
Carlos berdiri dan duduk berjongkok didepan Nena, dia menggenggam tangan Nena.
Evan dan Nena terkejut melihat sikap Carlos.
"Los, maksudnya apa ini?" Tanya Evan terkejut.
"Na, aku mau mengatakan sesuatu sama kamu, aku tau, aku ini hanya cowok biasa yang memiliki banyak kekurangan dan mungkin tak pantas mengharapkan cintamu, aku menyukaimu, karena kamu begitu sederhana, tetapi kesederhanaan itu sangat istimewa di mataku. Malam ini sangat indah dengan cahaya rembulan yang memesona namun akan lebih indah kalau kamu resmi menjadi milikku. Jadilah kekekasih hatiku, tanpamu aku hampa, hanya badan tanpa nyawa."
Kedua mata Evan membulat seketika, dia melangkahkan kakinya kebelakang. Dia mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Gadis yang sangat dia cintai ternyata juga dicintai oleh adiknya sendiri. Carlos bahkan tidak pernah mengatakannya, jika dirinya mencintai Nena.
Nena menatap kearah Evan yang kini juga tengah menatapnya dengan raut wajah yang penuh dengan kekecewaan. Nena menggelengkan kepalanya, mencoba memberitahu Evan jika semua ini bukan keinginannnya.
Carlos berdiri lalu memeluk Nena..
"Aku akan menunggu jawaban dari kamu, kamu nggak perlu langsung menjawabnya."
"Apa maksud dari semua ini?" Tanya Nena binggung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku mencintaimu Na, sejak pertama kali aku melihatmu. Selama ini aku mencoba untuk diam dan menahannya, tapi aku nggak bisa. Aku takut akan ada orang lain yang akan merebut kamu dari aku."
Carlos mendekati Evan dan menarik tangan Evan.
"Van, kamu juga mendukungku kan?"
"Hah! Emm..aku--"
"Please.." Carlos mengatupkan kedua tangannya.
Dengan sangat terpaksa Evan menganggukan kepalanya.
"Evan sudah mendukung kita, aku harap kamu nggak akan menolak aku," Carlos menggenggam tangan Nena.
"Aku akan memberitahu kamu satu hal, ini pertama kalinya aku jatuh cinta, jadi kamu adalah cinta pertama aku. Aku harap kamu akan mempertimbangkan perasaan aku."
Carlos lalu mengecup tangan Nena. Nena menarik tangannya dari genggaman tangan Carlos. Dia tidak menyangka Evan akan mendukung Carlos untuk mendapatkan cintanya.
"Apa maksud kamu Van? apa kamu sama sekali nggak pernah mencintaiku? dengan mudahnya kamu mendukung Carlos? sebenarnya apa mau kamu Van? kamu memang tidak pernah mengatakan jika kamu mencintaiku, tapi dengan semua sikap kamu selama ini aku tau jika kamu juga mencintaiku." Guman Nena dalam hati.
"Los, Na, maaf aku harus pergi, aku lupa kalau aku ada janji sama Clarisa." Ucap Evan berbohong.
Carlos memberikan kunci mobilnya kepada Evan.
"Nggak usah, aku naik taksi aja, lagian kamu masih lama kan disini, takutnya nanti kamu pulang malam." Tolak Evan.
"Van!" Seru Nena.
__ADS_1
"Maaf Na, aku harus pergi, aku takut nanti Clarisa menunggu aku."
Evan tersenyum lalu melangkahkan kakinya menjauh. Hatinya benar-benar hancur berkeping-keping. Dia tidak menyangka Carlos juga mencintai Nena, jika dia tau dari awal jika Carlos juga tertarik sama Nena, maka dia tidak akan mencintai Nena sedalam ini.
Evan terus melangkahkan kakinya menelusuri jalan, dia tidak tau kemana kakinya akan membawanya.
"Kenapa harus Nena? kenapa harus Nena yang kamu cintai? kenapa?" Teriak Evan keras.
"Semua udah aku berikan ke kamu Los, kenapa sekarang harus Nena? Kenapa?"
Evan menjatuhkan dirinya, dia terkulai lemas sambil menahan sakit di hatinya.
"Aku akan merelakan Nena untuk Carlos, aku udah berjanji sama Mama dan Papa jika aku harus selalu membuat Carlos bahagia, kebahagiaan Carlos adalah Nena. Ini pertama kalinya aku melihat Carlos jatuh cinta."
Evan berdiri dan memesan taksi online. Tak berselang lama taksi datang. Evan masuk kedalam taksi, dia menyuruh supir taksi untuk mengantarnya ke rumahnya.
»»»»»
Carlos dan Nena hanya diam dan tidak saling bicara.
"Aduh gimana ini? kok malah jadi canggung kayak gini ya? apa sikap aku udah keterlaluan?" Guman Carlos dalam hati.
"Los, sebenarnya apa maksud kamu melakukan semua ini?" Tanya Nena penasaran.
"Maksud kamu apa? tentu saja karena aku menyukai kamu dan aku ingin kamu menjadi kekasihku," Carlos menggenggam tangan Nena.
Nena melepaskan tangannya dari genggaman Carlos.
"Sejak kapan kamu menyukaiku?"
"Aku nggak tau sejak kapan perasaan ini muncul, yang aku rasakan hanyalah aku sangat merindukan kamu kalau kita nggak ketemu. Aku ingin sekali mendengar suaramu sebelum aku tidur, aku ingin selalu ada didekatmu. Bahkan setiap malam aku selalu memimpikanmu." Sahut Carlos dengan senyuman di wajahnya.
"Maaf Los, aku nggak bisa me--"
Carlos menutup mulut Nena dengan bibirnya. Kedua mata Nena seketika membulat, dia tidak menyangka Carlos akan menciumnya. Nena mendorong tubuh Carlos.
"Apa yang kamu lakukan, hah!" Seru Nena terkejut.
"Menciummu." Sahut Carlos tanpa rasa bersalah.
"Itu kan ciuman pertama aku, kamu!" Ucap Nena geram.
"Sama dong, tadi juga ciuman pertama aku, berarti kita memang jodoh." Goda Carlos sambil mengedipkan salah satu matanya.
Nena berdiri dan melangkahkan kakinya meninggalkan Carlos dengan terus mengerutu kesal. Dia bahkan tidak mengubris Carlos yang memanggil-manggil namanya.
__ADS_1
"Maafin aku, Na, tapi aku harus melakukan ini. Dengan begini Evan nggak akan lagi mendekatimu, dia dan Clarisa akan kembali seperti dulu lagi. Aku nggak akan mengharapkan kamu untuk membalas perasaan aku, karena aku sendiri juga nggak yakin dengan perasaan aku. Aku memang tertarik sama kamu sejak pertama kali aku melihatmu, tapi aku nggak tau apa ini cinta atau hanya sekedar rasa kagum aku ke kamu."
Carlos berjalan menuju mobilnya dan masuk kedalam mobil. Dia melajukan mobilnya meninggalkan rumah Nena.
Carlos berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, dia melihat pintu kamar Evan terbuka.
"Boleh aku masuk." Ucap Carlos sambil berdiri di depan pintu.
"Masuk aja, tumben kamu minta izin sama aku kalau mau masuk ke kamar aku."
Evan mencoba untuk tetap tenang, dia tidak ingin Carlos mengetahui kesedihannya.
"Kamu baru pulang ya, kok belum tidur?" Carlos duduk disamping Evan.
"Aku udah pulang dari tadi, ini aku habis telfonan sama Clarisa." Ucap Evan berbohong.
"Emm..kamu udah baikan sama Clarisa?"
"Nggak tau juga, lihat aja besok, tadi katanya dia mau bicara sama aku. Semoga aja dia mau memaafkan aku," Evan menggaruk-ngaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Emm..Los, boleh aku menanyakan sesuatu sama kamu?" Tanya Evan ragu-ragu.
"Soal apa?"
"Sejak kapan kamu suka sama Nena?"
Carlos menyandarkan tubuhnya ke punggung sofa.
"Entahlah, mungkin sejak pertemuan di mall waktu itu. Saat aku melihat Nena sakit, aku seakan juga merasakan sakit yang ia rasakan. Aku nggak tega melihat dia sedih, apa lagi melihat dia menangis. Apa ini yang disebut dengan cinta?" Carlos memiringkan wajahnya menatap Evan.
"Benarkah ini yang namanya cinta?" Sambungnya lagi.
Evan menganggukan kepalanya.
"Semua itu adalah tanda-tanda kamu sedang jatuh cinta, saat kamu mencintai seseorang, maka kamu nggak akan tega melihatnya bersedih, kamu akan merasakan sakit yang dia rasakan. Jika dia bahagia kamu akan ikut bahagia, hanya dengan melihat senyumannya jantung kamu akan berdebar-debar. Kamu akan sangat merindukannya jika kamu tidak bertemu dengannya, sehari itu ibarat setahun."
Evan mengucapkan semua itu dengan mengambarkan isi hatinya untuk Nena.
"Van, apa kamu nggak pernah merasakan sesuatu saat kamu bersama dengan Nena?"
Carlos mencoba untuk memancing isi hati Evan. Dia ingin tau sebesar apa cintanya untuk Nena.
"Kenapa kamu menanyakan itu? mana mungkin aku mencintai Nena, mikirin hubungan aku sama Clarisa aja udah bikin aku pusing. Apa lagi aku harus mikirin Nena, bisa-bisa botak nanti kepala aku." Sahut Evan dengan menepiskan senyumannya.
"Kamu yakin, kamu nggak menyukai Nena? kalau kamu menyukai Nena, aku akan menyerah." Ucap Carlos sambil menepuk bahu Carlos.
__ADS_1
"Ya nggak lah, aku nggak pernah menyukai Nena, kita hanya teman itu aja. Kamu tenang aja, aku akan membantu kamu untuk mendapatkan hatinya Nena." Ucap Evan sambil menepuk bahu Carlos.
⭐⭐⭐⭐