Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Cengeng


__ADS_3

Kini Sandra dan Ken sudah berada kembali di bandara, semua orang antusias menjemput nya, apalagi ini bukan waktunya mereka untuk pulang.


Ralin sangat khawatir dengan keadaan Sandra, sehingga dirinya pun ikut untuk menjemput Sandra, mereka semua ikut kecuali Jev dan Lisna, Jev tidak mengizinkan Lisna untuk berpergian.


Sebelum nya Ken memberi tahu Adriana tentang keinginan Sandra untuk cepat pulang hanya karena ingin beli rujak di pasar xxxx.


"Apa Sandra lagi ngidam ya Lin?"


"Kalau dari cerita kamu seperti nya sih iya."


"Akhirnya kita akan menjadi nenek Lin." betapa bahagia nya Ralin dan Adriana, setelah puluhan tahun lamanya kini mereka akan kembali menimang seorang bayi.


"Mah."


Ralin dan Adriana langsung membalikan tubuh nya ke arah suara yang memanggil nya.


"Sayang."


"Sandra."


Teriak Ralin dan Adriana secara bersamaan, mereka berdua langsung memeluk Sandra dan Ken.


"Mamah aku kangen." teriak Sandra sambil memeluk Ralin.


"Mamah juga kangen sayang, bagaimana keadaan kamu?" tanya Ralin lalu mencium seluruh wajah Sandra.


"Aku baik mah."


"Sayang kenapa kalian cepat pulang? Bukan nya minggu depan kalian baru pulang?" tanya Adriana.


"Aku yang ingin pulang mah, aku ingin makan rujak yang ada di pasar xxxx." kembali Sandra menelan saliva nya.


"Sayang ayah, kamu sehat kan nak?" tanya Baron lalu memeluk Sandra.


"Aku sehat ayah, abang mana? Kok ngga ikut jemput?" tanya Sandra sambil melihat ke arah sekitar.


"Abang di rumah lagi jagain kakak ipar kamu." jawab Baron.


"Memang nya kakak sakit?"


"Dia lagi ngidam jadi ngga boleh kemana-mana oleh abang kamu." jawab Ralin sambil tersenyum.


"Wah aku mau punya keponakan, senang nya."

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita pulang." ajak Ralin.


"Mas kita ke pasar xxxx dulu ya, aku ingin beli rujak." ucap Sandra sambil menelan saliva nya.


"Ini sudah sore sayang, besok siang saja ya?"


"Mah, aku ikut mamah aja, aku ngga mau pulang bareng mas Ken." Sandra kembali menangis dan memeluk Ralin.


"Kok kamu nangis sih sayang?" tanya Ralin sambil menatap heran.


Baron, Adriana dan Ralin menatap Ken, tapi Ken hanya mengangkat kedua bahunya tanda dirinya tidak mengerti.


"Masa aku ingin beli rujak di pasar xxxx itu mas Ken ngga mau belikan?" Sandra pun mengadu kepada Ralin.


"Rujak? Jadi kamu pulang dari Turki hanya mau beli rujak?" tanya Ralin sambil menatap Adriana, Adriana yang di tatap tersenyum sambil mengangguk.


"Oh mas, kita akan punya cucu dua sekaligus." Ralin pun memeluk Baron dengan sangat erat.


"Terima kasih nak, ini hadiah terindah buat kami semua." ucap Adriana sambil memeluk Ken.


Ken dan Sandra hanya menatap tidak mengerti kepada kedua orang tua nya.


"Mamah, aku ingin beli rujak, kenapa malah peluk ayah di sini, ayo buruan mah." ucap Sandra sambil narik tangan Ralin.


"Terima kasih untuk apa mah?" tanya Ken.


Ken hanya diam, dirinya belum mengerti dengan apa yang di bicarakan mamah nya.


"Ya sudah ayo kita pulang." ajak Ralin sambil tersenyum.


"Mamah, akuingin beli rujak." teriak Sandra dengan wajah kesal nya.


"Iya sayang sekalian pulang kita beli rujak kesana."


Seketika wajah Sandra langsung berbinar, dia sangat bahagia sekali karena apa yang di inginkan nya akan segera terkabul.


Sepanjang perjalanan tangan Sandra terus memeluk Ralin, Baron hanya menggelengkan kepala nya melihat Sandra yang tidak mau melepaskan pelukan nya dari Ralin.


Sedangkan Ken sedikit kesal karena dirinya harus rela beda mobil dengan Sandra.


Mereka pun mampir dulu ke pasar xxxx yang dekat dengan rumah kontrakan Sandra dulu, untung rujak nya masih ada, Sandra sangat bahagia melihat rujak di depan nya kini, dia sudah ngga sabar ingin segera mencicipi nya.


Baron menyuruh tukang rujak itu membuatkan rujak yang enak, kalau Sandra suka dan bahagia karena makan rujak itu, maka Baron akan memberikan tips buat kang rujak itu.

__ADS_1


Dengan semangat tinggi, kang rujak pun membuat pesanan Baron, dia dengan sangat teliti dan hati-hati membuat nya, agar rasa nya enak dan di sukai oleh pembeli nya.


"Ini tuan rujak nya." ucap kang rujak sambil memberikan sebungkus rujak kepada Baron.


Baron mengulurkan tangan nya akan mengambil rujak nya, tapi ada sebuah tangan dengan gerakan cepat mengambil nya.


"Biar aku saja, aku sudah ngga tahan ingin segera mencicipi nya." Sandra langsung mengambil dan menyantap nya.


Semua yang melihat Sandra sedang menyantap rujak pun pada menelan saliva nya,


"Enak sayang?" tanya Ken sambil menatap rujak yang sedang di pegang Sandra.


"Enak mas, coba aja." jawab Sandra tanpa melihat Ken dan terus menyantap rujak nya dengan lahap.


Ralin dan Adriana saling menatap, mereka yakin kalau Sandra sedang ngidam.


"Aaa, hah, hah, hah." teriak Ken dan langsung mengambil minum nya di dalam mobil.


"Sayang stop, nanti perut kamu sakit." ucap Ken sambil mengambil rujak yang ada di tangan Sandra.


"Ayah." teriak Sandra dengan air mata yang sudah meluncur di pipi nya.


Baron, Ralin dan Adriana menatap horor Ken membuat Ken langsung memberikan kembali rujak nya.


"Makan saja sayang, ayo lanjutkan," ucap Ken sambil melirik Baron yang sedang menatap nya.


Sandra mengambil rujak nya dan menyantap nya kembali sampai habis."


"Lagi ngga sayang, mumpung kita masih di sini?" tanya Baron.


Ken yang mendengar ucapan Baron pun langsung menatap Baron dan menggelengkan kepala nya, dia tidak setuju kalau Sandra kembali menyantap rujak.


"Ngga ah yah, sudah kenyang, kita pulang saja." jawab Sandra lalu masuk ke dalam mobil.


"Alhamdulilah." Ken mengelus dada nya sambil tersenyum.


"Baron pun memberikan beberapa lembar uang kepada kang rujak yang membuat kang rujak bahagia dan bersyukur karena dirinya mendapat rezeki.


"Kamu mau pulang ke rumah siapa nak? Mau pulang ke rumah Ken atau ke rumah ayah?" tanya Baron.


"Ke rumah ayah dulu lah, besok-besok baru ke rumah nya mas Ken, mah abang dimana sekarang? Di butik atau di rumah ayah?" tanya Sandra.


"Ngga tahu nak, ngga tahu di butik ngga tahu di rumah ayah, memang nya kenapa?" tanya Ralin.

__ADS_1


"Aku kangen abang, aku ingin di belikan pisang goreng yang biasa abang bawa kalau abang pulang dulu." ucap Sandra dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Aku yakin kalau Sandra lagi ngidam, dia jadi manja dan cengeng seperti ini." gumam bathin Ralin sambil mengetik sesuatu di ponsel nya.


__ADS_2