
Mira merasa sangat gugup, tubuhnya gemetar keluar keringat dingin dari kedua tangannya. Dona yang saat ini sedang menemani Mira pun tersenyum manis.
"Mir nggak usah segugup itu juga kali." goda Dona.
"Apa kakak dulu juga gugup seperti aku sekarang?" tanya Mira.
"Ya sih, tapi nggak sampai keluar keringat dingin juga." ucap Dona.
"Aku sangat gugup kak, lihat tubuh aku sampai gemetaran." ucap Mira.
"Sekarang kamu tenang dulu, kayaknya acara ijab qobulnya udah dimulai." ucap Dona.
Diluar terdengar suara riuh dari semua para tamu undangan.
"Bagaimana para saksi, sah." tanya pak penghulu.
"Saaaaahhhhhh...." teriak para tamu undangan.
Meysa berjalan menuju kamar untuk menjemput Mira. Meysa membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam kamar. Meysa berjalan mendekati Mira dan Dona, tersirat senyuman diwajah Meysa..
"Sayang, sekarang kamu boleh keluar." ucap Meysa.
"Semua lancar Ma." tanya Dona.
"Lancar sayang, sekarang Marcel sedang menunggu Mira di bawah." ucap Meysa.
Mira keluar dari kamar yang di dampingi oleh Dona dan Meysa, jantung Mira berdebar-debar, perasaan gugup menyelimuti hatinya.
Marcel berdiri dan menyambut tangan Mira, di kecupnya tangan Mira. Semua tamu undangan berteriak..
"Cium cium cium..."
Marcel memandang Mira yang kini telah tertunduk malu, Marcel memegang dagu Mira, kini mata mereka saling bertemu pandang, Marcel memberanikan diri untuk mencium bibir Mira, mata Mira terpejam saat Marcel mencium bibirnya.
"Mas Marcel dan mbak Mira silahkan duduk kembali." ucap pak penghulu.
Marcel dan Mira duduk kembali.
"Sekarang silahkan kalian bertukar cincin." ucap Pak penghulu.
Marcel memasangkan cincin di jari manis Mira, begitupun sebaliknya Mira memasangkan cincin di jari manis Marcel. Mira mencium tangan Marcel.
"Selamat kalian sudah sah menjadi suami istri." ucap Pak penghulu.
"Terimakasih." ucap Marcel dan Mira bersamaan.
Acara ijab qobul selesai, Mira dan Marcel beristirahat di dalam kamar, karena acara resepsi akan diadakan nanti malam di sebuah gedung yang telah disewa Marcel.
Ada rasa canggung di antara mereka berdua, kamar terasa sunyi. Marcel tak mau berlama-lama dalam keadaan canggung seperti ini akhirnya Marcel mulai membuka suara.
__ADS_1
"Mir, karena kita sudah sah menjadi suami istri bolehkan aku memanggilmu sayang." ucap Marcel sambil duduk di samping Mira.
"Emm...boleh kak." jawab Mira pelan.
Mira menundukkan kepalanya, dia tak berani menatap wajah Marcel, saat ini jantung Mira seakan mau loncat keluar saking gugupnya.
Marcel semakin mendekatkan dirinya kepada Mira..
"Emm sayang, a--aku, boleh nggak a--aku." Ucap Marcel gugup.
"Sial! baru pertama kali ini aku gugup didepan wanita." guman Marcel dalam hati.
"Kak, aku mau mandi dulu." ucap Mira langsung berjalan menuju kamar mandi.
Marcel hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Marcel merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Aduh bagaimana ini, apa kak Marcel mau melakukannya sekarang ya, aku sangat gugup, aku takut, bagaimana ini." ucap Mira sambil mondar-mandir di dalam kamar mandi.
"Lebih baik aku mandi dulu." ucap Mira sambil melepas gaun pengantinnya.
Mira menyalakan shower dan mulai melakukan ritual mandinya, saat mau mengeringkan tubuhnya Mira mencari-cari handuk.
"Dimana handuknya? kok nggak ada." ucap Mira binggung.
Mira mencoba mengintip keluar, dia ingin tau apa Marcel masih ada di dalam kamar. Mira melihat Marcel sedang tiduran sambil memainkan ponselnya. Mira kembali menutup pintu kamar mandi. Di dalam kamar mandi Mira sangat kebingungan, dia nggak tau harus bagaimana.
Marcel yang sedari tadi menunggu Mira mandi mulai merasa curiga, sudah satu jam Mira berada dalam kamar mandi dan tak keluar-keluar, karena merasa khawatir terjadi apa-apa sama Mira akhirnya Marcel menghampiri Mira. Marcel mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang kamu nggak apa-apa, kok lama banget mandinya?" tanya Marcel cemas.
"Eem..anu kak, aku..aku lupa bawa handuk." ucap Mira gugup.
"Ya udah tunggu, aku ambilkan handuknya dulu." ucap Marcel sambil berjalan menuju lemari. Setelah mengambil handuk, Marcel kembali mengetuk pintu kamar mandi.
"Bukain pintunya, ini aku udah bawain handuknya." ucap Marcel sambil membawa handuk di tangannya.
Mira perlahan membuka pintu kamar mandi, Mira hanya mengeluarkan salah satu tangannya untuk mengambil handuk dari tangan Marcel.
"Kok cuma tangannya yang keluar." ucap Marcel. Marcel ingin mengoda Mira.
"Ya kan aku cuma mau mengambil handuknya."
"Tunjukkin wajah kamu dong." goda Marcel sembari menyunggingkan senyumnya.
"Aku kan malu kak, udah sini handuknya." Pinta Mira.
"Kalau kamu nggak mau menunjukan wajahmu aku nggak akan memberikan handuk ini." ancam Marcel.
Mira bingung harus bagaimana, Mira merasa sangat malu karena sekarang dia sedang telanjang bulat.
__ADS_1
"Kalau nggak mau ya udah, aku pergi." ucap Marcel sambil melangkahkan kakinya.
"Tunggu kak." teriak Mira.
Tanpa sadar Mira membuka pintu kamar mandi lebar lebar, kini Marcel bisa melihat seluruh tubuh Mira, Marcel tersenyum manis.
"Aku kan cuma minta kamu untuk menunjukkan wajahmu, tapi kenapa kamu malah menunjukkan seluruh tubuhmu." goda Marcel sambil melangkah maju.
Mira yang sadar akan kesalahannya langsung menutup pintu kamar mandi tapi di halangi oleh tangan Marcel.
"Kenapa harus malu, sekarang kita udah sah menjadi suami istri, jadi aku berhak untuk melihat tubuh kamu." ucap Marcel sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Mira membalikan tubuhnya, dia tak berani menatap Marcel, saat ini jantungnya berdebar-debar dan mukanya sudah kayak kepiting rebus saking malunya. Marcel berjalan mendekati Mira.
"Sayang, boleh aku melakukannya sekarang?" bisik Marcel di telinga Mira.
Mira tidak tau harus menjawab apa, karena saat ini dia benar-benar sangat gugup dan malu.
Marcel menatap wajah Mira yang tertunduk malu. Marcel mengangkat dagu Mira agar Mira menatapnya.
"Apa kamu malu sayang?" tanya Marcel.
Mira hanya menganggukkan kepalanya.
"Nggak usah malu sayang, karena cepat atau lambat kita tetap akan melakukannya, sekarang kamu adalah istriku jadi aku berhak atas dirimu."
"Aku tanya sekali lagi, apa aku boleh melakukannya sekarang?" tanya Marcel lagi. Mira menatap wajah Marcel dan tersenyum.
"Iya.." jawab Mira pelan.
"Apa kamu benar-benar udah siap?" tanya Marcel mamastikan.
Mira menganggukkan kepalanya.
"Apa kamu takut?" tanya Marcel.
"Iya aku takut, ini adalah pengalaman pertama untukku." jawab Mira pelan.
"Nggak usah takut sayang, aku janji akan melakukannya dengan pelan."
"Sekarang kamu tunggu diluar, aku mau mandi dulu." ucap Marcel sambil mengecup kening Mira.
Mira keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang melilit tubuhnya. Setelah setengah jam akhirnya Marcel selesai mandi, Marcel berjalan mendekati Mira yang kini tengah duduk di tepi ranjang.
"Sayang tubuhmu sungguh membuat ku tak kuasa untuk menahannya, tubuhmu merespon setiap sentuhan ku." bisik Marcel di telinga Mira.
"Mulai sekarang kamu akan menjadi milikku seutuhnya." sambung Marcel lagi.
¤¤¤¤
__ADS_1