
Pagi ini Dona merasa tidak enak badan, kepalanya terasa pusing dan badannya sangat lemas.
"Sayang, kamu kenapa? kamu sakit?" tanya Frans cemas.
"Iya ni, kepala aku sakit banget dan juga badan aku rasanya lemas."
"Apa jangan-jangan kamu hamil." ucap Frans menebak-nebak.
"Nggak mungkin, kita kan baru dua minggu menikah, masa aku langsung hamil." ucap Dona tidak percaya.
"Ya siapa tau, ayo kita periksakan ke dokter aja biar pasti." ajak Frans.
"Nggak usah, buat istirahat sebentar pasti udah sembuh." Tolak Dona.
"Sayang, kamu ini jangan menyepelekan suatu penyakit ya, lebih baik kita periksakan ke dokter." Bujuk Frans.
"Baiklah, terserah kamu aja." ucap Dona.
Mereka keluar dari kamar.
"Ma, Frans mau mengantar Dona ke dokter dulu ya Ma." ucap Frans sambil memapah tubuh Dona.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Meysa cemas.
"Aku nggak papa kok Ma, cuma pusing aja." jawab Dona sambil menahan sakit kepalanya.
"Ya udah hati-hati ya sayang."
"Baik Ma." jawab Frans.
Mereka masuk kedalam mobil. Frans melajukan mobilnya menuju rumah sakit, sesampainya dirumah sakit.
"Gimana dok keadaan istri saya? apakah istri saya hamil dok?" tanya Frans.
"Istri bapak tidak apa-apa, cuma masuk angin dan kecapekan aja, kalau untuk kehamilan, istri bapak tidak hamil." jawab Dokter.
"Yah, kirain hamil." ucap Frans sedih.
"Jangan sedih dong sayang, nanti kalau udah saatnya aku pasti hamil kok, ya kan dok?" tanya Dona.
"Iya bapak tenang aja, kondisi rahim istri bapak bagus, indung telurnya juga subur, jadi bapak bersabar aja." jawab Dokter.
"Ini saya kasih resep, tolong diminum dengan teratur." ucap Dokter sambil memberikan resep kepada Frans.
"Terimakasih dok, kalau begitu kami permisi dulu." ucap Frans dan Dona.
"Semoga lekas sembuh." ucap Dokter.
"Terimakasih dok." ucap Dona.
Mereka keluar dari ruangan dan berjalan menuju loby rumah sakit.
"Sayang jangan sedih gitu dong."
"Aku nggak sedih kok, aku cuma mikirin tentang rencana honeymoon kita."
"Maaf ya, kita nggak jadi pergi honeymoon." ucap Dona merasa sangat bersalah.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, yang penting sekarang kamu sembuh dulu, kalau soal honeymoon kita bisa pergi lain waktu." ucap Frans sambil mencium kening Dona.
" Ayo kita pulang, kamu harus istirahat." ajak Frans sambil membukakan pintu mobil.
Dona masuk kedalam mobil begitu juga dengan Frans. Frans melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit. Sesampainya di rumah.
"Gimana sayang, apa kata dokter?" tanya Meysa cemas.
"Cuma masuk angin dan kecapekan aja kok Ma." jawab Dona.
"Ya udah sekarang kamu istirahat aja, soal urusan rumah biar Mama yang urus."
"Makasih ya Ma, maaf karena Dona udah ngerepotin Mama."
"Nggak ngerepotin kok sayang, lagian kamu juga kan lagi sakit."
"Frans ajak Dona ke kamar dulu ya Ma." ucap Frans sambil memapah tubuh Dona.
Frans membuka lalu membawa Dona masuk kedalam kamar. Frans memapah tubuh Dona menuju ranjang.
"Sayang sekarang kamu istirahat." ucap Frans sambil merebahkan tubuh Dona.
"Maafin aku ya, karena udah ngerepotin kamu."
"Kamu itu istri aku, udah jadi kewajiban aku untuk menjaga dan merawat kamu." ucap Frans lalu mengecup kening Dona.
"Makasih ya sayang."
"Sekarang kamu istirahat aja." ucap Frans sambil menyelimuti tubuh Dona.
"Sebenarnya aku izin seminggu dan aku menyuruh Marcel untuk mengantikan aku."
"Kamu izin untuk apa?"
"Kita kan rencananya mau honeymoon ke Paris jadi aku minta cuti satu minggu, tapi ternyata gagal honeymoon deh." jawab Frans sedih.
"Maafin aku ya, andai saja aku nggak sakit, kita pasti jadi pergi honeymoon." ucap Dona sedih.
" Udah jangan menyalahkan diri sendiri, kita kan juga nggak tau kapan kita akan sakit, yang terpenting sekarang adalah kesembuhan kamu. Mau aku temani tidur?" tanya Frans.
"Nggak usah, nanti kamu malah ketularan sakit lagi."
"Memangnya sakit kamu menular, itu kan cuma masuk angin sayang, jadi ya nggak mungkin menular."
"Iya juga sih, ya udah deh kalau kamu mau menemani aku tidur."
Frans tidur disamping Dona sambil memeluk Dona.
"Sayang." panggil Dona.
"Apa."
"Aku sangat-sangat mencintaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu sayang." ucap Frans sambil mencium kening Dona.
"Sayang." panggil Dona lagi.
__ADS_1
"Apa lagi sayang!" jawab Frans.
"Aku lapar."
"Sebentar ya aku ambilin dulu." ucap Frans sambil turun dari ranjang.
Frans keluar dari kamar..
"Ada apa sayang?" tanya Meysa.
"Dona merasa lapar Ma." jawab Frans.
"Kebetulan ni buburnya udah matang, tadi Mama sengaja masakin bubur untuk Dona." ucap Meysa sambil menuangkan bubur dalam mangkuk.
"Ini sayang." ucap Meysa sambil memberikan nampan yang berisi bubur kepada Frans.
"Makasih ya Ma." ucap Frans sambil menerima nampan itu.
Frans berjalan menuju kamar..
"Sayang ini aku bawakan bubur." ucap Frans sambil duduk ditepi ranjang.
"Kok cepet banget sayang bikinnya?"
"Iya, tadi Mama sengaja buatin kamu bubur, sini aku suapin, ayo buka mulutnya..aaaaa.." ucap Frans sambil memberikan suapan kepada Dona.
Dona membuka mulutnya dan menerima suapan dari Frans.
"Buburnya enak banget." Puji Dona.
"Kamu harus makan yang banyak ya, biar cepat sembuh." ucap Frans sambil kembali menyuapi Dona.
"Iya sayang." jawab Dona sambil menelan bubur dalam mulutnya
"Sekarang waktunya minum obat." ucap Frans sambil mengambil obat dan memberikannya kepada Dona.
Dona menerima obat itu dan meminumnya.
"Terimakasih ya sayang, karena sudah dengan sabar merawat aku."
"Iya sama-sama, sekarang kamu istirahat, aku mau keluar sebentar." ucap Frans sambil merebahkan tubuh Dona.
Frans menyelimuti tubuh Dona.
"Cepetan tidur." ucap Frans sambil mencium kening Dona.
Frans keluar dari kamar sambil membawa nampan yang berisi mangkuk kotor.
"Ma, Frans titip Dona ya, Frans mau keluar sebentar." Pinta Frans.
"Iya sayang, Mama akan jagain Dona."
"Makasih ya Ma."
Frans pergi berjalan keluar.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1