
Dona membuka matanya dengan perlahan.Dona menatap jam di dinding yang menunjukan pukul 05 : 30 Wib. Dia turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi, dia masuk ke dalam kamar mandi.
Saat Dona tengah menyelesaikan mandinya, Dona mendengar ponselnya berbunyi. Dia melilitkan handuk ke tubuhnya dan bergegas keluar dari kamar mandi. Dia mengambil ponselnya dari atas meja dan melihat siapa yang menelfonnya.
"Nomor baru? nomor siapa ini?" Gumannya dalam hati.
Dona menjawab panggilan telfon itu.
"Hallo, maaf ini dengan siapa ya?" sahut Dona.
"Kak, ini aku Mira." sahut Mira.
Mira adalah adiknya Dona yang sekarang tinggal bersama dengan saudara kembarnya Mery dan ibunya.
"Ada apa Mir? kenapa pagi-pagi menelfon?" tanya Dona penasaran.
Mira memang jarang menelfonnya jika tidak dalam keadaan darurat.
"Kak, Mama kak, Mama." ucap Mira dengan suara gemetar.
"Mama kenapa, Mir? jangan buat kakak bingung, Mama sehat-sehat saja kan?" tanya Dona cemas.
"Mama sakit kak." sahut Mira sambil menangis.
"Apa! Mama sakit apa Mir? bukannya kemarin Mama masih baik-baik saja." tanya Dona cemas.
"Mama terkena serangan jantung kak, kakak cepetan kesini, aku takut terjadi apa-apa sama Mama kak. Aku nggak mau kehilangan Mama kak." ucap Mira di sela tangisannya.
Dona merasa seakan dunianya runtuh. Hanya Mama nya yang dia miliki setelah kehilangan Papa nya.
"Ok, tunggu kakak, kamu harus menjaga Mama dengan baik, kakak akan segera kesana." ucap Dona lalu mematikan telfon.
__ADS_1
Dona segera memakai pakaiannya, dia mengemas baju secukupnya dan memasukannya kedalam koper. Dona mencoba untuk menelfon Frans.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan hubungi beberapa saat lagi "
"Pak Frans kemana sih, kenapa nomernya nggak aktif!" ucap Dona bingung.
Dona akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan kepada Frans, dia berharap Frans segera membacanya dan membalas pesannya.
"Pak..saya mohon maaf, hari ini saya tidak dapat masuk kerja. Saya ada urusan yang nggak bisa saya tinggalkan. Terimakasih Pak, sebelumnya. ( Dona )
"..." Frans tidak membaca pesan wathsApp dari Dona.
Dona keluar dari kamarnya sambil menarik koper di tangannya. Dia segera memesan taksi online. Dia keluar dari rumah dan mengunci pintu rumahnya. Tak berselang lama taksi pun datang. Dona masuk kedalam taksi.
"Pak ke stasiun ya, tolong cepat" ucap Dona kepada supir taksi.
Supir taksi mengangguk dan melajukan mobilnya menuju stasiun.
Dona melihat jam di tangannya ternyata masih pukul 09.00. Dona mencoba menelfon Frans lagi.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan hubungi beberapa saat lagi."
Dona menyandarkan tubuhnya di kursi tunggu. Dia menghela nafas lelah.
"Kamu kemana sih pak, kenapa daritadi ponsel kamu tidak aktif?" gerutu Dona.
Dona menunggu sampai kereta datang, tak berselang lama keretapun datang. Dona segera masuk ke dalam kereta lalu duduk di salah satu bangku kereta.
Tak berselang lama kereta berangkat, dalam perjalanan yang ada di pikiran Dona adalah Mamanya. Dona takut kehilangan Mamanya. Karena Frans tak bisa di hubungi akhirnya Dona memutuskan untuk menghubungi Tari.
Tutt..tutt..tutt..
__ADS_1
Tari sedang berada didalam toilet. Tari mengambil ponsel dari sakunya dan melihat siapa yang menelfon.
"Dona!" Bathin Tari.
Tari keluar dari dalam toilet dan mengangkat telfon dari Dona.
"Halo Don, ada apa kamu menelfonku? kenapa kamu belum datang ke kantor?" sahut Tari.
"Tar..aku boleh minta tolong nggak?" ucap Dona.
"Kamu mau minta tolong apa Don? apa kamu lagi dalam masalah? apa perlu aku memberitahu Pak Frans?" tanya Tari tiada henti.
Dona merasa salah menghubungi seseorang, seharusnya Dona tidak menghubungi Tari yang super duper kepo dan cerewet.
"Aku nggak bisa cerita sekarang sama kamu, tapi aku lagi ada urusan mendadak yang tidak bisa aku tinggalkan. Jadi tolong kasih tau pak Frans kalau aku mau minta cuti selama 1 minggu tapi jika urusan aku belum selesai aku masih belum bisa berangkat bekerja. Aku sudah berusaha menghubungi Pak Frans tapi ponselnya tidak aktif."
"Sebenarnya ada apa Don? cerita sama aku." tanya Tari cemas.
"Tadi pagi adik aku menelfon dan memberitahu kalau mama aku lagi sakit, jadi aku harus segera ke sana." sahut Dona.
"Sekarang kamu dimana?" tanya Tari penasaran.
"Aku sudah berangkat, sekarang aku berada di dalam kereta, tolong jangan kasih tau pak Frans kalau Mama aku lagi sakit, aku nggak mau membuat dia cemas." pinta Dona.
Dia tidak ingin membuat Frans menjadi khawatir Saat Dona sakit aja Frans begitu sangat khawatir apa lagi kalau dia sampai mengetahui kalau mama Dona sedang sakit.
"Baik Don, semoga mama kamu lekas sembuh, maaf aku nggak bisa menemanimu."
" Makasih ya Tar, nggak apa-apa kok." ucap Dona lalu mematikan telfon.
Dalam perjalanan Dona mencoba untuk tidur tapi tetap tidak bisa, karena dia begitu mencemaskan keadaan Mama nya. Dia tidak ingin kehilangan Mama nya karena dia sudah kehilangan Papa nya.
__ADS_1
¤¤¤¤