
Sandy binggung mau mencari kemana lagi itu obat yang ia curiga diminum oleh Mery.Saat membuka lemari pakaian Sandy menemukan sebuah botol plastik berwarna putih.Dia pikir itu obat pencengah kehamilan tapi ternyata itu obat asam lambung yang selama ini ia minum.
Dari dulu Mery memang selalu stock obat untuk dia,itupun juga atas resep dokter.Mery memang sangat perhatian soal penyakit Sandy yang sering kambuh ini.Sandy frustasi karena tidak menemukan apa yang ia cari.
Sandy kembali merebahkan tubuhnya disamping Mery.Sandy memandang wajah Mery yang sedang terlelap tidur.Dibelainya pipi Mery secara perlahan.
" Aku sangat mencintaimu,ingin secepatnya aku mengesahkan hubungan ini karena aku tak ingin selamanya seperti ini.Aku tak ingin merusak masa depan kamu,tapi aku juga nggak bisa menahan diri aku untuk tidak menyentuh kamu.Tubuh kamu bagaikan candu buatku.Selalu membuatku merasa terpuaskan.Tapi kenapa kamu nggak juga hamil,apa yang telah kamu lakukan sayang ? " ucap Sandy dalam hati.
Keesokan harinya..
Mery membuka matanya secara perlahan.Mery mencari sosok yang semalam tidur disamping tapi tidak ada.Mery terkejut mendapati dirinya sudah berpakaian lengkap..
" Apa semalam aku hanya bermimpi ? " guman Mery.
Mery turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.Setelah selesai mandi Mery keluar dari kamar mandi.
Tling..( ponsel Mery berbunyi )
Mery berjalan menuju meja dan mengambil ponselnya.Mery membuka ponselnya dan membuka pesan dadi siapa..
Pesan dari My love..
" Pagi sayang..maaf aku pulang nggak bilang sama kamu habisnya aku nggak tega bangunin kamu yang tertidur nyenyak sekali.Aku udah bikinin kamu sarapan,jangan lupa dimakan ya.Maaf aku nggak bisa menemin kamu dihati libur ini karena aku tiba tiba ada urusan mendadak.Maaf ya..I Love You sayang..Muacchh.."
Balasan Mery..
" Ok..bye.."
Mery kembali meletakan ponselnya diatas meja dan berjalan menuju lemari pakaian.Setelah selesai berpakaian Mery keluar dari kamar.Mery duduk di kursi meja makan dan mendapati nasi goreng berbentuk hati sudah siap diatas meja makan,tidak lupa segelas susu yang masih sedikit hangat.
" Kak Sandy ini romantis juga,bisa bisanya nasi goreng dibentuk hati kayak gini.." guman Mery lalu mengaduk nasi goreng itu dan mulai menyendoknya dan dimasukan kemulutnya.
" Emmm..enak juga,kak Sandy pintar masak juga ternyata.." ucap Mery sambil mengunyah nasi goreng buatan Sandy.
Setelah selesai sarapan Mery memesan taksi online.Mery masuk kedalam kamar untuk mengambil tas setelah itu Mery kembali keluar dari kamar.Mery menunggu taksi yang dipesannya didepan rumah.Tak berselang lama taksipun datang dan Mery langsung masuk kedalam taksi.
" Pak kerumah sakit ya.." ucap Mery kepada supir taksi.
" Baik mbak..." ucap supir taksi dan langsung melajukan taksinya.
Sesampainya dirumah sakit Mery menemui seseorang.Mery masuk berjalan menuju sebuah ruangan..
Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )
" Masuk..." ucap seorang wanita.
Ceklek..( suara pintu terbuka )
__ADS_1
" Hai..." sapa Mery lalu masuk kedalam ruangan.
" Jadi juga lo kesini.." ucap Reni.
Reni adalah dokter spesialis kandungan.Dia adalah teman semasa SMA Mery.Dia tau semua hal tentang Mery karena Reni ini adalah tempat curhat Mery.
" Jadi dong..." ucap Mery lalu duduk didepan meja kerja Reni.
" Mau curhat atau yang lain.." ucap Reni sambil mengambil satu gelas Aqua dari dalam kardus.
" Mau curhat sekalian ambil obat gue.." ucap Mery.
" Gue saranin jangan terlalu banyak meminum obat ini karena ini nggak baik buat rahim lo.." ucap Reni lalu mengambil botol obat dari dalam laci kerjanya dan diberikan kepada Mery.
" Gue juga nggak sering kok minumnya,paling cuma jika gue melakukannya dimasa subur doang.." ucap Mery.
" Kenapa sih lo nggak nikah aja,kan aman kalau hamilpun juga nggak masalah karena lo udah nikah.." ucap Reni.
" Gue belum siap,gue takut nasib pernikahan gue kayak lo..." sindir Mery.
" Ya beda kali..masa lo samain sama gue.." ucap Reni.
" Apa bedanya,dulunya Jefri juga cinta mati sama lo dan lo juga cinta mati sama Jefri,perjuangan kalian untuk bersama juga susah,setelah mendapat restu dari orang tua lo akhirnya kalian bisa menikah,tapi sekarang apa coba..cerai juga.." ucap Mery.
" Itu karena kita udah nggak sependapat lagi..setelah kita punya anak pemikiran kita berbeda,setiap hari adanya adu mulut terus.Gue nggak tega melihat anak gue yang selalu melihat pertengkaran gue dengan Jefri makanya gue mutusin untuk cerai dari dia.." ucap Reni.
" Bukannya kak Sandy juga sangat mencintai lo.." ucap Reni.
" Tapi cinta gue lebih besar dari pada kak Sandy.Dia memang mencintai gue tapi gue belum yakin cinta dia benar benar tulus apa enggak karena dia dulu pernah meragukan cinta gue.." ucap Mery.
" Cinta dia itu tulus Mer,nyatanya dia mau bertanggungjawab dan ingin menikahi elo.." ucap Reni.
" Nggak tau lah Ren,gue pusing..lo mau temani gue jalan jalan nggak..? " ucap Mery.
" Mau kemana ? " ucap Reni.
" Kita pergi kecafe atau ke mall gitu,gue butuh refresing ni.." ucap Mery sambil menyandarkan kepala kekursi.
" Kenapa lo nggak ajak tu pacar lo.." ucap Reni.
" Dia sibuk,katanya ada urusan penting..tapi gue sebagai sekretarisnya nggak tau urusan apa itu,karena setahu gue nggak ada jadwal ketemu claien.." ucap Mery curiga.
" Ya udah lo tunggu dibawah,gue ganti baju dulu,lagian ini gue juga udah selesai.." ucap Reni.
Mery keluar dari ruangan Reni dan berjalan menuju loby rumah sakit.Tak berselang lama Reni juga turun dari tangga dan menghampiri Mery.Mereka berjalan menuju mobil Reni dan masuk kedalam mobil..
" Kita pergi kecafe aja,tadi gue janjian sama teman lama.." ucap Reni.
__ADS_1
" It's ok.." ucap Mery.
Reni melajukan mobilnya menuju sebuah cafe.Sesampainya dicafe mereka turun dari mobil dan masuk kedalam cafe..
" Ren...sebelah sini.." teriak seorang laki laki.
Mereka berjalan menghampiri asal suara itu..
" Maaf telat.." ucap Reni lalu duduk didepan laki laki itu.
" Disebelah lo siapa Ren ? " tanya laki laki itu.
" Oya kenalin ini teman SMA gue.." ucap Reni.
" Hai gue Tetra dan ini Sakti..salam kenal.." ucap Tetra.
" Mery..salam kenal juga.." ucap Mery.
" Teman lo cantik Ren.." ucap Sakti sambil menatap Mery.
" Lo jangan macem macem,dia udah punya cowok.." ucap Reni.
" Baru pacarkan bukan suami,sebelum janur kuning melengkung boleh dong gue deketin.." goda Sakti.
" Terserah kalau lo nggak takut sama cowoknya.." ucap Reni.
Mery hanya diam aja tak mengubris omongan Sakti..
" Kalian mau pesan apa ? " tanya Tetra mengalihkan pembicaraan.
" Dua cangkir capucino tanpa cream.." ucap Rena.
" Hidup lo udah pahit masih juga minum copy tanpa cream.." sindir Sakti.
" Diem lo.." ucap Reni.
Tetra memangil pelayan dan memesan pesanan Reni.
" Ren..kenapa sih lo nggak balik aja sama Jefri,bukannya lo masih cinta sama Jefri.." ucap Tetra.
" Ogah gue..dia itu sifatnya udah berubah,udah nggak kayak Jefri yang gue kenal.." ucap Reni.
Tak berselang lama pesanan mereka datang.Mery dan Reni meminum kopi pesanan mereka.
" Memangnya apa yang berubah dari Jefri ? " tanya Mery penasaran.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1