Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Malam pertama..


__ADS_3

Setelah melakukan ritual malam pertamanya Marcel menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Mira. Marcel memejamkan matanya karena kelelahan. Mira menutup tubuh Marcel dengan selimut.


Mira turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Ia menatap dirinya di cermin, ia melihat begitu banyak tanda merah diseluruh tubuhnya.


Mira menyalakan shower dan memulai ritual mandinya, setelah selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaian, setelah selesai berpakaian Mira keluar dari kamar.


"Wah pengantin baru udah keluar kamar." goda Frans.


"Apaan sih kak." ucap Mira malu.


"Suamimu mana sayang?" tanya Meysa.


"Kak Marcel sedang tidur Ma."


"Wah...pasti Marcel kecapekan setelah bertempur habis-habisan." goda Frans lagi.


Kini muka Mira semakin memerah, bahkan kalau di lihat sudah seperti kepiting rebus saking malunya.


"Udah sayang kamu jangan menggoda Mira lagi, kayak kamu nggak pernah ngerasain aja.m." sindir Dona.


"Jangan gitu dong sayang, udah sebulan lebih kita nggak melakukannya, dengan susah payah aku menahannya, jangan menggodaku ya." ucap Frans sambil cemberut.


"Iya-iya maaf."


"Kamu makan duluan aja Mir,.biar nanti pas acara resepsi kamu punya tenaga." ucap Dona.


"Baik kak.." ucap Mira sambil mengambil makanan.


"Tadi berapa ronde?" goda Frans lagi.


"Sayang...." teriak Dona sambil menatap tajam Frans.


"Iya-iya maaf." ucap Frans sambil memasukan makanan ke mulutnya.


Marcel yang mulai membuka matanya mencari sosok di sampingnya.

__ADS_1


"Dimana Mira? apa dia udah turun kebawah?" ucapnya.


Marcel turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi, setelah selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi dan mulai berpakaian, setelah selesai berpakain Marcel turun kebawah.


"Malam semuanya." sapa Marcel sambil duduk di samping Mira.


"Ini dia yang diomongin udah nonggol." ucap Frans.


"Kalian lagi menggoda istri aku ya." tanya Marcel.


"Ya itu Frans dari tadi menggoda Mira terus." ucap Dona sambil tersenyum.


"Kenapa Frans? kamu penasaran?" goda Marcel.


"Enggak..siapa juga yang penasaran." ucap Frans menggelak.


"Yang benar, mau aku kasih tau nggak?" goda Marcel.


"Kalau kamu mau cerita ok, aku siap mendengarkan." ucap Frans.


Mira mengambilkan makanan untuk Marcel dan meletakkannya didepan Marcel.


"Makasih sayang.." ucap Marcel sambil mencium kilas bibir Mira.


"Cie..cie..cie..sekarang udah mulai blak-blakan ni ye.." goda Frans.


"Ya kan nggak apa-apa, Mira kan sekarang udah jadi istri sah aku, jadi nggak jadi masalah dong, jangan kan mencium bibir tubuhnya aja udah jadi milikku seutuhnya." ucap Marcel sambil menatap Mira.


Mira merasa kini wajahnya semakin panas, semua mata menatap tajam kearah Mira.


"Jangan pada menatapku seperti itu, aku kan malu." ucap Mira sambil menundukkan wajahnya.


"Nggak usah malu sayang kan ada aku." ucap Marcel sambil menggenggam tangan Mira.


"Udah berapa ronde Cel?" tanya Frans.

__ADS_1


"Baru satu ronde, tapi nanti setelah selesai resepsi aku akan membuat Mira sampai lemas tak berdaya, aku mau melakukannya sampai pagi." ucap Marcel.


"Kalian pada ngomongin apaan sih, disini masih ada yang single jadi nggak usah ngomongin kayak gituan." ucap Mery sambil menatap Sandy.


Sandy tidak perduli dengan pembicaraan mereka, ia sedang asyik menikmati makanannya.


"Makanya cepetan nikah atau kamu mau aku jodohin sama adik aku?" goda Frans.


Kata-kata Frans membuat Meri dan Sandy terbatuk-batuk karena tersedak makanan.


"Kamu kenapa Mer, ini ayo cepetan di minum." ucap Dona sambil memberikan segelas air putih.


Meri mulai meminum air putih itu..


"Maksud kamu apa?" tanya Sandy kesal.


"Aku kan cuma asal ngomong, tapi kenapa kalian berdua kaget begitu." tanya Frans heran.


"Aku nggak suka dijodoh-jodohkan, jadi nggak usah ikut campur dalam urusan hidup aku." ucap Sandy kesal.


Meri yang mendengar kata-kata Sandy merasakan sakit dihatinya, belum juga menyatakan perasaanya, tapi ia merasa sudah di tolak mentah-mentah oleh Sandy.


"Sayang maksud kakak kamu kan baik, dan kamu juga udah waktunya untuk menikah, Mery juga anak yang baik, cantik lagi." ucap Mona.


"Tapi Ma, Sandy nggak suka dijodoh-jodohkan, Sandy mau mencari calon istri sendiri, kalau Sandy udah menemukannya, Sandy akan perkenalkan ke Mama, jadi Mama nggak usah khawatir." ucap Sandy.


Meri merasa hatinya tercabik-cabik mendengar kata-kata Sandy.


"Ma, Mery udah kenyang, Mery mau ke kamar dulu." ucap Mery sambil melangkah meninggalkan meja makan.


"Sayang, kamu itu kalau bicara dipikir dulu, kata-kata kamu itu menyinggung perasaan Mery." ucap Mona.


"Memangnya Mery suka sama Sandy? enggak kan, jadi buat apa dia tersinggung dengan kata-kata Sandy." ucap Sandy sinis.


"Udah udah nggak usah ribut lagi, ayo selesaikan makannya, habis ini kita harus siap-siap untuk resepsi pernikahan Mira dan Marcel." ucap Meysa.

__ADS_1


¤¤¤¤


__ADS_2