Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Sampai kapan ?


__ADS_3

Sandy keluar dari ruangannya untuk menemui Mery..Sandy tetap ingin mengajak Mery makan siang,dia tidak ingin penolakan..


Ceklek..( suara pintu terbuka )


Mery terkejut melihat Sandy sudah berdiri didepan pintu..


" Maaf pak..ada yang bisa saya bantu hingga bapak datang sendiri ke ruangan saya.." ucap Mery sambil berdiri.


Sandy masuk kedalam ruangan Mery dan menutup pintu ( ceklek ).Sandy berjalan mendekati Mery..


" Temani aku makan siang..!! " ucap Sandy.


" Maaf pak..saya tidak bisa,saya ada janji sama orang lain.." ucap Mery.


" Aku nggak mau tau..kamu harus temani aku makan siang.." ucap Sandy.


Dalam hati Mery.." Ada apa sih dengan kak Sandy? bukannya dia tidak suka makan siang bareng aku..udah ditolak juga masih juga nyamperin kesini..mau nya apa sih ni orang,kalau kayak gini gimana aku bisa melupakan kamu.."


" Tapi pak.."


" Aku nggak mau penolakan,kalau kamu nggak mau menemani aku makan siang,aku nggak akan makan.." ancam Sandy lalu berjalan keluar.


" Dasar..bisanya cuma mengancam..terpaksa deh aku ikutin,aku nggak mau kak Sandy sakit lagi.." ucap Mery lalu berjalan keluar mengikuti Sandy.


Mereka masuk kedalam mobil..Sandy melajukan mobilnya..


" Kita mau makan dimana ? " tanya Mery.


" Nanti kamu juga bakalan tau.." ucap Sandy.


Dalam perjalanan Mery hanya diam sambil menatap keluar jendela..Sandy menghentikan mobilnya disebuah restoran mewah..Sandy dan Mery masuk kedalam restoran..Mery terkejut dan terpukau melihat ruangan yang begitu indah dan romantis.


" Kak..ini kita nggak salah tempat kan..!! " ucap Mery sambil terus menatap keindahan ruangan itu.


" Nggak..aku sengaja memesan tempat ini untuk kita.." ucap Sandy lalu berjalan menuju meja kursi yang berada dipinggir agar bisa melihat pemandangan.



Sandy melambaikan tangannya memanggil pelayan..


" Kamu mau pesan apa ? " tanya Sandy sambil melihat buku menu.


" Terserak kak Sandy aja.." ucap Mery.


" Kalau gitu kami pesan makanan yang paling spesial disini,dua jus jeruk dan dua es cream coklat.." ucap Sandy kepada pelayan.

__ADS_1


" Baik tuan.." ucap pelayan itu lalu melangkah pergi.


Mery menatap Sandy dengan penuh rasa curiga..banyak pertanyaan bermunculan dibenak Mery.


" Kenapa menatapku seperti itu ? " tanya Sandy.


" Sebenarnya ada apa ini kak ? nggak kayak biasanya kakak mengajak aku makan siang,bukanya kakak selalu menolak kalau aku ajak makan siang.." ucap Mery curiga.


" Nggak ada apa apa..aku kan udah bilang aku mau memastikan sesuatu.." ucap Sandy.


" Memastikan apa ? atau kakak masih cemas aku akan mengejar ngejar kakak lagi,tenang aja kak aku udah bertekad untuk melupakan perasaan aku sama kak Sandy,tapi kakak harus bersabar karena aku juga butuh waktu,kalau kak Sandy terus mengajak aku makan siang atau sering muncul didepan aku gimana aku bisa melupakan kakak.." ucap Mery sambil mengerucutkan bibirnya.


" Terserah kamu aja..aku juga nggak menyuruh kamu untuk melupakan perasaan kamu.." ucap Sandy.


Tak berselang lama pesanan mereka datang..


" Selamat menikmati.." ucap Pelayan.


" Terimakasih.." ucap Mery.


" Ayo dimakan.." ucap Sandy sambil memasukan satu suapan kemulutnya.


Mery mulai makan,mereka hanya diam dan tak saling bicara hanya terdengar dentingan sendok dan pisau yang saling bersentuhan dengan piring.


Setelah selesai makan Mery mulai memakan es cream kesukaannya..


Mery makan dengan lahap sampai dia tak sadar ada sisa es cream disudut bibirnya..


Sandy yang melihatnya langsung mendekatkan wajahnya dan langsung mencium sudut bibir Mery yang terkena es cream,Mery terkejut atas perlakuan Sandy..


" Apa yang kak Sandy lakukan ? " ucap Mery terkejut dan langsung mengusap bibirnya.


" Manis sekali.." ucap Sandy sambil tersenyum.


" A...apa yang ma..nis.." ucap Mery gugup kini mukanya udah bersemu merah.


" Es creamnya lah..kamu itu makan es cream kayak anak kecil aja sampai belepotan kayak gitu.." goda Sandy.


Mery mengerucutkan bibirnya,dia mengira Sandy mulai menyukainya tapi ternyata dia hanya mempermainkannya lagi..Mery berdiri dan berjalan keluar..Sandy mengejar Mery..


" Tunggu..kamu mau kemana ? " teriak Sandy.


" Aku mau balik kekantor.." teriak Mery.


" Tunggu dulu..kenapa buru buru sih.." ucap Sandy sambil menarik tangan Mery.

__ADS_1


" Lepasin kak.." ucap Mery sambil menghempaskan tangan Sandy.


Kini Sandy dan Mery menjadi tontonan para pengunjung restoran.Sandy menarik tangan Mery dan membawanya masuk kedalam mobil..


" Kamu ini kenapa sih..bawaannya ngambek melulu..kamu lagi PMS ya.." ucap Sandy kesal.


" Seharusnya aku yang bertanya sama kakak,kenapa kakak perlakukan aku seperti ini,bukanya kakak nggak suka sama aku..terus kenapa kakak selalu mencium bibir aku tanpa izin..kakak pikir aku ini wanita gampangan yang bakal diam aja kakak perlakukan seperti itu.." ucap Mery lalu tanpa sadar airmata menetes membasahi kedua pipinya.


" Bukan gitu maksud aku Mer..aku nggak menganggap kamu wanita gampangan kok..." ucap Sandy.


" Terus kenapa kakak melakukan itu..? " tanya Mery disela tangisannya.


" Aku juga nggak tau kenapa..aku suka aja mengoda kamu,aku suka saat melihat mu tersenyum..aku nggak tau apa yang terjadi sama aku saat kamu mulai menjaga jarak dari aku,aku nggak suka aku nggak terima.." ucap Sandy.


Mery terkejut mendengar ucapan Sandy..Mery nggak menyangka Sandy akan mengatakan semua itu..


" Apa kak Sandy mulai menyukaiku ? " tanya Mery.


" Aku nggak tau Mer..tapi jantung aku nggak berdebar debar..rasanya berbeda nggak seperti saat aku jatuh cinta sama Dona dulu,tapi aku nggak bisa memungkiri aku nggak suka saat kamu menjauh dariku.." ucap Sandy.


" Ya aku tau..mana mungkin kak Sandy suka sama aku..udahlah kak..aku nggak mau membahas ini,aku janji akan secepat mungkin melupakan perasaan ini agar kakak nggak merasa terganggu lagi.." ucap Mery sambil menghapus airmatanya.


" Jangan lakukan itu..aku ingin memastikan perasaan aku kekamu..aku nggak mau menyesal saat nanti kamu pergi meninggalkan aku.." ucap Sandy.


" Maksud kakak apa ? aku nggak mau memaksakan cinta aku sama kakak karena kakak nggak mencintaiku..aku nggak mau tersiksa dengan perasaan ini.." ucap Mery.


Mery merasakan hatinya begitu sakit,Mery nggak menyangka Sandy tega memperlakukan dia seperti ini,Mery tidak mau terus terusan mengharapkan sesuatu yang tak pasti.


" Mau kakak apa sebenarnya,kakak udah menolak cinta aku,tapi kakak menyuruh aku untuk tidak melupakan perasaan ini..apa kakak nggak memikirkan gimana perasaan aku,sakit kak..apa aku harus terus mencintai orang yang tak pernah mencintaiku..? " ucap Mery sedih.


" Bukan seperti itu Mer..aku cuma ingin kamu menunggu sebentar sampai aku bener bener yakin dengan perasaan aku.." ucap Sandy.


" Kakak egois..egois..." ucap Mery sambil menangis..kini airmata Mery mengalir begitu deras sampai membasahi kedua pipi dan kemeja yang ia kenakan..


Sandy tidak tega melihat Mery menangis,Sandypun lalu memeluk tubuh Mery..


" Maafin aku Mer..aku nggak bermaksud untuk menyakiti hati kamu,aku sayang sama kamu Mer..aku cuma ingin memastikan aja..apa rasa sayang yang aku rasakan sama kamu adalah rasa sayang antar pasangan atau cuma rasa sayang ke adik itu aja...aku harap kamu masih mau menungguku.." ucap Sandy.


" Sampai kapan kak..apa masih kurang lama aku menunggu kakak ? sejak aku masih duduk di bangku SMA sampai sekarang,apa itu masih nggak cukup buat kakak.." ucap Mery sambil melepaskan pelukan Sandy.


" Bukan seperti itu,tapi selama ini kan kamu hanya memendamnya dan aku juga nggak tau.." ucap Sandy.


" Walaupun begitu,seharusnya kakak bisa menyadarinya saat aku begitu perduli dan perhatian sama kakak,aku curahkan seluruh kasihsayang aku kekakak..tapi kakak malah selalu menghindariku..aku buang harga diriku dan terus mengejar ngejar kakak tapi kakak nggak pernah membalas perasaan aku..sakit kak...sakit..." ucap Mery disela tangisannya.


" Maafin aku Mer..aku memang bodoh,aku nggak peka..kamu pantas memarahiku.." ucap Sandy.

__ADS_1


" Nggak ada gunanya marah sama kakak,apa dengan aku marah sama kakak..cinta aku akan terbalas..? " ucap Mery sambil menatap Sandy..


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2