Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 41..


__ADS_3

Carlos mengajak Nena ke sebuah restoran. Dia terlihat sangat bahagia karena Nena mau menerima pernyataan cintanya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang kini tengah dia rasakan. Awalnya dia hanya ingin menjauhkan Nena dari Evan, tapi entah mengapa dalam sejak pertemuannya di mall waktu itu membuat hari-hari Carlos berubah.


Wajah Nena selalu memenuhi pikirannya, dia bahkan menjadi saudara yang jahat karena dia tega merebut gadis yang sangat dicintai oleh saudaranya, walau awalnya dia tidak punya niat untuk merebut Nena dari Evan tapi akhirnya dia benar-benar jatuh cinta kepada Nena.


"Apa aku sudah menjadi saudara yang jahat ya, karena aku sudah memisahkan Nena dan Evan, aku sudah menyukai gadis yang sangat dicintai Evan." Guman Carlos dalam hati.


"Hai!" Nena menepuk bahu Carlos.


"Lagi mikirin apaan sih? apa kamu menyesali semua ini? atau kamu ingin menarik kembali pernyataan cinta kamu?" Tanya Nena sambil menatap kedua mata Carlos.


"Enggak, mana mungkin aku akan menarik kembali kata-kata aku. Aku cuma sedang memikirkan, kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran dan mau menerima perasaan aku." Ucap Carlos sambil melipat kedua lengannya di dada.


"Itu karena aku baru menyadari jika aku sangat mencintai kamu. Aku juga tidak tau sejak kapan perasaan itu muncul, tapi yang aku tau aku nggak mau kehilangan pria sebaik kamu. Apa lagi ada seseorang yang bilang sama aku, kalau cinta kamu itu tulus, dan aku adalah gadis yang sangat beruntung bisa menerima cinta kamu itu." Ucap Nena dengan senyuman di wajahnya.


Senyuman yang bisa melelehkan hati Evan dan Carlos. Senyuman yang telah membuat kedua saudara saling menyakiti satu sama lain.


"Maafin aku Los, karena aku tekah membohongimu. Aku sudah memanfaatkan kebaikan kamu untuk kepentingan aku sendiri, maaf karena aku sudah egois. Mungkin jika suatu hari kamu mengetahui semua ini, kamu mungkin nggak akan pernah bisa memaafkan aku." Guman Nena dalam hati.


Carlos menggenggam tangan Nena, terlihat senyuman manis di wajah Carlos.


"Makasih ya, karena kamu sudah mau menerima perasaan aku, aku janji aku akan selalu membahagiakan kamu, aku nggak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu."


"Termasuk abang kamu Evan! kamu akan melindungi aku dari abang kamu?"


"Maksud kamu apa? memangnya apa yang telah Evan lakukan sama kamu? apa dia sudah menyakiti hati kamu?" Tanya Carlos sambil mengeryitkan dahinya.


"Ya, Evan udah menyakiti hati aku, dia sudah menghancurkan hati aku hingga berkeping-keping. Dia tega mempermainkan perasaan aku." Guman Nena dalam hati.


"Katakan Na, apa yang telah Evan lakukan?" Tanya Carlos lagi.


Nena menggelengkan kepalanya.


"Nggak kok, itu tadi cuma seandainya. Maksud aku kalau ternyata Evan tidak suka dengan hubungan kita gitu." Ucap Nena mencoba memberi alasan.


"Kamu tenang aja, Evan orangnya nggak kayak gitu. Dia itu orangnya asyik kok, dia pasti senang saat tau kamu udah menjadi pacar aku, karena tadi dia menanyakan itu sama aku."


"Benarkah! terus apa jawaban kamu?" Tanya Nena antusias.


Nena sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Evan saat dia tau jika dirinya sudah menerima perasaan Carlos.

__ADS_1


"Ya aku bilang aja kalau kamu menolak aku.".


"Kok gitu!" Seru Nena kesal.


"Terus aku harus bilang apa dong, kan kamu memang menolak aku."


" Ya, tapi kan sekarang aku sudah sadar dan mau menerima perasaan kamu." Ucap Nena sambil mengerucutkan bibirnya.


"Nanti aku akan memberitahu kabar gembira ini sama Evan, tapi sekarang kita pesan makanan dulu, aku udah lapar." Carlos membuka buku menu.


"Kamu mau pesan apa?"


"Nasi goreng aja."


Carlos memanggil pelayan.


"Apa nasi goreng disini menggunakan bahan dari seafood, kayak udang, cumi dan lainnya?" Tanya Carlos kepada pelayan restoran itu.


"Iya tuan."


"Na, kamu pilih menu yang lain aja, kamu kan alergi seafood." Pinta Carlos.


"Kalau gitu aku pesan sandwich aja deh."


"Kami pesan sandwich, Spageti dan 2 gelas jus jeruk."


Pelayan itu mengangguk dan pergi meninggalkan meja Carlos.


"Makasih ya."


"Untuk."


"Karena kamu udah peduli sama aku. Kamu masih ingat jika aku alergi seafood, kalau tadi kamu langsung pesan aja dan nggak menanyakan itu, mungkin aku akan kembali ma--"


Carlos menutup mulut Nena dengan jari telunjuknya.


"Aku nggak mau itu terjadi, makanya mulai sekarang saat kamu jalan sama aku, aku akan jagain kamu. Karena aku sayang sama kamu, aku nggak mau kamu sakit."


Carlos mencium punggung tangan Nena.

__ADS_1


Tak berselang lama makanan dan minuman yang mereka pesan datang. Mereka mulai menyantap makanan yang mereka pesan.


"Mulai besok aku jempt kamu ya."


"Nggak usah." Tolak Nena.


"Kenapa?" Tanya Carlos penasaran.


"Aku ingin menyembunyikan hubungan kita dari kedua orangtua aku, karena Papa aku nggak suka melihat aku pacaran." Ucap Nena sambil menundukan wajahnya.


"Ok, walau aku nggak tau apa alasan Papa kamu ngelarang kamu pacaran, tapi aku masih boleh mengantar kamu pulang dan main ke rumah kamu kan?"


Nena menganggukan kepalanya.


"Maafin aku ya Los, aku hanya nggak ingin kedua orangtua aku tau kalau kita punya hubungan. Karena hubungan ini juga nggak akan lama. Maafin aku, tapi aku terpaksa harus melakukan ini. Kamu sebenarnya pria yang baik, hanya saja kamu muncul di saat yang tidak tepat. Aku akan segera mengakhiri hubungan ini setelah aku membuat Evan merasakan sakit seperti yang aku rasakan." Guman Nena dalam hati.


Carlos menatap wajah Nena, dia merasa ada sesuatu yang sedang Nena rahasiakan darinya.


"Apa semua ini ada hubungannya dengan Evan? jika benar, aku akan membuat Nena secepat mungkin melupakan Evan dan menjadikan Nena sepenuhnya milikku. Aku nggak akan melepaskan Nena apa pun yang terjadi. Maafin aku Van, maafin aku." Guman Carlos dalam hati.


»»»»»


"Sayang, Carlos kemana? dari tadi Mama cariin nggak ada?" Tanya Dona.


"Nggak tau Ma, tadi pergi gitu aja tanpa bilang sama Evan. Ada apa sih Ma?" Tanya Evan penasaran.


"Nggak ada apa-apa, kok kamu nggak maen, biasanya libur seperti ini kamu jarang dirumah sayang?"


"Evan lagi nggak mood Ma, lagian mau ngapain juga, nggak ada teman, semuanya pada jalan sama cewek-ceweknya."


Evan menarik salah satu kursi meja makan lalu dia duduki. Dona duduk disebelah Evan.


"Apa anak Mama yang ganteng ini, yang katanya playboy disekolahnya, lagi jomblo." Goda Dona.


"Evan sedang nggak ingin cari pacar Ma, lagi pengen sendiri." Ucap Evan sambil menyandarkan kepalanya ke meja.


"Mama dukung, lebih baik kamu pikirin sekolah kamu, sebentar lagi kamu mau naik ke kelas 12. Mama berharap nilai kamu akan tetap bagus seperti tahun-tahun kemarin."


"Iya Ma, iya, Evan akan berikan nilai yang terbaik untuk Mamaku sayang." Ucap Evan sambil memeluk Dona.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2