Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Masih sayang..


__ADS_3

Sandy nggak menyangka Frans akan menawari Sakti untuk menginap disini.Bila Sakti menyetujuinya bisa bisa Sandy semalaman terbakar cemburu.


" Kak..kenapa kamu malah menyuruh Sakti untuk menginap disini sih.." ucap Sandy kesal.


" Nggak papa dong,kan kasian kalau Sakti harus pulang ke Bandung ini udah malam lagi.Kamu aja nyuruh Siska untuk menginap disini masak aku nggak boleh menyuruh Sakti.." sindir Frans.


" Nggak usah kak makasih atas tawarannya.Saya ada saudara kok di Jakarta jadi saya akan menginap dirumah saudara saya.." ucap Sakti menolak.


" Seandainya Siska punya saudara disini,jadi dia nggak perlu menginap disini.." sindir Frans lagi.


" Kalau gitu saya pamit pulang dulu.." ucap Sakti lalu berdiri.


" Hati hati dijalan ya Sak.." ucap Meysa dan Dona.


" Iya tante..kak..saya permisi dulu.." ucap Sakti sambil mencium tangan Meysa.


Mery menyerahkan Evan kepada Dona dan mengantar Sakti keluar..


" Hati hati ya Sak..makasih udah mau nemenin gue seharian ini..kalau nggak ada lo pasti gue udah kepanasan dirumah melihat kemesraan kak Sandy sama pacar barunya.." ucap Mery.


" Sama sama Mer..kapan kapan gue boleh main kesini lagi kan ? keluarga lo asyik Mer.." ucap Sakti.


" Boleh aja tapi kalau gue lagi ada disini,kan ini rumah kakak gue.." ucap Mery.


" O iya bener..kalau gitu gue boleh main kerumah lo yang di Bandung dong.." ucap Sakti.


" Kalau cuma main boleh tapi kalau ada niatan lain no no no..lo ngerti kan maksud gue.." ucap Mery.


" Ok..ok..ok..ya udah gue balik dulu.." ucap Sakti lalu masuk kedalam mobil..


Sakti melambaikan tangannya dan dibalas oleh Mery.Sakti melajukan mobilnya.Mery berjalan menuju pintu dan melihat Sandy berdiri didepan pintu.


" Kak Sandy ini hoby nya menguping pembicaraan orang ya..kepo amat jadi orang.." ucap Mery lalu mendorong tubuh Sandy.


Sandy menarik tangan Mery dan mengajaknya menuju taman.Sandy mengajak Mery duduk dibangku taman.


" Ngapain kak Sandy mengajak aku kesini,nggak takut dicariin sama kak Siska.." sindir Mery.


" Mer..aku mau bicara serius sama kamu.." ucap Sandy.


" Kak Sandy mau bicara apa ? bukannya nggak ada yang perlu diomongin lagi.Seluruh keluarga aku udah tau kalau kita udah putus jadi kak Sandy udah bisa tenang.." ucap Mery.

__ADS_1


" Aku nggak suka Mer melihat kamu jalan sama cowok lain.." ucap Sandy.


" Memangnya kenapa ? bukannya kita udah nggak ada hubungan apa apa lagi.Sekarang kan kak Sandy udah punya kak Siska.." ucap Mery.


Mery menahan diri agar tidak menangis didepan Sandy.Mery ingin terlihat tegar didepan Sandy.


" Aku cemburu Mer..hati aku sakit banget saat kamu jalan sama Sakti.." ucap Sandy sambil menggenggam tangan Mery.


" Kenapa kak Sandy cemburu bukannya kak Sandy udah nggak ada rasa sama aku,hah.." ucap Mery yang kini mulai menitikan air mata.


Mery udah nggak sanggup lagi menahan air mata yang sudah memenuhi kedua matanya.


" Apa hak kak Sandy untuk melarang aku,kak Sandy sekarang bukan siapa siapa aku lagi.." teriak Mery marah.


" Mer..maafin aku jika aku udah menyakiti hati kamu,aku nggak bermaksud seperti itu Mer.." ucap Sandy sambil menghapus air mata Mery.


" Kak Sandy kan udah punya pacar baru,mendingan kak Sandy urus aja pacar kak Sandy nggak usah mencampuri urusan aku.." ucap Mery sambil berdiri.


Sandy berdiri dan menarik Mery kedalam pelukannya.


" Aku sama Siska nggak ada hubungan apa apa Mer..kamu jangan salah paham.." ucap Sandy sambil mempererat pelukannya.


" Karena aku ingin tau seberapa besar cinta kamu ke aku.Aku ingin membuat kamu cemburu.Mer..aku masih sayang sama kamu Mer,aku nggak bisa melupakan kamu.Kamu begitu berharga buat aku.Kamu mau kan balik lagi sama aku.Aku janji nggak akan maksa kamu lagi untuk menikah.Aku akan nungguin sampai kamu siap untuk menikah.Maafin aku..aku mohon.." ucap Sandy sambil menggenggam tangan Mery.


" Seharusnya aku yang minta maaf sama kak Sandy karena aku udah mengecewakan kak Sandy.Seharusnya aku nggak bersikap seegois itu.Maafin aku kak.." ucap Mery sambil meneteskan air mata.


" Nggak ada yang perlu dimaafkan,kita sama sama egois.Aku sayang sama kamu,apa kamu juga masih sayang sama aku ? " tanya Sandy sambil manatap kedua mata Mery.


Mery menatap Sandy sambil tersenyum manis.Mery hanya bisa menganggukan kepalanya karena saat ini Mery nggak mampu berkata kata karena Mery merasa sangat bahagia karena Sandy ternyata masih mencintainya.


" Aku janji nggak akan pernah menyakiti kamu lagi.Aku juga nggak akan memaksa kamu untuk menikah sama aku.Asal kamu berada disamping aku,aku udah bahagia.." ucap Sandy sambil memeluk Mery.


Sebenarnya Mery ingin bilang sama Sandy kalau dia udah siap jika Sandy ingin mengajaknya menikah tapi Mery gengsi mengatakannya.Mery takut Sandy akan berfikir kalau sekarang gantian dia yang ngebet nikah.


" Jadi sekarang kita udah balikan kan.Kita pacaran lagi kan ? " tanya Sandy sambil melepaskan pelukannya.


" Kalau itu terserah kak Sandy karena aku nggak mau merusak hubungan orang lain.." sindir Mery.


" Aku kan udah bilang kalau aku nggak ada hubungan sama Siska sayang..percaya deh sama aku.." ucap Sandy.


" Buktiin dong..kalau kak Sandy memang sayang sama aku dan nggak ada hubungan sama kak Siska.." ucap Mery.

__ADS_1


" Butuh bukti apa lagi sayang.Semuanya udah aku berikan ke kamu.Aku juga udah melamar kamu tapi kamu tolak..dan soal Siska dia juga tau kok kalau hubungan kita hanya sandiwara.." ucap Sandy.


" Pikirin aja sendiri.." ucap Mery lalu berjalan pergi meninggalkan Sandy.


Sandy mengejar Mery.Sandy binggung harus membuktikan dengan cara apa lagi.


Ke esokan harinya..


Sandy berniat menyuruh Siska pulang.Sandy minta maaf sama Siska karena nggak bisa mengantarnya pulang.Sandy juga bicara sama Siska kalau dia udah balikan sama Mery dan meminta Siska untuk tidak lagi menganggu hubungannya dengan Mery.


Siska sangat marah atas sikap Sandy terhadapnya.Tapi Siska juga tidak bisa memaksa Sandy untuk membalas cintanya.Dengan berat hati Siska pergi dari rumah Frans.


Sandy ingin meminta pendapat Frans bagaimana caranya membuktikan cintanya kepada Mery.Semua udah dia lakukan tapi sekarang Mery masih meminta bukti lagi.


Sandy mengacak acak rambutnya karena frustasi.Frans yang melihat tingkah Sandy yang konyol hanya bisa tertawa..


" Ngapain kakak tertawa..? " tanya Sandy ketus.


" Lucu aja ngelihat tingkah konyol kamu.." ucap Frans sambil terus tertawa.


" Terus aja tertawa diatas penderitaan orang lain.." ucap Sandy kesal.


" Oya aku sampai lupa nanya..sejak kapan kamu mau manggil aku kakak,seingat aku kamu nggak pernah manggil aku kakak.." ucap Frans penasaran.


" Maaf jika selama ini aku belum bisa memanggilmu kakak,tapi mulai sekarang aku akan selalu memanggilmu kakak karena kamu memang kakak aku.." ucap Sandy.


" Dasar..aku tau kamu mau memanggil aku kakak hanya karena ingin mendapatkan Mery lagi kan.." goda Frans.


" Nggak...aku beneran tulus udah menganggap kamu sebagai kakak aku.." ucap Sandy.


" Kakak yang udah merebut cewek kamu gitu.." sindir Frans.


" Udah deh..jangan ungkit masa lalu.." ucap Sandy sambil cemberut.


" Hemmmm..OK..aku juga males jika harus mengingat kalau kamu mantan pacar Dona bahkan cinta pertama Dona.." ucap Frans yang tiba tiba jadi kesal sendiri.


" Siapa yang mengungkit siapa juga sakit hati..rasain tu sakit hati.." sindir Sandy.


" Aish...."


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2