Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 30..


__ADS_3

Deo menghela nafas panjang, ini pertama kalinya ada cewek yang tidak terpikat oleh ketampanan dan rayuan Deo. Bagi Deo hanya untuk mendapatkan gadis secantik apa pun itu sangatlah mudah, tapi sulit baginya untuk menaklukan hati Nena.


"Sabar ya Deo." Sindir Evan dengan senyuman di wajahnya. Clarisa hanya tersenyum melihat Deo yang mencemberutkan bibirnya.


"Baru pertama kali ini aku di tolak sama cewek." Ucap Deo sambil mengerucutkan bibirnya.


"Itu mungkin balasan karena kamu sudah menyakiti hati Karin, makanya sekarang kamu merasakan seperti apa yang Karin rasakan saat ini." Sindir Clarisa dengan senyuman mengejeknya.


Evan menatap Clarisa dan menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin memancing keributan dengan Deo.


"Emm..apa kehadiran aku disini udah menganggu kalian ya?" Tanya Nena merasa tidak enak hati.


"Nggak kok, justru kamu membauat suasana hari ini menjadi menyenangkan, ya nggak Van?" Carlos menyengol lengan Evan. Evan menganggukan kepalanya.


"Maaf ya Deo, aku disini masih murid baru. Aku hanya ingin mencari teman, bukan pacar." Ucap Nena sambil menepiskan senyumannya.


"Iya nggak apa-apa kok. Jangan kamu dengerin ucapan teman-teman aku ya, aku ini orang yang baik dan tidak sombong kok." Puji Deo untuk dirinya sediri.


"Ya..ya..ya, baik dan tidak sombong." Carlos menggelengkan kepalanya.


Sejak tadi Evan tidak henti-hentinya menatap wajah Nena. Nena juga menyadari hal itu, tapi dia bersikap seolah-olah tidak tau. Jam istirahat telah usai, mereka kembali ke dalam kelas.


Clarisa merasa tidak suka dengan kehadiran Nena di kelasnya. Dia seakan mempunyai saingan yang akan merebut Evan darinya.


"Kenapa dia harus pindah di sekolah ini? kenapa juga dari tadi aku lihatin, Evan terus menatap Nena? apa Evan sudah mulai tertarik sama Nena ya?" Guman Clarisa dalam hati.


Clarisa merasakan rasa takut akan kehilangan Evan. Dia takut posisinya di hati Evan akan digeser oleh Nena. Walaupun dia bukanlah pacar Evan, tapi posisi Clarisa lebih penting dari seorang pacar di hati Evan.


Clarisa menyadari jika Evan sudah mulai tertarik kepada si primadona kelas yang belum juga satu hari masuk ke dalam kelasnya sudah menarik perhatian semua cowok di kelasnya. Sehingga membuat iri para cewek-cewek di kelas itu terutama Karin dan Clarisa yang merasa dirinya terancam akan tersaingi dalam mendapatkan hati sang pujaan hati.


Bel tanda pulang sekolah berbunyi.


Sekolah selesai lebih awal dari biasanya, karena semua guru ada rapat penting. Selain itu sekolah meniadakan kegiatan belajar mengajar selama 2 minggu di karenakan tersebarnya sebuah Virus di Indonesia. Sekolah menyuruh para murid untuk belajar sendiri dirumah mereka masing-masing untuk sementara waktu.


Nena bersiap-siap untuk pulang, dia tidak lupa menunjukan senyum manisnya kepada sahabat-sahabat barunya sebelum keluar dari kelas.


"Ais sial, ternyata susah juga ya mendapatkan hatinya Nena!" Seru Deo kesal.


"Nggak semua cewek tertarik sama ketampanan kamu, dari pada kamu pusing mikirin Nena lebih baik kamu ajak jalan itu si cewek cupu yang nyata-nyata sangat tergila-gila sama kamu." Ledek Clarisa.


"Sialan! sampai kapanpun aku nggak sudi sama si cupu itu!" Umpat Deo lalu berjalan keluar kelas.


Evan dan Carlos hanya menertawakan tingkah sahabatnya yang terus uring-uringan karena cintanya ditolak secara langsung sebelum dia menyatakan cintanya kepada Nena.


Seperti biasanya sebelum Evan dan Carlos pulang ke rumah, mereka mengantarkan Clarisa pulang ke rumahnya.


"Kenapa muka kamu cemberut kayak gitu?" Tanya Evan penasaran.


"Emm..nggak ada apa-apa kok." Ucap Clarisa sambil menepiskan senyumannya.


"Jangan bohong deh, aku lihat sejak tadi muka kamu cemberut terus."


" Cemburu kali Van." Sindir Carlos.


"Jangan asal ngomong ya!" Seru Clarisa.


Clarisa membuka pintu lalu keluar dari mobil. Evan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Clarisa.


"Van."

__ADS_1


"Apa."


"Nena itu orangnya seperti apa ya?" Carlos menyandarkan tubuhnya dipunggung kursi penumpang.


"Ya mana aku tau, kamu ini juga aneh, Nena kan baru tadi pindah di sekolah kita, jadi ya aku nggak tau dia orangnya seperti apa." Evan masih terus fokus menatap kedepan.


Sesampainya di rumah, Evan dan Carlos masuk ke dalam rumah.


"Ma, Carlos lapar nie." Ucap Carlos sambil memeluk Dona dari belakang.


"Emm..anak Mama udah pulang jam segini." Dona mengusap lembut puncak kepala Carlos.


"Tadi gurunya lagi ada rapat Ma, jadi kita pulang lebih awal, dan sekolah libur selama 2 minggu." Carlos menyomot udang goreng tepung lalu ia masukan kedalam mulutnya.


Setelah berganti pakaian Evan keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan.


"Kebiasaan, ganti baju dulu baru makan." Ledek Evan.


"Biarin, yang penting perut aku kenyang dulu." Ucap Carlos lalu menjulurkan lidahnya.


Dona hanya menggelengkan kepalanya setiap melihat perdebatan kecil dari kedua anaknya. Dona mengambilkan makanan untuk Carlos.


"Makasih Ma."


Dona ingin mengambilkan makanan untuk Evan tapi langsung ditolak oleh Evan.


"Evan bisa ambil sendiri kok Ma, Evan kan bukan anak kecil lagi yang masih harus dilayani." Sindir Evan sambil melirik kearah Carlos yang sedang asyik menikmati makanannya.


Carlos tidak mengubris ucapan Evan dan terus menikmati makanan yang ada dihadapannya.


"Dasar anak manja." Ledek Evan lagi.


»»»»»


"Kevin."


"Ya Bos." Kevin berjalan mendekati Frans.


"Tolong kamu ambilkan berkas kerja sama dengan PT Angkasa yang ada pada Widya." Pinta Frans.


"Baik Bos." Kevin berjalan keluar dari ruangan Frans.


"Wid, berkas kerja sama dengan PT Angkasa apa sudah selesia kamu cek?" Tanya Kevin sambil berdiri didepan meja kerja Widya.


"Sebentar Pak, saya cek dulu."


Widya membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah map berwarna biru.


"Ini Pak, udah saya cek semuanya." Widya menyerahkan berkas itu kepada Kevin.


Kevin kembali masuk kedalam ruangan Frans.


Seorang pria berjalan menuju meja kerja Widya.


"Apa Bos kamu ada didalam?" Tanya Pria itu.


"Maaf, ini dengan bapak siapa ya?" Tanya Widya sambil berdiri.


"Tolong sampaikan sama Bos kamu kalau temannya Farhan mencarinya."

__ADS_1


Widya menyuruh Farhan untuk menunggu sebentar, sedangkan dirinya berjalan menuju ruangan Frans.


Tokk..tokk..tokk..


Kevin berjalan menuju pintu dan membuka pintu.


"Ada apa?"


"Ada tamu untuk Pak Frans."


"Siapa?"


"Katanya sahabatnya Pak Frans namanya Pak Farhan."


Kevin berjalan menuju meja kerja Frans.


"Bos, ada yang ingin bertemu dengan anda, katanya sahabat anda yang bernama Farhan."


"Farhan! Suruh dia masuk."


Kevin menganggukan kepalanya lalu menyuruh Widya untuk menyuruh Farhan masuk.


Farhan masuk kedalam ruangan Frans.


"Hai Frans." Sapa Farhan sambil berjalan menuju meja kerja Frans.


"Wah..kapan kamu pulang dari Amerika?" Tanya Frans lalu memeluk sahabatnya itu.


"Baru seminggu aku ada di Jakarta."


Frans mengajak Farhan untuk duduk disofa sedangkan Kevin keluar dari ruangan Frans.


"Gimana dengan perusahaan kamu?"


"Aku ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan kamu lagi. Aku akan menetap di Jakarta."


Widya masuk kedalam ruangan Frans sambil membawa nampan yang berisi dua cangkir teh.


"Silahkan diminum Pak." Ucap Widya sambil meletakkan dua cangkir teh keatas meja.


"Terimakasih." Ucap Farhan.


Widya membungkukan tubuhnya lalu berjalan keluar dari ruangan Frans.


"Aku sih suka-suka aja kalau kamu mau menjalin kerjasama dengan perusahaan aku, apa lagi perusahaan kamu sudah merambah sampai ke Amerika."


"Nggak usah memujiku, perusahaan kamu aja, sudah maju sepesat ini. Pada hal baru 3 tahun aku tinggal di Amerika, kemajuan yang kamu peroleh sudah sepesat ini." Puji Farhan.


"Kamu bisa saja, tapi perusahaan aku dibandingkan dengan perusahaan kamu masih berada jauh dibawah kamu." Frans terus saja merendahkan dirinya dihadapan sahabatnya itu.


Karena sudah waktunya makan siang, Frans mengajak Farhan untuk makan siang. Mereka berjalan keluar dari ruangan.


Kevin dan Widya membungkukan tubuhnya saat Frans dan Farhan melewati meja kerja mereka.


⭐⭐⭐⭐


Biasakan klik tombol jempol ya kawan-kawan semuanya. Jangan lupa kasih bintang 5 dan jadikan novel ini jadi novel favorit.


Jangan lupa juga mampir ke season 2 ya..ramaikan juga yang season 2.

__ADS_1


Terimakasih..


😘😘😘😘


__ADS_2