Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Luapan kerinduan


__ADS_3

Frans membalikan tubuh Dona agar menatapnya. Dia menatap lekat wajah Dona. Dia mencium bibir Dona dengan sangat lembut.


Dia pandang wajah Dona yang sangat cantik. Bagi Frans tak ada wanita yang lebih cantik dari Dona karena hanya Dona yang mampu mengetarkan hatinya.


Hanya Dona yang bisa membuatnya menjadi gila karena tak bertemu walau hanya sebentar.


" Aku sangat mencintaimu sayang." ucap Frans sambil mencium kening Dona.


" Aku juga sangat mencintaimu Pak Frans." ucap Dona pelan.


" Sayang..mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan Pak. Kamu bisa panggil aku Frans atau sayang mungkin." Goda Frans.


" Tapi bapak kan atasan saya, masa saya harus memanggil nama anda." ucap Dona.


Dona tidak mungkin memanggil Frans dengan sebutan Frans tapi lebih nggak mungkin lagi memanggilnya dengan sebutan sayang.


" Kamu bisa panggil aku Frans saat kita cuma berdua seperti sekarang ini. Tapi kalau di kantor kamu boleh memanggilku Pak." ucap Frans. Dona menganggukkan kepalanya.


" Kamu jangan pernah meninggalkan aku lagi ya, aku nggak bisa hidup tanpa kamu." ucap Frans lalu mengecup kening Dona.


" Aku janji." ucap Dona.


Frans merasa perutnya sangat lapar, karena dia tidak bisa makan karena terlalu memikirkan Dona.


" Sayang aku lapar, boleh minta makan nggak?" ucap Frans sembari tersenyum tipis.


" Maaf..aku sampai lupa menawari kamu makan. Tunggu sebentar ya, aku ambilkan makanan dulu." ucap Dona.


Dona keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur.


" Kakak mau ngapain?" tanya Mira.


" Mau mengambil makanan untuk pak Frans." Ucap Dona sambil menaruh makanan dalam piring.

__ADS_1


" Atasan kakak ganteng dan kelihatannya dia suka sama kakak."


" Usst..kamu ini bicara apa sih. Jangan bicara macam-macam nanti Mama mendengar dan berfikiran macam-macam lagi."


" Iya-iya, tapi kakak suka nggak sama pak Frans." Tanya Mira penasaran.


" Rahasia, udah jangan kepo." Ucap Dona lalu berjalan meninggalkan Mira dan berjalan menuju kamarnya.


Dona membuka pintu kamar dan masuk kedalam kamar dan membawa nampan yang berisi makanan dan segelas susu. Dia menaruh nampan di atas meja.


" Emmm..Frans, ayo makan dulu." Ucap Dona gugup. Ini pertama kalinya Dona memanggil atasan dengan sebutan nama saja.


" Nggak usah gugup juga kali, nanti lama-lama kamu juga akan terbiasa memanggil nama aku tanpa embel-embel Pak." Ucap Frans sambil mengusap lembut puncak kepala Dona.


" Ini kamu yang masak sayang?" Tanya Frans sembari duduk di sofa.


" Iya dong, aku kan koki di rumah ini." Sahut Dona lalu duduk disamping Frans.


" Aku makan ya.." Ucap Frans sambil memasukan satu suapan kemulutnya.


" Makasih." ucap Dona dengan senyuman di wajahnya.


Setelah selesai makan, Dona memberikan segelas susu kepada Frans dan Frans meminumnya sampai habis.


" Alhamdulillah..kenyang juga akhirnya." Ucap Frans sambil mengusap perutnya yang terasa kenyang.


" Maaf ya.. jika aku udah membuat kamu khawatir. Aku sebenarnya nggak bermaksud seperti itu. Aku cuma nggak mau merepotkan kamu." Ucap Dona menyesal.


" Sayang, jangan kamu ulangi lagi. Aku begitu mengkhawatirkan kamu. Aku takut terjadi apa apa sama kamu. Aku bahkan mengerahkan orang untuk mencari kamu kemana-mana tapi tak membuahkan hasil. Tapi kenapa aku nggak kepikiran tentang rumah kamu ya?" Ucap Frans heran.


Frans mendekati Dona dan memeluk Dona. Dikecupnya kening Dona dengan sangat lembut.


" Jangan pernah kamu ulangi lagi karena aku nggak sanggup jika aku harus jauh darimu. Kamu sangat berharga buat aku. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu." Sambung Frans lagi.

__ADS_1


" Iya aku janji, maafin aku."


" Jangan sampai kamu ingkar janji. Aku ingin kamu memberitahu aku apa pun masalah yang sedang kamu hadapi, karena aku ingin jadi orang pertama yang tau dan menolong mu." ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.


" Baiklah, kamu akan menjadi orang pertama yang tau apa pun masalah aku." Ucap Dona sembari tersenyum.


" Ya sudah ayo kita tidur, aku capek banget." Ucap Frans sambil menarik tangan Dona.


" Tapi, aku nggak enak sama keluarga aku kalau kita tidur dalam satu kamar. Aku takut Mama akan salah paham." Ucap Dona cemas.


" Mereka semua pasti udah tidur sayang." Ucap Frans sambil menarik tangan Dona.


" Tapi--"


" Sayang aku mohon temani aku malam ini, aku janji nggak akan melakukan apa pun. Aku sangat merindukanmu." Ucap Frans memohon.


Dona merasa tidak tega melihat Frans yang begitu memelas. Sebenarnya Dona juga sangat merindukan Frans.


" Emmm baiklah, tapi janji kamu nggak akan melakukan apa-apa."


" Ya aku janji." Ucap Frans senang.


Dona berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Frans tidur di samping Dona sambil memeluk Dona.


" Ayo kita tidur sayang." ucap Frans di telinga Dona.


Dona membalikan tubuhnya dan menatap wajah Frans. Frans terlihat begitu tampan. Dona bersyukur bisa mendapatkan laki-laki seperti Frans yang begitu perduli dan menyayanginya.


" Kenapa kamu menatapku seperti itu?"


" Frans.. aku sangat mencintaimu." ucap Dona sambil mencium bibir Frans.


" Aku juga mencintaimu sayang, bahkan sangat-sangat mencintaimu, udah ayo kita tidur." Ucap Frans sembari memeluk tubuh Dona. Dona tidur dalam pelukan Frans.

__ADS_1


¤¤¤¤


Selamat membaca...


__ADS_2