalau ayah sudah menikahi mamah kembali jangan harap kamu bisa tidur sama mamah kamu walaupun hanya satu malam." ucap Baron sambil tersenyum penuh arti.


"Dengar kan Bang? ayah itu sudah cinta buta sama mamah, adek yakin ni ya bang, kalau ayah bucin banget sama mamah nanti nya."


"Kamu ini dek, ya sudah lah abang mau istirahat dulu." ucap Jevrack lalu pergi ke kamar nya.


"Ya sudah kalian juga istirahat, ini sudah malam, besok ayah juga ngga kerja dulu, ayah mau meliburkan diri." ucap Baron.


"Kenapa ayah ngga kerja?" tanya Sandra.


"Kan ayah menyambut kembali nya istri ayah." jawab Baron sambil melirik ke arah Ralin.


"Ngga usah gitu juga mas, mas kerja aja seperti biasa nya, aku juga ngga bakalan pergi lagi kok." ucap Ralin.


"Ngga, pokok nya khusus besok mas ngga kerja dulu, mas mau puas-puas sin sama kalian dulu." ucap Baron.

__ADS_1


"Ya sudah terserah ayah saja, memang orang kalau sudah bucin suka susah dibilangin." ucap Sandra.


"Ya sudah kalau gitu aku istirahat dulu ya mas." ucap Ralin sambil tersenyum.


"Iya sayang, mimpi yang indah ya." ucap Baron.


"Ya Allah sabar kan lah aku yang jomblo ini dari tingkah mereka berdua." ucap Sandra dengan wajah yang di buat-buat.


Ralin dan Baron pun tertawa mendengar celotehan Sandra.


"Makanya punya pacar, cantik-cantik jomblo." ledek Baron.


"Au ah, ayo mah kita tidur, biarkan ayah tidur sendirian." ucap Sandra sambil menarik tangan Ralin dan masuk ke dalam kamar nya.


Baron pun menatap punggung mereka berdua dengan bibir tersenyum, lalu pergi ke kamar nya.


Ralin tidur di kamar nya Sandra, betapa bahagia nya yang Ralin rasakan, dia merasa tidur dengan anak nya sendiri.


"Maaf ya mah kamar nya sedikit berantakan, soalnya tadi perut Sandra sakit, biasa kalau hari pertama datang bulan suka sakit." ucap Sandra sambil merebahkan tubuh nya.


"Ngga kok mah, Sandra malah senang ada teman tidur, mah boleh ngga Sandra minta sesuatu sama mamah, maaf kalau Sandra sudah lancang, soalnya ini yang Sandra ingin kan dari kecil." ucap Sandra sambil menatap Ralin.


"Minta apa sayang? kalau mamah sanggup memberikan nya, mamah akan berikan." jawab Ralin.


"Sandra minta di peluk dalam tidur Sandra." ucap Sandra.


Sungguh hati Ralin sangat tersentuh dengan permintaan Sandra, Ralin kira permintaan Sandra suatu benda, ternyata keinginan Sandra hanya ingin di peluk dalam tidur nya.


"Sini sayang mamah peluk." ucap Ralin sambil memeluk erat Sandra.


"Nyaman, tenang dan damai yang mereka berdua rasakan, tanpa terasa kedua nya menitik kan air mata.


"Makasih mah, mamah sudah mengabulkan mimpi aku." ucap Sandra dengan suara yang menahan tangisan nya.


"Kamu nangis nak?" tanya Ralin sambil menatap kedua mata Sandra yang sudah basah dengan air mata sama seperti dirinya.

__ADS_1


"Mamah juga kenapa nangis?" Sandra pun balik bertanya.


"Mamah juga memimpikan yang sama dengan kamu, mamah bermimpi suatu saat mamah bisa memeluk anak mamah seperti ini." jawab Ralin.


"Memang nya anak mamah kemana?" tanya Sandra sambil mencari posisi yang nyaman dalam pelukan Ralin.


"Mamah berpisah dengan anak mamah selagi dia masih bayi dan belum sempat mamah beri nama, kamu mau tahu cerita nya ngga nak?" tanya Ralin.


Karena Sandra yang terdiam saja akhir nya Ralin pun meneruskan cerita nya.


"Waktu itu ayah sama mamah hidup bahagia walau kami hidup pas-pas san, orang tua mamah tidak menyetujui hubungan mamah sama ayah hingga mamah di usir oleh keluarga mamah, hingga suatu saat mamah mengandung buah cinta kita berdua, ayah sangat bahagia dengan kehadiran bayi yang mamah kandung, tapi ayah kamu sangat menginginkan bayi laki-laki dan menolak bayi perempuan, hingga suatu hari ayah pulang dari luar kota mamah sudah melahirkan, ayah sangat bahagia sekali, tapi setelah ayah tahu kalau bayi nya seorang perempuan ayah langsung marah dan kalap hingga ayah pun pergi membawa bayi mamah dan membuang nay.


*


*


Di dalam kamar Baron terus saja menyunggingkan senyuman, mengingat sekarang ada istri nya yang sudah kembali.


"Sayang sekarang kamu sudah ada di sini, aku janji akan terus mencari anak kita, aku ngga mau melihat lagi air mata yang menetes dari mata kamu walaupun hanya setetes." gumam Baron sambil menatap langit-langit kamar nya.


"Aku sudah ngga sabar ingin segera menikahi kamu kembali, ya walaupun sebenar nya kamu masih istri sah mas, tapi kita sudah terlalu lama terpisah." Baron terus bergelut dengan pikiran nya sendiri.


Selama ini Baron tidak bisa tidur karena selalu memikir kan istri dan anak nya yang belum ketemu, tapi malam ini dia ngga bisa tidur karena dia sudah ngga sabar ingin segera menyatukan kembali cinta nya dengan sang istri.


Suara ponsel yang berdering pun mengagetkan dirinya dan langsung mengambil ponsel nya yang dia simpan di samping tubuh nya.


"Kenapa Jay?" tanya Baron.


"Bos mobil nya sudah selesai, saya bawa kemana sekarang?" tanya Jay dari seberang telepon.


"Sudah ya? ya sudah bawa ke rumah saja, dan buat kamu besok ngga usah masuk kerja, kamu istirahat saja."Β  ucap Baron.


"Baik bos." ucap Jay lalu memutuskan panggilan nya.


"Tumben si bos ngasih aku libur di hari kerja, apa benar ya mobil ini mobil istri nya? kalau begitu si bos lagi bahagia." gumam Jay lalu mengemudikan mobil nya sedangkan mobil Ralin di bawa sama sang montir.

__ADS_1


__ADS_2