Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Membenci..


__ADS_3

Frans dan Sandy kini sedang duduk diteras belakang.Frans mencoba menahan emosinya karena Frans masih memandang Sandy sebagai adiknya.


" Aku mau tanya sama kamu,apa alasan kamu mutusin Mery ? " tanya Frans.


" Sebenarnya aku nggak ada niat untuk mutusin Mery,aku cuma ingin Mery menyadari kalau keputusan dia salah.Aku udah bersabar selama ini menghadapi Mery dengan sifat keras kepalanya itu.Udah berkali kali aku mengajak Mery menikah tapi dia selalu menolak.Dan apa kamu tau kalau selama ini Mery mengkonsumsi obat pencengah kehamilan.Mery tidak ingin mengandung anak aku..aku nggak tau harus bersikap seperti apa lagi agar Mery mau menikah denganku.Makanya aku mengambil keputusan untuk break dulu agar kita bisa saling instropeksi diri tapi tidak disangka sangka Mery malah menyetujui keputusan aku ini.." ucap Sandy.


" Apa kamu masih mencintai Mery ? " tanya Frans.


" Aku sangat mencintai Mery tapi aku juga nggak mau selamanya seperti ini menjalani hubungan yang nggak jelas mau dibawa kemana.Apalagi sekarang kayaknya Mery lagi dekat sama Sakti atau Davin,entah lah aku nggak tau juga.." ucap Sandy.


" Apa kamu masih nggak percaya sama Mery kalau hanya kamu yang Mery cintai ? " tanya Frans.


" Aku nggak tau,aku nggak bisa menebak gimana perasaan Mery ke aku.." ucap Sandy.


" Lalu apa hubungan kamu sama cewek yang namanya Siska itu ? " ucap Frans penasaran.


" Emmm.."


" Kamu suka sama Siska,jadi benar kalian pacaran..aku kecewa sama kamu San.Seharusnya kamu itu bisa lebih dewasa dalam menghadapi masalah bukan asal langsung minta putus gitu aja,apalagi kamu udah merengut kesucian Mery.Bagi wanita itu adalah hal paling berharga untuk mereka.Aku pikir kamu akan membahagiakan Mery dan nggak akan menyakitinya.Tapi ternyata aku salah..sekarang terserah sama kamu mau melakukan apa aku nggak akan ikut campur lagi tapi aku nggak akan membiarkan kamu menyakiti Mery lagi.." ucap Frans.


" Aku sama Siska nggak ada hubungan apa apa.Kita cuma teman nggak lebih,Siska memang suka sama aku tapi aku nggak menyukainya.Yang aku cintai hanya Mery.Apa kamu juga nggak percaya sama aku Kak ? " ucap Sandy kecewa.


Sandy pikir Frans akan membelanya dan membantunya untuk mendapatkan Mery lagi.


" Buktikan kalau kamu masih mencintai Mery bukan malah membuat masalah menjadi runyam dengan membawa Siska kemari.Dengan membawa Siska kemari kamu pikir masalah akan selesai dan apa kamu pikir Mery akan memohon mohon sama kamu untuk minta balikan,enggak San..Mery akan semakin membenci kamu,bahkan Dona dan mama juga akan membenci kamu karena mereka tidak ingin keluarganya tersakiti.." ucap Frans.


" Aku nggak tau kalau tante disini.Aku mengajak Siska kesini niatnya hanya ingin tau seberapa besar Mery mencintai aku.Aku ingin melihat apa dia cemburu sama aku apa nggak.Bukannya dia yang cemburu tapi malah aku yang sakit hati saat melihat Mery pergi sama Sakti.Mana sampai sekarang belum pulang lagi.." ucap Sandy kesal.


" Kamu sendiri kenapa nggak mengantar Siska pulang,ini udah malam.Kamu pikir rumah aku hotel jadi kamu bebas bawa teman cewek kamu.." sindir Frans.


" Kak..kok kamu kayak gitu,aku nggak ada pilihan lain karena Siska nggak mau tidur dihotel.Aku yang mengajaknya jadi aku juga harus tanggungjawabkan.." ucap Sandy kesal dengan sindiran Frans.


Sandy mendengar suara mobil berhenti didepan rumah.Sandy berdiri dan langsung berjalan menuju pintu depan.

__ADS_1


Ceklek..( suara pintu terbuka )


Sandy melihat Mery keluar dari mobil Sakti.


" Makasih ya Sak karena kamu udah mau temenin gue.." ucap Mery.


" Sama sama Mer..kapan pun lo butuh temen gue siap nemenin lo.." ucap Sakti.


" Mau mampir dulu nggak.." ucap Mery.


" Boleh nih.." ucap Sakti senang.


" Boleh dong,kalau nggak boleh buat apa coba gue tawarin lo.." ucap Mery.


" Gue cuma mau pamit aja sama keluarga lo,setelah itu gue balik.Nggak enak udah malam juga.Gue takut kemalaman sampai rumah.." ucap Sakti.


" O iya gue lupa..ini di Jakarta ya.Mendingan lo menginap dihotel aja Sak.." ucap Mery.


" Tenang aja,gue punya saudara disini kok jadi gue bakal menginap dirumah saudara gue.." ucap Sakti.


" Ya capeklah,apalagi seharian ini jadi supir lo.." sindir Sakti.


" Sory sory..ya udah ayo masuk dulu,nanti gue panggilin mama dan kakak gue biar lo bisa pamit.." ucap Mery.


Saat Mery berjalan menuju pintu Mery melihat Sandy udah berdiri didepan pintu.


" Ngapain kak Sandy berdiri didepan pintu ? mau memata matai aku ya.." ucap Mery.


" Kamu kemana aja jam segini baru pulang.." ucap Sandy sambil menatap tajam kearah Sakti.


" Kak Sandy nggak perlu tau urusan aku.Lagi pula ini baru jam 8 malam..minggir aku sama Sakti mau masuk.." ucap Mery.


Sandy berjalan masuk kedalam rumah dan diikuti oleh Mery dan Sakti.

__ADS_1


" Lo tunggu disini dulu,gue akan panggilin mama dan kakak gue.." ucap Mery.


" Ok.." ucap Sakti sambil duduk disofa ruang tamu.


Mery berjalan menuju ruang keluarga.Mery memanggil Meysa dan Dona.


" Ma..kak..Sakti mau pamit pulang.." ucap Mery sambil duduk disamping Evan yang tengah asyik nonton TV.


Dona dan Meysa berjalan menuju ruang tamu dan diikuti oleh Mery sambil mengendong Evan.


" Kamu udah mau pulang Sak.." ucap Dona.


" Emmm..iya kak udah malam juga takut nanti kemalaman.." ucap Sakti.


" Makasih ya kamu udah jagain Mery dan mengantar Mery sampai dirumah.." ucap Meysa.


" Sama sama tante.." ucap Sakti.


Frans dan Sandy berjalan menuju ruang tamu.


" Sayang dia siapa ? " tanya Frans.


" Temannya Mery..tadi habis menemin Mery jalan jalan.." ucap Dona.


" Hallo kak..saya Sakti temannya Mery.." ucap Sakti sambil menjabat tangan Frans.


" Emm..ya,ngomong ngomong rumah kamu dimana ? " tanya Frans.


" Bandung Kak.." ucap Sakti.


" Wah jauh ya..kamu sempet sempetin datang kesini hanya untuk menemani Mery jalan jalan,kamu memang teman yang baik.." ucap Frans.


Sakti cuma bisa senyum sambil menatap Mery yang kini tengah mengendong Evan.Sandy tidak suka cara Sakti menatap Mery.

__ADS_1


" Kalau kamu mau kamu bisa menginap disini,masih ada kamar kosong kok..lagian pacar Sandy juga menginap disini.." ucap Frans.


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2