Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Menyelidiki..


__ADS_3

Sandy merasa curiga kepada Mery,kenapa sampai sekarang Mery belum juga hamil padahal mereka sering melakukannya bahkan Sandy juga tidak menggunakan alat pengaman.


Sandy ingin bertanya kepada Mery tapi ragu karena Sandy tidak ingin menyinggung perasaan Mery.Akhirnya Sandy memutuskan untuk menyeledikinya sendiri.Sandy curiga Mery meminum obat pencegah kehamilan.


Hari ini Mona dan Meysa berniat untuk menginap dirumah Frans selama satu minggu.Sandy memanfaatkan situasi ini untuk mulai menyelidiki Mery..


Sandy mengajak Mery untuk makan malam.Sandy mengambil ponselnya dari atas meja dan langsung menghubungi Mery..


Tutt..tutt..tutt..( ponsel Mery berbunyi )


" Hallo kak.." jawab Mery.


" Sayang..kamu lagi ngapain ? " tanya Sandy.


" Aku lagi nonton Tv,ada apa kakak menelfon jam segini ? " tanya Mery.


" Aku mau mengajak kamu makan malam,kamu mau kan..!! " ucap Sandy.


" Boleh..kebetulan aku belum makan malam.." ucap Mery.


" Ya udah kamu siap siap,aku akan menjemputmu sekarang.." ucap Sandy lalu mematikan telfonnya.


Sandy pun berganti pakaian,setelah selesai bersiap siap Sandy mengambil kunci diatas meja lalu keluar dari kamar.Sandy masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya kerumah Mery..Sesampainya dirumah Mery,Mery sudah menunggu didepan rumah.Mery mendekati mobil Sandy dan masuk kedalam mobil..


" Maaf menunggu lama.." ucap Sandy.


" Emmm..nggak papa kok Kak.." ucap Mery.


Sandy terpesona melihat kecantikan Mery.Malam ini Mery terlihat berbeda,Mery terlihat sangat cantik menggenakan dres berwarna merah maron dengan panjang sedikit dibawah lutut dengan lengan yang terekpos melihatkan putih mulusnya kulit Mery.Sandy tersenyum menggagumi kecantikan Mery.


" Kenapa kakak senyum senyum ? aku kelihatan jelek ya.." ucap Mery sambil menatap penampilannya.


Mery memang sengaja berdandan dan merubah penampilannya karena Mery ingin terlihat cantik didepan Sandy.


" Nggak kok..kamu malam ini cantik banget.." puji Sandy.

__ADS_1


" Beneran ni.." ucap Mery sambil tersipu malu.


" Beneran..aku nggak menyangka kalau kamu berdandan kamu bisa secantik ini,aku bahagia karena bisa menjadi kekasih kamu.." ucap Sandy sambil menggenggam tangan Mery.


Sandy mendekatkan wajahnya kewajah Mery


Cuupp..


Sandy mendaratkan ciuman kebibir mungil Mery dan membuat Mery semakin tersipu malu.Kini wajah Mery semakin memerah.


" Ayo kita berangkat,takut nanti kemalaman.." ucap Sandy lalu melajukan mobilnya.


" Kita mau makan malam dimana kak ? " tanya Mery.


" Rahasia..pokoknya tempatnya romantis..kamu pasti suka.." ucap Sandy.


Setela memakan waktu cukup lama,akhirnya mereka sampai direstoran.Mereka turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam restoran.Mery merangkul lengan Sandy..


Mery terkagum kagum saat memasuki restoran.Restorannya sangat mewah dan romantis.




Mery duduk berhadapan dengan Sandy.Sandy memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman.


" Gimana sayang kamu suka tempatnya ? " tanya Sandy.


" Suka banget kak..tempatnya bagus dan juga romantis,apalagi dari sini kita bisa menikmati keindahan malam.." ucap Mery dengan raut wajah bahagia.


" Aku sengaja memesan tempat ini agar kita bisa makam malam dengan romantis dan hanya kita berdua disini.." ucap Sandy sambil menggenggam tangan Mery.


Tak berselang lama pesanan mereka datang.Mereka mengakhiri pembicaraan mereka dan mulai menyatap makanan yang tersaji dimeja.


" Kak Sandy tau aja makanan kesukaan aku.." ucap Mery sambil memasukan satu suapan kemulutnya.

__ADS_1


" Tentu dong..semua hal tentang kamu aku ingat semua,apalagi soal titik sensitif kamu.." goda Sandy sambil mengedipkan matanya.


" Dasar mesum.." ucap Mery sambil tersipu malu..


Setelah setengah jam mereka selesai makan.Mereka berbincang bincang,Sandy membicarakan soal keinginannya untuk segera menikah dan mempunyai anak tapi Mery tetap bersikukuh untuk tidak ingin buru buru menikah dengan alasan dia belum siap untuk berkomitmen,Mery ingin menjalani seperti biasanya apa adanya tanpa ada kekangan dan larangan.


" Kak aku kan sudah bilang kalau aku belum siap untuk menikah,tolong hargai keputusan aku ini.." ucap Mery yang mulai kesal.


" Tapi mau sampai kapan sayang,aku ingin secepatnya menikah denganmu,aku ingin selalu bersamamu dan menghabiskan waktu hanya berdua denganmu.." ucap Sandy sambil menggenggam tangan Mery.


" Aku nggak tau kak..tapi yang jelas untuk saat ini aku belum siap untuk berkomitmen.." ucap Mery sambil melepaskan tangan Sandy.


Sandy tidak mau merusak malam indah ini,akhirnya Sandy mengalah dan menuruti apa kemauan Mery.Mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah.


Sesampainya dirumah Mery keluar dari mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun.Sandy keluar dari mobil dan mengikuti Mery..


" Sayang maafin aku,kenapa kamu tiba tiba marah sama aku..? " ucap Sandy sambil menarik tangan Mery.


" Bukannya waktu di Bali kakak mau menerima keputusan aku kalau aku nggak mau buru buru menikah..tapi kenapa tadi kakak membahasnya lagi.." ucap Mery kesal.


" Sayang ya wajarkan kalau aku ingin secepatnya menikah denganmu apalagi kita sudah sering melakukan hubungan itu,aku ingin segera menjadikan kamu sebagai istri aku agar hubungan kita sah sayang..apa itu salah ? " ucap Sandy.


" Itu nggak salah kak tapi aku belum siap aja.." ucap Mery sambil menundukan kepalanya.


Sandy mengecup kening Mery dan memeluknya,Sandy ingin memberi kenyamanan kepada Mery..


" Baiklah aku nggak akan membahas ini lagi..maafin aku,aku sangat mencintaimu sayang aku hanya ingin kamu bahagia.." ucap Sandy lalu mempererat pelukannya.


" Aku juga sangat mencintaimu kak tapi aku mohon jangan ungkit soal menikah lagi kalau aku udah siap maka aku akan menikah dengan kak Sandy.." ucap Mery.


" Baiklah aku akan menunggumu tapi jangan terlalu lama.." ucap Sandy.


" Emmmm..ini udah malam mendingan kak Sandy pulang.." ucap Mery lalu melepaskan pelukan Sandy.


" Boleh aku menginap disini ? aku ingin menemanimu,bukankah kamu sendirian dirumah ? " ucap Sandy.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2