Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Merasa nggak enak..


__ADS_3

Frans berjalan mendekati Dona.


"Apa yang kamu lihat sayang? kamu terpesona sama ketampanan aku ya.." Goda Frans.


"Ahh, nggak, siapa juga yang terpesona." Ucap Dona gugup.


"Yang bener." Ucap Frans sambil berjalan mendekati Dona.


"Iya benar, udah sana cepetan pakai baju terus sarapan." Ucap Dona lalu memalingkan wajahnya, dia tidak berani menatap tubuh Frans.


"Siap." ucap Frans dengan senyuman di wajahnya.


Frans berjalan menuju lemari dan mengambil pakaian, setelah selesai berpakaian Frans duduk di sofa. Terdengar suara ketukan pintu.


Tokk..tokk..tokk..


"Sayang, kamu sudah selesai makan belum?" tanya Mona dari depan pintu kamar Frans.


"Itu Mama sayang." Ucap Dona.


"Biar aku aja yang buka." Ucap Frans lalu berjalan menuju pintu.


Frans membuka pintu kamarnya..


"Ada apa Ma?" Tanya Frans sambil berdiri di depan pintu.


"Kamu bisa menemani Mama berbelanja nggak, kita kehabisan bahan makanan." tanya Mona.


"Nanti ya Ma, kalau sekarang Frans nggak bisa Ma." Ucap Frans.


"Memangnya kamu lagi ngapain?" Tanya Mona sambil melihat ke dalam kamar Frans.


"Frans baru mau sarapan Ma, tadi kan Frans belum sempat sarapan. Biasa Ma habis lembur, jadi bangun kesiangan." Ucap Frans sambil tersenyum.


"Ya udah, kamu terusin makan nya, Mama tunggu dibawah, tapi jangan lama-lama ya." Ucap Mona.

__ADS_1


"Baik Ma." Ucap Frans.


Mona berjalan menuruni tangga dan Frans menutup pintu. Frans berjalan menuju sofa dan duduk di samping Dona.


"Mama bilang apa?" Tanya Dona penasaran.


"Mama minta ditemenin belanja, katanya bahan makanan udah habis." Ucap Frans sambil mengambil satu sendok makanan dan dimasukan kedalam mulutnya.


"Maaf sayang, aku lupa membeli bahan bahan makanan." Ucap Dona sambil menepuk dahinya.


"Nggak apa-apa sayang, aku maklum kok. Kamu pasti juga tidak sengaja." Ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.


"Tapi kan aku nggak enak sama Mama, kan seharusnya aku yang mengurus semua kebutuhan rumah ini. Kalau begini kan aku jadi merepotkan Mama." Ucap Dona merasa bersalah karena telah membuat Mama mertuanya repot.


"Kamu tenang aja, Mama pasti juga mengerti kok. Mama juga nggak merasa direpotkan." Ucap Frans.


Dia tidak ingin istrinya merasa bersalah hanya gara-gara hal sepele.


"Kamu tau dari mana?"


"Ya taulah, diakan Mama aku. Mama aku itu baik tau, jadi kamu nggak usah khawatir." Ucap Frans sambil mengerakkan alisnya naik turun.


"Usstt..udah nggak usah kamu pikirkan. Kamu tenang aja, aku lebih kenal Mama jadi kamu nggak usah khawatir, Mama itu sayang banget sama kamu tau." Ucap Frans sambil menutup mulut Dona dengan kedua jarinya.


Frans kembali memakan makanannya.


"Sayang itu sudah dingin, aku ambilkan yang masih hangat."


"Nggak usah, udah aku makan juga. Lagian tinggal dikit lagi juga habis, cukup kamu aja yang menghangatkan ku." ucap Frans sambil tersenyum manis.


"Apaan sih, sekarang kamu sudah mulai bisa menggombal ya." ucap Dona sambil duduk di samping Frans.


"Kamu mau makan sayang? aku suapin deh." tawar Frans.


"Nggak usah, tadi aku udah sarapan kok, kamu aja yang makan." Tolak Dona.

__ADS_1


Frans memakan makanan yang dibawa Dona sampai habis.


"Alhamdulillah, kenyang juga akhirnya." Ucap Frans sambil mengusap perutnya yang sudah penuh dengan makanan.


"Ini sayang di minum susunya." ucap Dona sambil menyodorkan gelas yang berisi susu hangat.


"Makasih sayang." ucap Frans sambil menerima gelas itu.


"Sayang kamu kasih aku susu biar stamina aku semakin kuat ya, biar kita bisa melakukan itu tiap hari." goda Frans.


"Apaan sih, udah cepetan habisin susunya setelah itu kita turun, kasian Mama sudah menunggu." ucap Dona dengan tersipu malu.


"Siaappp bu bos." ucap Frans sambil meneguk susu itu sampai habis.


"Anak pintar." ucap Dona sambil mengambil gelas kosong dari tangan Frans.


"Sayang entar malam kasih aku susu lagi ya." pinta Frans.


"Ok..siap pak bos."


"Tapi aku nggak mau susu yang ini." Ucap Frans sambil menunjuk gelas kosong.


"Kenapa sayang, nggak enak ya?" Ucap Dona penasaran.


Karena setahu Dona Frans sangat suka susu itu.


"Bukan begitu, tapi kalau malam aku maunya susu yang itu." Ucap Frans sambil tersenyum jahil.


"Ih sayang, kamu mesum deh." ucap Dona lalu berdiri.


"Kalau kamu masih mesum kayak gitu aku tinggal keluar." sambung Dona lagi.


Dona berjalan keluar sambil membawa nampan.


"Tungguin aku sayang." teriak Frans sambil mengejar Dona.

__ADS_1


Frans dan Dona keluar dari kamar dan menuruni tangga. Mereka berjalan menuju dapur.


¤¤¤¤


__ADS_2