
"Kalau gitu aku akan pilih ini." ucap Mira sambil menunjuk cincin ditangan Marcel.
"Kamu serius Mir?" tanya Marcel memastikan.
Mira menganggukan kepalanya sambil menunduk malu.
"Terimakasih Mir, aku janji aku akan selalu membahagiakan kamu." ucap Marcel senang, ia tidak menyangka Mira akan menerima lamarannya.
"Aku mencintaimu dengan tulus, terimakasih karena kamu sudah mau menerimaku, walau kita belum saling mengenal, tapi aku yakin kita berjodoh, sekarang aku mau tanya sekali lagi sama kamu,,maukah kamu menikah denganku?" tanya Marcel sambil memasangkan cincin dijari manis Mira.
"Ya aku mau." jawab Mira sambil tersipu malu.
Frans, Dona, Mery dan Meysa yang sedang mengintip mereka ikut bahagia mendengar keputusan Mira.
"Ma, Mira menerima lamaran Marcel Ma." ucap Dona sambil memeluk Meysa.
"Iya sayang, Mama ikut bahagia untuk kebahagian anak-anak Mama."
"Mama tenang aja, Marcel itu orang yang bertanggungjawab, Frans yakin dia akan membahagiakan Mira." ucap Frans.
Meysa menganggukan kepalanya.
"Mir, sebelum kita menikah, aku akan memberikan waktu kepada kamu untuk lebih mengenal aku."
"Aku percaya sama kak Marcel, karena aku yakin pilihan keluarga aku pasti yang terbaik untuk aku."
"Tapi kamu nggak malukan punya calon suami yang umurnya jauh diatas kamu?" tanya Marcel cemas.
"Nggak kok, walau umur kak Marcel jauh diatas aku, tapi wajah kak Marcel masih ganteng." ucap Mira sambil menunduk karena malu.
Marcel yang kini sedang dipuji oleh pujaan hatinya merasa seakan melayang, jantungnya berdebar-debar, ingin sekali ia memeluk dan mencium Mira tapi ia urungkan karena ia tidak mau Mira berfikir buruk tentangnya.
"Kamu juga cantik, kalau begitu ayo kita temui keluargamu." ucap Marcel lalu berdiri.
"Baiklah, ayo."
Mira lalu berdiri melangkah pergi dan diikuti oleh Marcel.
"Ayo makan siang dulu!" teriak Meysa sambil menyiapkan makanan diatas meja makan dibantu sama Dona.
Frans dan Mery duduk dikursi meja makan.
"Mira dan Marcel mana?" tanya Meysa.
"Itu mereka Ma." ucap Dona.
Mira dan Marcel berjalan menuju meja makan.
"Nak Marcel ayo makan siang dulu." ucap Meysa.
"Iya tante, terimakasih." ucap Marcel sambil duduk disamping Frans.
"Mir, ambilkan makanan untuk nak Marcel." ucap Meysa.
"Iya Ma." ucap Mira sambil mengambilkan makanan untuk Marcel.
__ADS_1
"Ini silahkan dimakan." ucap Mira sambil menaruh makanan didepan Marcel.
"Terimakasih." ucap Marcel sambil tersenyum.
Setelah selesai makan, mereka kembali duduk diruang tamu.
"Gimana keputusan kalian?" tanya Meysa.
"Mira udah setuju tante, kami akan Ta'aruf dulu, kami ingin lebih mengenal dulu dan soal tanggal pernikahan saya serahkan semuanya kepada tante." jawab Marcel.
"Benar itu Mir? kamu sudah mantap dengan keputusan kamu? Mama nggak akan memaksa kamu." ucap Meysa.
"Mira udah yakin Ma, Mira yakin pilihan kak Dona dan kak Frans adalah yang terbaik untuk Mira." jawab Mira.
"Tapi Mir, walau kakak yang membawa lamaran ini untuk kamu, tapi semua keputusan ada ditangan kamu, apakah hatimu udah yakin?" tanya Frans.
"Aku udah yakin kak." jawab Mira.
"Baiklah, jika kamu sudah yakin, Mama akan menetapkan hari pernikahan kalian, bagaimana kalau dua bulan lagi? itu waktu yang cukup untuk kalian saling mengenalkan?" tanya Meysa.
"Kalau buat saya itu sudah lebih dari cukup tante." jawab Marcel.
"Kalau kamu Mir?" tanya Meysa.
"Iya Ma, Mira serahkan semua pada Mama." jawab Mira.
"Ok, berarti ini sudah final, Mama senang anak-anak Mama akhirnya sudah pada menikah." ucap Meysa.
"Terimakasih Ma..karena sudah membesarkan kami dan menyayangi kami.." ucap Dona sambil memeluk Meysa.
"Itu udah kewajiban Mama sayang.." ucap Meysa sambil memeluk Dona.
"Aku nggak mau buru-buru, aku mau bekerja dulu." ucap Meri.
"Tapi sayang, apa ada laki-laki yang kamu sukai?" tanya Meysa pesanaran.
"Ada Ma..tapi dia menyukai orang lain." jawab Meri sedih.
"Jangan sedih, memangnya laki-laki cuma satu, masih banyak laki-laki yang suka sama kamu." ucap Mira.
"Aku nggak mau buru-buru kok Mir, aku mau kerja dulu, aku ingin membahagiakan Mama dan menemani Mama." ucap Meri sambil memeluk Meysa.
"Mama juga nggak akan memaksa kamu kok sayang." ucap Meysa.
"Makasih ya Ma.." ucap Meri.
"Atau mau kakak kenalkan sama teman kakak yang lain?" tanya Frans.
"Nggak, aku nggak mau dijodohkan kayak Mira, aku mau menikah dengan laki-laki pilihan aku sendiri.." ucap Mery.
"Aku nggak menjodohkan Mira, tapi aku hanya menjadi perantara antara Marcel dan Mira, dan lagian mereka juga sudah saling mengenal.." ucap Frans.
"Oya nak Marcel, kapan orangtua nak Marcel akan datang kemari?" tanya Meysa.
"Maaf tante, sebenarnya saya sudah nggak mempunyai orangtua, orangtua saya sudah meninggal sejak saya masuk kuliah." jawab Marcel.
__ADS_1
"Maaf Ma, Frans lupa untuk memberitahu Mama." ucap Frans.
"Nggak apa-apa, maaf ya nak Marcel tante tidak tau." ucap Meysa.
"Nggak apa-apa kok tante." ucap Marcel.
"Oya nak Marcel mau menginap disini atau langsung pulang?" tanya Meysa.
"Saya langsung pulang tante karena saya masih ada pekerjaan penting." jawab Marcel.
"Frans sama Dona juga akan pulang hari ini Ma, karena Frans juga ada pekerjaan penting.." ucap Frans.
"Baiklah, oya Mama ingin secepatnya mendengar kabar gembira dari kalian." ucap Meysa.
"Do'akan saja Ma, Frans juga udah berusaha siang malam tapi belum ada hasilnya." ucap Frans.
"Apaan sih.." ucap Dona sambil menyenggol tangan Frans.
"Tapi kan benar sayang, kita udah melakukannya siang malam, tiap hari malahan." ucap Frans.
"Iya, tapikan nggak harus diomongin sedetail itu juga kan, aku kan malu." ucap Dona.
"Kenapa harus malu, kitakan sudah sah, betul nggak Ma?" tanya Frans.
"Iya sayang." jawab Meysa.
"Kalian lagi pada ngomongin apa sih? kabar gembira apa? terus yang usaha siang malam itu apa? apa kakak lagi buka usaha baru?" tanya Mira binggung.
"Kamu ini pura-pura polos atau memang nggak tau?" tanya Frans.
"Aku memang nggak tau maksud pembicaraan kalian!" ucap Mira.
"Wah Cel, ini tantangan buat kamu ini, kamu harus mengajari Mira." Goda Frans.
"Tantangan apa? terus memangnya aku perlu diajari apaan?" tanya Mira binggung.
"Udah nggak usah dengerin Frans." jawab Marcel.
Frans, Dona dan Meysa tertawa mendengar kepolosan Mira.
"Kok malah pada ketawa sih! aku kan beneran nggak tau." ucap Mira kesal.
"Kamu beneran penasaran?" tanya Marcel.
Mira menganggukan kepalanya.
"Tadi itu tante nanya soal kabar gembira itu kabar soal kehamilan Dona, terus yang dimaksud soal usaha siang malam itu ya itu..itu." ucap Marcel binggung harus bicara apa.
"Oooo..itu.." ucap Mira pelan.
"Masih penasaran..kalau masih penasaran minta sama Marcel untuk mempratekannya.." goda Frans.
"Apaan sih sayang." ucap Dona.
Marcel dan Mira saling bertatap muka, wajah Mira bersemu merah karena malu. Marcel hanya tersenyum melihat salah tingkah Mira.
__ADS_1
"Jangan dengerin Frans, jika udah waktunya kamu juga akan tau sendiri." ucap Marcel.
🌟🌟🌟🌟