
Frans sedang makan di restoran bersama koleganya, mereka makan sambil membicarakan bisnis. Tak terasa waktu sudah sore, setelah selesai rapat dengan koleganya Frans bersiap-siap menuju restoran yang sudah dibookingnya untuk makan malam bersama Dona. Frans sengaja memberikan surprise untuk Dona.
" Gimana, sudah siap semuanya?" tanya Frans kepada pelayan restoran.
" Sudah Tuan, semuanya sudah siap." jawab kepala pelayan itu.
" Ok terimakasih."
Frans keluar dari restoran yang bergegas menuju mobilnya. Lelaki itu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju hotel. Sesampainya di hotel Frans masuk ke dalam kamar mencari keberadaan Dona.
" Dona kemana ya? kok nggak ada dikamar," lelaki itu terlihat sangat cemas, ia takut Dona pergi meninggalkannya lagi seperti waktu itu. Tanpa memberinya kabar hingga membuatnya seperti orang gila.
" Sayang, kamu dimana?"
" Aku di kamar mandi.." teriak Dona dari dalam kamar mandi.
Selang beberapa menit Dona keluar dari kamar mandi.
" Sayang kamu bikin takut aku aja, aku kirain kamu pergi meninggalkan aku seperti waktu itu," ucap Frans sambil memeluk Dona.
" Memangnya aku mau kemana, aku 'kan nggak tau jalan dikota ini." Dona mengecup pipi Frans.
" Kamu nggak usah takut, aku nggak akan pernah meninggalkan kamu lagi." Sambung Dona lagi.
" Aku mencintaimu..sangat mencintaimu,"
Farns menarik tengkuk Dona lalu mendaratkan ciuman di bibir sensual Dona. Dona menikmati setiap pangutan yang Frans berikan pada bibirnya. Dengan nafas yang tersengal-sengal Frans mengakhiri pangutannya dan menarik Dona ke dalam pelukannya. Merema mulai mengatur nafas agar kembali normal.
" Kamu pasti capek, lebih baik sekarang kamu mandi lalu istirahat," Ucap Dona lalu melepaskan pelukan Frans. Lelaki itu menganggukan kepalanya lalu berjalan menuju kamar mandi. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi Frans menyuruh Dona untuk berdandan yang cantik, karena lelaki itu ingin mengajak Dona kesuatu tempat.
" Frans mau mengajak aku kemana ya, kok pakai acara rahasia-rahasiaan segala."
Dona pun memilih gaun berwarna merah maron. Gadis itu duduk di depan meja rias sambil merias diri. Setelah selesai berdandan Dona menyiapkan jas dan kemeja yang akan dipakai Frans.
Frans keluar dari kamar mandi. Lelaki itu terpana melihat kecantikan Dona. Terukir sebuah senyuman di wajah Frans.
" Sayang kamu cantik banget." Sanjung Frans sambil memandangi Dona dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Ya iyalah..kalau aku nggak cantik mana mungkin kamu suka sama aku." jawab Dona dengan senyuman di wajahnya.
" Walau kamu nggak cantik pun aku tetap suka sama kamu, karena selain wajah kamu aku juga menyukai hati kamu, sifat kamu yang baik hati itu."
" Makasih ya, karena kamu mau mencintai gadis miskin ini." ucap Dona sambil memeluk tubuh Frans.
Frans melepaskan pelukan Dona, ia tidak suka mendengar ucapan Dona, karena bagi Frans tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin. Selama ini lelaki itu tak pernah memandang rendah Dona hanya karena gadis itu berasal dari keluarga yang tidak mampu.
" Jangan pernah berbicara seperti itu lagi, bagiku kamu adalah hidup aku. Aku nggak perduli mau kamu kaya ataupun miskin. Yanga terpenting bagi aku, aku mencintaimu dan kamu mencintaiku." Ucap Frans lalu mengecup kening Dona.
" Maaf,"
" Ya udah aku pakai baju dulu." Ucap Frans lalu mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Dona. Frans selesai memakai pakaiannya, lelaki itu bergaya di depan Dona.
" Kamu tampan, mau pakai apa pun kamu tetap tampan." Sanjung Dona.
" Ya iyalah, siapa dulu..Frans gitu loh." ucap Frans sambil bergaya. Frans mengandeng tangan Dona keluar dari kamar hotel.
" Kita sebenarnya mau kemana sih?"
__ADS_1
" Nanti kamu juga akan tau,"
Frans masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju restoran. Sesampai di restoran Frans dan Dona masuk kedalam restoran. Mereka duduk di dekat jendela sambil menikmati keindahan kota Paris.
" Tempatnya bagus banget, kamu selalu bisa membuatku terkagum-kagum. Kamu memang ahli mencari tempat yang romantis."
" Kamu mau pesan apa sayang," Tanya Frans sambil membuka buku menu.
" Terserah kamu aja."
Frans memanggil pelayan dan memesan makanan. Dona melihat keluar jendela sambil menikmati keindahan kota Paris. Lelaki itu terus memandang wanita yang telah merubah hidupnya. Tak berselang lama makanan datang.
Frans memotong stick dalam piring, setelag itu ia berikan kepada Dona.
" Makasih ya, kamu baik banget deh, perhatian lagi. Aku makin cinta kalau kayak gini,"
" Apa pun akan aku lakukan demi bisa membahagiakan kamu," Frans menggenggam tangan Dona lalu mengecupnya.
Saat mereka sedang asyik menikmati makan malam mereka, tiba-tiba datang seorang pelayan membawa sebuah kue tart. Dona terkejut melihat pelayan itu yang tiba-tiba mendatangi meja mereka, apa lagi pelayan itu membawa sebuah kue tart berbentuk hati. Frans beranjak dari duduknya lalu berdiri di depan Dona.
" Ini--"
Frans melantunkan sebuah nyanyian untuk Dona, walau lelaki itu tidak pandai bernyanyi tapi ia tetap berusaha demi gadis pujaan hatinya.
Hari ini saat bahagia untukmu
Bertambah satu tahun usiamu
Ku nyanyikan sebuah lagu
Agar istimewa harimu
" Selamat ulang tahun sayang, ini adalah hari istimewa untukmu semoga kamu bahagia selalu."
Frans mengambil sebuah kotak dari dalam saku celananya. Lelaki itu membuka kotak itu lalu memakaikannya di leher Dona. Sebuah kalung yang sangat indah kini telah melingkar di leher indah Dona.
Dona sangat terkejut, ia tidak menyangka kalau Frans akan memberikan surprise seperti ini kepadanya.
" Terimakasih." Ucap Dona lalu memeluk tubuh Frans(Dona menangis dalam pelukan Frans).
" Sayang, kok kamu malah menangis?" Tanya Frans sambil melepas pelukan Dona.
" Ini air mata kebahagiaan, aku terharu, aku nggak menyangka kamu akan memberikan aku kejutan seperti ini. Ini sangat indah, terimakasih." Ucap Dona sambil menghapus air matanya.
" Sayang aku mencintaimu," Ucap Frans sambil mencium kening Dona.
" Sekarang kamu bikin satu permintaan setelah itu tiup lilin ini,," Sambung Frans lagi sambil membawa kue tart berbentuk hati kehadapan Dona.
Dona pun membuat satu permintaan..
" Aku ingin kebahagiaan ini senantiasa bersamaku dan juga Frans untuk selama-lamanya. Jangan pernah Engkau pisahkan kami." Gumannya dalam hati.
Setelah selesai berdo'a Dona pun meniup lilin.
" Selamat ulang tahun sayang," ucap Frans sambil mencium kilas bibir Dona.
" Terimakasih, aku akan mengingat hari ini selamanya."
__ADS_1
Frans menaruh kue tart ke atas meja, ia mendudukan tubuh Dona.
" Sayang aku akan menemanimu disetiap ulang tahunmu."
" Terimakasih, aku mencintaimu,"
Mereka meneruskan makan malam mereka. Setelah selesai makan. Frans berniat mengajak Dona untuk berkeliling melihat keindahan kota Paris di malam hari. Frans membawa Dona ke Menara Eifel.
" Aku nggak pernah membayangkan aku bisa menikmati pemandangan yang sangat indah seperti ini," Ucap Dona sambil melihat keluar jendela.
" Lain kali aku akan mengajakmu kesini lagi, kapanpun kamu mau sayang." ucap Frans sambil masih menatap ke depan.
Akhirnya mereka sampai di Menara Eifel.Frans memarkirkan mobilnya.
" Ayo kita masuk sayang," Ajak Frans sambil mengandeng tangan Dona.
Frans dan Dona berjalan mengelilingi taman..
" Bila dilihat dari dekat Menara Eifel terlihat begitu menggagumkan," ucap Dona sambil menatapi keindahan di depan matanya.
" Iya sayang, apa lagi Menara ini adalah tempat yang paling romantis." ucap Frans sambil memeluk tubuh Dona dari belakang.
" Kamu benar..banyak sekali pasangan yang datang kemari." ucap Dona sambil melihat sekeliling.
Dona melihat banyak sekali para pasangan yang sedang memadu kasih, mereka tidak malu mengumbar kemesraan di depan umum. Ada yang berciuman dan Dona juga melihat sepasang kekasih yang sedang memadu cinta di tempat yang sedikit terang.
" Sayang kamu lihat apa? " Tanya Frans sambil melihat kearah dimana Dona menatap.
" Ngapain kamu lihat kayak gituan, disini hal kayak gitu biasa sayang, jadi nggak usah kamu pikirikan." ucap Frans sambil mempererat pelukannya.
" Tapikan disini banyak orang, masak mereka nggak malu," Ucap Dona heran.
" Mana ada orang yang perduli sayang, itu urusan mereka jadi ya mereka cuek aja,"
" Ayo kita pergi dari sini, aku nggak mau disini," Ucap Dona lalu melangkah pergi.
" Sayang tunggu." Ucap Frans sambil menarik tangan Dona.
" Apa lagi!" Seru Dona kesal.
" Kok kamu jadi marah sih sayang, itu kan urusan mereka nggak ada hubungannya sama kita," Frans menarik tangan Dona lalu memeluknya.
" Jangan marah lagi, ayo kita naik ke Menara, kita lihat keindahan kota Paris dari atas Menara," Dona menganggukan kepalanya.
Mereka berjalan menuju merana, mereka masuk ke dalam lif. Pintu lif terbuka di lantai atas. Kini mereka berada di puncak menara Eifel.
" Dari atas sini terlihat jelas keindahan seluruh kota Paris." ucap Dona terkagum-kagum.
" Sayang..aku mencintaimu." Ucap Frans sambil mencium kilas bibir Dona.
" Kamu bahagia sayang." Tanya Frans.
" Aku bahagia banget, terimakasih kamu telah memberikan aku kebahagiaan yang tak akan pernah aku lupakan."
" Sayang ada yang mau katakan sama kamu."
" Apa itu? " Tanya Dona penasaran.
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐