Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 52..


__ADS_3

Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Sudah genap satu tahun hubungan Deo dan Evan merenggang. Deo tetap membungkam mulutnya dan tidak menceritakan yang kejadian yang sebenarnya kepada para sahabatnya.


Kini Deo sudah kehilangan sahabat-sahabat terbaiknya. Walau terasa sangat menyedihkan dan sakit, Deo ikhlas menerimanya. Dia melakukan semua itu demi menjaga nama baik mendiang Sasa, gadis yang pernah sangat dia cintai dan mengisi hari-harinya.


Hari ini tepat hari kelulusan untuk semua siswa kelas 12 SMA Purawa. Evan dan para sahabatnya berfoto bersama untuk kenang-kenangan, tapi tanpa adanya Deo diantara mereka.


"Van, mau sampai kapan kamu akan menjauhi Deo? apa kita nggak bisa kembali lagi seperti dulu lagi?" Tanya Carlos sambil menatap Deo sedang menggoda cewek-cewek.


Evan menghela nafas berat.


"Deo bukan lagi sahabat aku, dia udah menghancurkan kepercayaan aku. Kalau dia memang menganggap kita sebagai sahabatnya, maka dia nggak akan memperlakukan kita seperti ini!" Seru Evan lalu berjalan meninggalkan Carlos.


Carlos menatap kearah Deo.


"Setelah kejadian itu, kenapa kamu sama sekali tidak berubah Deo? kamu tetap menjadi cowok brengsek yang suka mempermainkan hati wanita." Ucap Carlos dengan rasa kecewa.


Clarisa dan Nena berjalan menghampiri Carlos.


"Evan mana?" Tanya Clarisa sambil melihat sekeliling.


"Dia udah balik duluan." Sahut Carlos.


"Yah..padahal acara baru aja mau di mulai, jadi nggak seru kalau nggak ada Evan." Ucap Clarisa sedih.


"Maaf, Sa, ada yang ingin aku bicarakan sama Carlos, kita pergi dulu ya." Pamit Nena lalu menarik tangan Carlos.


Nena mengajak Carlos kebelakang sekolah.


"Ada apa sayang, ini kan hari terakhir kita di sekolah ini, seharusnya kita kumpul sama teman-teman yang lain." Tanya Carlos penasaran.


Nena menyuruh Carlos untuk duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Ada apa sih? jangan bikin aku penasaran." Sambung Carlos lalu duduk di samping Nena.


"Aku sebenarnya binggung bagaimana mengatakannya sama kamu, aku takut kamu marah sama aku." Ucap Nena lalu menundukan kepalanya.


"Katakan saja."


"Aku akan meneruskan kuliah aku ke Amerika." Ucap Nena pelan tapi masih bisa didengar oleh Carlos.


"Kamu bercandakan! kamu nggak mungkin meninggalkan aku seperti ini. Udah 2 tahun kita bersama, apa kamu tega meninggalkan aku?" Tanya Carlos dengan ekspresi wajah terkejutnya.


"Maaf, tapi itu udah keputusan aku. Maaf aku baru memberitahu kamu sekarang, hari ini hari terakhir aku disini, besok aku udah harus berangkat ke Amerika." Ucap Nena tanpa berani menatap wajah Carlos.


Carlos berdiri lalu mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Dia tidak menyangka Nena akan mengambil keputusan tanpa meminta pendapatnya terlebih dahulu. Dua tahun bukan waktu yang pendek untuk mereka saling mengerti dan memahami, saling mengenal satu sama lain. Bahkan seharusnya tidak ada rahasia diantara mereka, jika mereka memang benar-benar saling mencintai.


"Maafin aku." Ucap Nena lirih.


Hanya kata maaf yang bisa Nena ucapkan saat ini. Dia tau, Carlos marah dan kecewa kepadanya, tapi ini sudah menjadi keputusannya. Bukan karena Nena tidak mencintai Carlos, tapi ini jalan satu-satunya agar Carlos bisa lambat laun melupakannya.


"Bukan itu maksud aku, aku cuma ingin aja kembali belajar disana. Amerika adalah tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, ya meskipun kedua orangtua ku berasal dari Indonesia, tapi aku ingin sekali belajar disana lagi."


Carlos mencoba untuk menahan emosinya, dia duduk di samping Nena, dia genggam tangan Nena.


"Terus aku gimana? apa kamu akan meninggalkan aku sendiri?"


"Kita masih bisa berhubungan, kita masih bisa vidio call, telfonan, chattingan. Sesekali aku juga akan pulang, hubungan kita masih berlanjut." Ucap Nena sambil menatap wajah sendu Carlos.


"Maksud kamu kita harus LDR an!" Seru Carlos sambil mengeryitkan dahinya.


Nena menganggukan kepalanya.


Carlos meraup wajahnya dengan kasar, tak pernah terbayangkan olehnya jika dia harus menjalani hubungan jarak jauh dengan Nena.

__ADS_1


"Maafin aku, tapi ini udah keputusan aku. Jika kamu nggak mau melakukan hubungan jarak jauh sama aku, aku nggak akan memaksa kamu, kamu bisa mutusin aku sekarang juga."


Carlos membulatkan kedua matanya, dia menatap wajah Nena yang masih menunduk.


"Apa kamu bilang, kamu mau aku mutusin kamu? semudah itu kamu mengucapkan kata-kata itu! dua tahun kita berhubungan, itu bukan waktu yang pendek, aku bahkan semakin mencintaimu, aku benar-benar takut kehilangan kamu, tapi kamu dengan mudahnya mengatakan itu!" Seru Carlos dengan perasaan penuh kekecewaan.


"Aku juga nggak mau mengatakan itu, tapi aku juga nggak mau memaksa kamu untuk selalu mencintaiku dan menungguku. Kamu bisa mencari cewek lain yang bisa selalu disisi kamu."


Carlos menghela nafas berat, ini keputusan yang sangat sulit untuk dia putuskan secepat ini, tapi dia tidak punya pilihan lain, karena ini hari terakhir Nena disini.


"Ok, kamu boleh kuliah di Amerika dan kita akan terus berhubungan, aku nggak mau hubungan kita berakhie. Aku nggak sanggup jika harus kehilangan kamu."


Nena mendongakan wajahnya menatap wajah Carlos. Dia memeluk Carlos dengan sangat erat.


"Makasih, makasih, aku sangat mencintaimu."


Carlos melepaskan pelukan Nena, dia tatap wajah Nena.


"Aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu. Jangan pernah kamu berfikir untuk meninggalkan aku, karena aku nggak akan sanggup hidup tanpa kamu." Ucap Carlos lalu mengecup kening Nena.


Nena menganggukkan kepalanya.


"Lebih baik kita balik kedepan, acaranya pasti sudah dimulai, kasian juga Clarisa sendirian." Ajak Carlos.


Nena menganggukkan kepalanya dengan senyuman di wajahnya. Mereka berjalan menuju halaman sekolah, tempat diadakannya acara perpisahan untuk melepas siswa-siswa yang telah lulus dan siap melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi.


"Maksih Los, selama ini kamu sudah baik dan sayang sama aku, tapi selama ini hubungan kita hanya berlandaskan dengan kebohongan. Awalnya aku memang tidak mencintaimu, tapi sekarang aku sangat mencintaimu. Jika suatu saat nanti kamu mengetahui kebenarannya, apa kamu akan masih tetap mencintaiku?" Guman Nena dalam hati.


Nena terus menatap wajah Carlos tanpa berkedip sedikitpun. Carlos mencium kilas bibir Nena.


"Aku udah ganteng dari dulu, nggak usah sampai segitunya kamu menatapku." Goda Carlos dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2