Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Salah Sangka


__ADS_3

Baron pun merasa sangat bahagia sekali karena baru kali ini dirinya merasakan belanja bareng seseorang, dulu ini yang selalu di impikan istrinya.


Ralin yang kebetulan lagi ada di mall tersebut pun tanpa sengaja melihat Baron dengan seorang perempuan yang sedang menggelayut manja di tangan Baron.


Baron tidak menyadari kalau dirinya berpapasan dengan wanita yang selalu di cari nya, dan Ralin tidak melihat wajah si perempuan yang bersama Baron karena posisi Sandra lagi membelakangi Ralin, yang Ralin lihat hanya wajah orang yang dari dulu sampai sekarang ia cintai.


"Mas Baron." gumam Ralin dengan jantung yang berdebar hebat, hampir saja belanjaan nya terjatuh ke lantai saking kaget nya melihat orang yang selalu ada di hati nya.


"Ternyata kamu sudah mempunyai pengganti ku mas, dan kamu kelihatan nya sangat bahagia sekali, bodoh nya aku yang masih berharap sama kamu." gumam Ralin sambil sedikit berlari pergi meninggalkan mall.


Sesampai nya di dalam mobil, Ralin mengingat wajah yang ia rindukan selama ini.


"Ternyata cinta mu lemah mas, cinta mu tipis, mana kata-kata cinta yang selalu kamu ucapkan padaku dulu, kamu selalu bilang kalau aku adalah orang yang pertama dan terakhir dalam hati kamu, kamu selalu bilang kalau aku adalah ratu yang tidak akan tergantikan oleh wanita mana pun, tapi sekarang apa! kamu sendiri sudah bahagia dengan wanita lain, sedangkan aku di sini masih berharap kamu mencari dan kembali padaku, sungguh bodoh nya aku ini." gumam Ralin sambil mengusap air mata yang lolos terjun di pipi nya.


"Oke Ralin, mulai sekarang kamu jangan memikirkan yang lain, kamu fokus saja sama butik kamu, lupakan semua nya, kubur dalam-dalam semua nya." gumam Ralin sambil melajukan mobil nya dengan perlahan dan air mata yang terus lolos dari mata nya tanpa henti.


Sedangkan Baron ketika sedang asik bercanda dengan Sandra dia menghentikan langkah nya lalu melihat punggung wanita yang sedang sedikit berlari.


"Ada apa ayah?" tanya Sandra yang ikut melihat ke arah wanita yang sedang berjalan ke luar mall itu.


"Ayah merasa kalau istri ayah ada di sini barusan?" jawab Baron sambil terus menatap punggung nya Ralin yang sedang berjalan.


"Mungkin itu hanya perasaan ayah saja.'


"Mungkin, karena ayah sangat merindukan nya jadi ayah berpikir kalau dia ada di sini juga, ya sudah ayo kita teruskan belanja nya." ajak Baron sambil menarik tangan Sandra.


Sandra dan Baron pun melanjutkan niat nya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari nya.


*


*


"Bro, kita nongkrong yuk di tempat biasa, sudah lama ni kita ngga cuci mata bareng." ajak Agam yang kini sedang berada di kantor nya Ken.


"Lagi males gue." jawab Ken.


"Lo kenapa sih? kok seperti yang baru di putusin." ucap Agam.


"Sandra ngga bisa di hubungi, gue bingung harus mencari nya kemana."


Agam ini sahabat Ken yang memang bisa di andalin, dia bisa menjaga rahasia dirinya di banding Dafin dan Sam.

__ADS_1


"Kamu datangin lah rumah nya." ucap Agam.


"Tadi gue sudah ke rumah nya bareng nyokap, tapi kata tetangga nya dia sudah pindah rumah, dan mereka juga ngga ada yang tahu pindah nya kemana." jawab Ken.


"Kenapa Sandra ngga bisa dihubungi dan pindah rumah? memangnya kalian ada masalah?" tanya Agam.


"Sebenar nya Sandra itu asisten gue, tapi lama-kelamaan gue menyukai nya, selain cantik dan jago beladiri, Sandra adalah orang yang mengerti dengan diri gue." ucap Ken jujur.


"Apa! jadi dia bukan tunangan seperti apa yang lo bilang waktu di club?" Agam pun kaget begitu mendengar pengakuan dari Ken.


"Bukan, tapi semenjak malam itu gue tidak bisa melupakan dia, nyokap mergokin kita berdua di dalam kamar dengan posisi gue sedang memeluk dan mau mencium Sandra, hingga gue akan di nikahkan dengan Sandra."


"Terus kenapa ngga lo nikahin aja si Sandra? bukan kah lo menyukai nya?"


"Gue masih belum yakin dengan hati gue, dan akhir nya nyokap menyuruh Sandra cuti satu minggu, tapi baru sehari saja Sandra ngga ada di samping gue, gue merasa sangat kehilangan dia."


"Ya sudah kalau jodoh juga ngga bakalan kemana." ucap Agam sambil menepuk bahu Ken.


*


*


Baron dan Sandra pun kini sudah sampai kembali ke rumah Baron dengan barang belanjaan yang sangat banyak.


"Makasih nak, tahu aja kalau ayah ini lagi haus." ucap Baron sambil mengambil gelas yang di berikan oleh Sandra.


"Ah segar nya." ucap Baron setelah menghabiskan jus yang dibuatkan Sandra.


"Sandra beresin belanjaan dulu ya yah." ucap Sandra sambil membawa belanjaan nya ke dapur.


"Assalamualaikum." ucap Jev sambil membuka pintu.


"Wa*alaikumsalam." jawab Baron sambil melihat ke arah pintu masuk.


"Sore yah, Sandra dimana?" tanya Jev.


"Sore juga nak, Sandra lagi beresin belanjaan di dapur." jawab Baron.


"Oh iya Yah, Jev sudah bawa bu Murni kesini." ucap Jev.


"Mana dia nak?" tanya Baron.

__ADS_1


"Ada di ruang tamu yah." jawab Jev.


"Ya sudah kalau gitu ayo kita temui." ajak Baron sambil berdiri.


"Ini bu Murni Yah, bu ini ayah angkat saya." Jev pun mengenalkan bu Murni kepada Baron.


"Saya Murni pak." ucap Bu Murni sambil mengulurkan tangan nya.


"Silahkan duduk bu." ucap Baron.


"Apa ibu siap bekerja di sini?" tanya Baron.


"Insya Allah siap pak." jawab bu Murni.


"Tapi saya tidak mau ibu pulang, saya mau nya ibu tinggal di sini, bagaimana?" tanya Baron.


"Iya pak, saya bersedia, karena pulang pun saya ngga ada keluarga, saya cuma hidup sendiri." jawab bu Murni.


"Eh, abang sudah pulang, ini bu Murni kan?" tanya Sandra.


"Iya neng."


"Jadi ibu mau bekerja di sini?" tanya Sandra.


"Iya neng, daripada ibu ngga ada kerjaan, lagian juga kan ibu cuma hidup sendiri."jawab bu Murni.


Bu Murni ini usia nya ngga jauh beda dengan Baron, ya seumuran dengan Ralin lah kalau dibandingkan.


"Iya juga ya bu, sekalian temenin Sandra di sini, sebelum Sandra balik kerja lagi, Sandra kesepian, ayah sama abang pergi pagi pulang sore hari nya, hari ini saja Sandra diam sendirian di rumah, ngga ada teman ngobrol." ucap Sandra.


"Kan ayah sudah menggantinya dengan ngajak jalan-jalan tadi."


"Wah yang jalan-jalan ngga ngajak-ngajak nih." ucap Jev.


"Assalamualaikum?" ucap Jay yang baru pulang.


"Waalaikumsalam." jawab mereka dengan serempak.


"Murni."


"Jayadi."

__ADS_1


Ucap kedua nya serempak sambil saling menatap penuh dengan heran.


__ADS_2