Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Keputusan Mery..


__ADS_3

Sebenarnya berat bagi Sandy untuk mengucapkan itu tapi Sandy ingin membuat Mery menyadari akan kesalahannya.


Sandy duduk termenung dimeja kerjanya.Sudah seharian ini Sandy mendiamkan Mery bahkan Sandy memanas manasi Mery saat kedatangan Siska kekantornya.


Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.Sandy merasa kantor sudah sepi karena semua karyawan sudah pulang.Sandy keluar dari ruangannya.Sandy melihat meja kerja Mery sudah kosong..


" Sudah pulang ternyata.." ucap Sandy pelan.


Sandy berjalan berjalan menuju mobil.Sandy masuk kedalam mobil.Sandy menyalakan ponselnya yang sedari tadi dimatikan.Begitu banyak telfon dan pesan dari Mery..


Pesan Mery..


" Kak..maafin aku,jangan diemin aku kayak gini.." ( 09.00 )


" Kak..mau makan siang bareng nggak.." ( 12.30 )


" Kak..kamu beneran marah ni,aku bener bener minta maaf,bales sms aku dong..!! " ( 14.00 )


" Kak..aku kangen suara kamu,angkat telfon aku dong..!! " ( 16.00 )


" Aku pulang dulu kak..maaf jika aku punya salah,semoga hubungan kita tetap baik baik aja.." ( 18.00 ).


Sandy mengambil nafas panjang dan membuangnya kasar.Sandy menyenderkan tubuhnya dikursi penumpang..


" Aku merindukanmu sayang,maaf aku harus melakukan ini agar kamu bisa menyadari apa kesalahan kamu.." ucap Sandy lalu melajukan mobilnya.


Sesampainya dirumah Sandy keluar dari mobil..Sandy melihat Mery sedang duduk diteras rumahnya.Sandy berjalan menuju pintu..


" Sejak kapan kamu disini ? " ucap Sandy.


" Emmm baru aja kok.." ucap Mery.


" Ini udah malam,ayo aku antar pulang.." ucap Sandy.


" Ada yang mau aku bicarakan sama kak Sandy,sejak tadi pagi kak Sandy diemin aku terus.Apa kak Sandy sekarang ada waktu,aku janji cuma sebentar kok.." ucap Mery.


" Ya udah ayo masuk..diluar dingin.." ucap Sandy.


Ceklek..( suara pintu terbuka dan tertutup )


Sandy dan Mery masuk kedalam rumah.Sandy dan Mery duduk disofa..

__ADS_1


" Kamu mau bicara apa ? " ucap Sandy.


" Aku mau minta maaf sama kak Sandy jika aku sudah menyakiti hati kak Sandy.Aku tau kak Sandy kecewa sama aku.Kalau kak Sandy ingin kita break aku akan terima keputusan itu,tapi aku mohon sama kak Sandy jangan beri tahu keluarga aku atau pun kak Frans.." ucap Mery.


" Kenapa kamu seperti ini Mer ? apa kamu benar benar sudah tak ada rasa lagi sama aku hingga kamu dengan mudah menerima keputusan aku ? " ucap Sandy sambil menatap Mery.


Mery menatap Sandy.Terlihat senyuman diwajah Mery..


" Kakak tau kan cinta aku lebih besar dari pada cinta kak Sandy hingga aku rela memberikan semuanya kepada kak Sandy,tapi aku juga nggak bisa memaksa kak Sandy untuk tetap bersama aku jika kak Sandy sendiri sudah memutuskan untuk mengakhiri semua ini,kita memulai ini dengan baik baik maka kita juga harus mengakhiri ini dengan baik pula.Terimakasih kak karena sudah mengisi hari hari aku dengan kebahagiaan yang tak pernah aku bayangkan,terimakasih karena sudah membalas cinta aku dan terimakasih atas perhatian dan kasih sayang kak Sandy selama ini..aku memang nggak pantas untuk kak Sandy dan aku menyadari itu.." ucap Mery.


Dengan sekuat tenaga Mery menahan airmata yang kini sudah memenuhi kedua matanya.Mery nggak ingin terlihat lemah didepan Sandy.


" Mer..aku.."


" Kak..aku mohon jangan beritahu siapapun tentang hubungan kita yang telah berakhir,jika mereka bertanya biarkan aku aja yang menjawab karena ini semua salah aku.." ucap Mery menyela ucapan Sandy.


" Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan ? " tanya Sandy nggak percaya dengan apa yang baru Mery katakan.


" Aku pulang dulu kak,makasih atas waktunya.Aku janji aku nggak akan menganggu kak Sandy lagi..jadi bersikaplah seperti biasa aja..sekali lagi aku minta maaf.." ucap Mery lalu berdiri.


" Aku antar kamu pulang.." ucap Sandy.


Sandy mengikuti Mery dari belakang.Sandy membuka pintu ( ceklek ).


" Makasih..selamat malam..." ucap Mery.


" Mer..aku antar pulang ya.." ucap Sandy.


" Nggak kak..aku bisa pulang sendiri,aku nggak mau merepotkan kak Sandy lagi.." ucap Mery lalu keluar dari rumah Sandy.


Sandy menutup pintu ( ceklek ) dan menguncinya.Sandy menarik tangan Mery dan membawanya masuk kedalam mobil.Sandy masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya.


Saat ini Mery sudah tak sanggup lagi menahan air mata yang sedari tadi sudah memenuhi kedua matanya,Mery menatap keluar jendela.Tidak ada pembicaraan diantara Sandy dan Mery.Sesampainya dirumah Mery..


" Makasih kak sudah mengantar aku pulang.." ucap Mery lalu membuka pintu mobil.


Saat Mery mau keluar dari mobil Sandy menarik tangan Mery lalu memeluknya.


" Maafin aku Mer.." ucap Sandy.


" Kak Sandy nggak salah kok,ini semua salah aku.." ucap Mery lalu melepaskan pelukan Sandy dan keluar dari mobil Sandy.

__ADS_1


Sandy menatap Mery sampai Mery masuk kedalam rumah.Setelah Mery masuk kedalam rumah Sandy melajukan mobilnya meninggalkan rumah Mery.


" Kenapa bisa seperti ini ? bukan akhir seperti ini yang aku inginkan,maafin aku Mer..aku nggak bermaksud untuk membuat kamu sedih,aku hanya ingin kamu menyadari akan kesalahanmu tapi kenapa kamu malah seperti ini,aku mencintaimu Mer..sangat sangat mencintaimu.." ucap Sandy.


Mery melihat kepergian Sandy jadi jendela rumahnya.Air mata mengalir deras membasahi kedua pipi Mery.Mery terkulai lemas dilantai,ia tak sanggup menahan sakit yang kini tengah ia rasakan.


Mery nggak menyangka hubunganya dengan Sandy akan kandas ditengah jalan.


" Kak...aku cuma butuh waktu sebentar untuk memikirkan tentang pernikahan kita tapi kenapa kamu tidak dapat menunggunya.Apa selama ini kamu masih meragukan cintaku ? Aku benar benar mencintaimu kak,aku sangat mencintaimu.." ucap Mery disela tandisannya.


Tutt..tutt..tutt..( ponsel Mery berbunyi )


Mery berdiri dan berjalan menuju dapur,Mery mengambil ponselnya di atas meja.


" Nomor nggak dikenal,siapa ya ? " guman Mery.


" Hallo.." jawab Mery.


" Hallo Mer..lagi ngapain nie ? " tanya laki laki itu.


" Maaf ini siapa ya ? " tanya Mery.


" Masak lo udah lupa sama suara gue..gue Sakti.." ucap Sakti.


" Emmm..maaf,aku lupa..oya lo dapat nomer gue dari siapa ? " ucap Mery.


" Dari Reni,maaf Mer kalau gue udah lancang minta nomer lo ke Reni,tapi gue nggak ada maksud apa apa kok,gue cuma ingin berteman aja.." ucap Sakti.


" Emmm..ok,oya ni udah malam aku udah mengantuk banget nie.." ucap Mery.


" Sorry kalau gue udah menganggu waktu istirahat lo,btw weekend lo ada acara nggak ? " tanya Sakti.


" Belum tau ya,memangnya kenapa ? " tanya Sakti.


" Gue mau ajak lo ke pesta teman gue,semua datang sama pasangannya dan gue belum punya pasangan makanya gue ajak lo,gimana mau nggak ? " ucap Sakti.


" Sorry gue nggak bisa.." ucap Mery.


" Lo pikirin dulu aja,acaranya juga masih lama,besok gue hubungi lagi..met malam,semoga mimpi indah.." ucap Sakti lalu mematikan ponselnya.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2