Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 3


__ADS_3

Di sekolah Evan ada siswa yang tidak suka dengan Carlos. Siswa itu terus menerus memanas-manasi Evan agar membenci Carlos.


" Van, masa kamu mau sih kasih sayang orang tua kamu terbagi. Kalau aku jadi kamu, aku ma ogah." Ucap Reza teman satu kelas Evan dan Carlos.


Reza sahabat Evan sejak masih duduk di bangku kelas 1. Evan dan Reza kemana-mana selalu bersama, mereka ibarat most wanted disekolahnya. Tidak ada siswa lain yang berani menganggu Evan dan Reza.


" Carlos anak yang baik, kita tumbuh besar bersama, jadi aku nggak apa-apa jika kasih sayang Mama dan Papa harus terbagi. Kata Papa, saat ini Carlos sangat membutuhkan kasih sayang Mama karena Carlos telah di tinggal pergi oleh Mama dan Papa nya." Ucap Evan.


" Kamu bisa buktiin kata-kata aku, Mama dan Papa kamu lambat laun akan melupakan kamu dan lebih perhatian sama Carlos ketimbang sama kamu. Aku juga pernah merasakannya saat adik aku lahir. Mama dan Papa sudah nggak perduli lagi sama aku. Mereka lebih perduli sama adik aku." Ucap Reza sambil menepuk bahu Evan.


Carlos berjalan menghampiri Evan dan Reza sambil membawa camilan dan minuman. Ia duduk di depan Reza. Reza sangat membenci Carlos, karena setelah Carlos pindah ke sekolah itu, Evan sudah tidak lagi memperdulikannya dan lebih memilih menemani Carlos.


" Kenapa kamu duduk disitu!" Seru Reza sambil menatap tajam kearah Carlos.


" Memangnya kenapa? Aku kan cuma ingin duduk sama abang aku." Sahut Carlos lalu menatap Evan.


Evan hanya diam, dia masih memikirkan kata-kata Reza. Sebenarnya ia juga mulai merasakan kasih sayang Mama nya kini sudah berkurang, ia tidak lagi bisa merasakan perhatian penuh dari Mama nya.


" Pergi! Tempat duduk itu bukan untuk kamu!" Seru Reza dengan nada penuh penekanan.


" Van, kenapa kamu diam saja?" Tanya Carlos sedih.


" Za, lebih baik kita pergi dari sini, aku nggak mau membuat keributan." Ucap Evan lalu berdiri dan melangkahkan kakinya meninggalkan Carlos.


" Syukurin." Ucap Reza lalu pergi meninggalkan Carlos sendirian.


Carlos menitikan air mata melihat kepergian Evan. Baru kali ini Evan memperlakukan Carlos seperti ini.


" Apa salah aku Van? kenapa sekarang kamu membenciku?" Guman Carlos dalam hati.


»»»»»


Sepulang sekolah Evan dan Carlos menunggu didepan sekolah. Mereka menunggu kedatangan Dona. Carlos mencoba mengajak Evan bicara, karena setelah kejadian di kantin tadi Evan sama sekali tidak mengajak Carlos bicara.


" Kamu marah sama aku?" Tanya Carlos sambil menatap Evan.


"..." Tak ada jawaban dari Evan.


" Aku minta maaf jika aku punya salah sama kamu." Ucap Carlos lagi.


" Diam!" Seru Evan dingin tanpa menatap Carlos.


" Apa salah aku sama kamu? Hingga kamu begitu sangat membenciku?" Tanya Carlos sedih.


" Aku bilang diam..ya diam!" Teriak Evan keras.


Carlos seketika langsung bungkam, air mata mengalir membasahi kedua pipinya. Ia menundukan kepalanya.


" Mama..Papa, apa salah aku hingga semua orang membenciku? Kenapa kalian pergi meninggalkan aku sendirian. Mama..Papa, aku sangat merindukan kalian. Kenapa Mama dan Papa pergi tanpa mengajak aku? Aku ingin ikut dengan Mama dan Papa. Aku kangen Ma..jemput aku Ma, aku ingin bersama Mama dan Papa." Ucap Carlos sambil menahan tangisannya.


Carlos duduk sambil menekuk kedua lututnya. Ia tenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya. Evan tidak tega melihat Carlos menangis, ia merasa sangat bersalah karena tadi telah membentaknya.


" Sudah jangan menangis lagi, maafin aku ya karena tadi aku telah membentakmu." Ucap Evan sambil berjongkok di depan Carlos.

__ADS_1


Carlos mendongakan wajahnya menatap Evan.


" Apa kamu begitu sangat membenciku?" Tanya Carlos disela tangisannya.


Evan menggelengkan kepalanya, " Aku nggak membencimu." Ia lalu menghapus air mata Carlos, " Maafin aku ya, aku tadi nggak bermaksud untuk membentakmu, kamu mau kan memaafkan aku?"


Carlos memeluk Evan dengan sangat erat, " Jangan pernah membenciku, hanya kamu yang aku miliki. Aku hanya ingin menjadi adik dan teman yang baik untuk kamu. Aku janji aku nggak akan pernah menyusahkan kamu."


" Aku tau, kamu adalah adik dan teman yang sangat baik." Ucap Evan lalu melepaskan pelukan Carlos.


Tinnn....


Dona membunyikan clakson mobilnya, sebenarnya Dona sudah datang sejak tadi, tapi ia tidak mau menganggu momen kebersamaan Evan dan Carlos.


Evan membantu Carlos berdiri lalu masuk ke dalam mobil. Mereka duduk di kursi penumpang. Dona berasa seperti supir untuk anak majikannya.


" Carlos sayang, kenapa mata kamu sembab? Apa kamu tadi habis menangis?" Tanya Dona curiga.


" Emm..maafin Evan Ma, tadi E--"


" Tadi mata Carlos kelilipan Ma." Ucap Carlos memotong ucapan Evan.


" Beneran, kamu nggak sedang membohongi Mama kan?" Tanya Dona tidak percaya dengan ucapan Carlos.


" Beneran kok Ma, kalau nggak percaya tanya saja sama Evan, iya kan Van?" Tanya Carlos sambil mencubit lengan Evan.


" Ee..iya Ma. Tadi mata Carlos kelilipan." Ucap Evan gugup.


" Ya udah Mama percaya. Van, kamu harus jagain adik kamu. Dia kan belum lama pindah di sekolah ini, jaga dan lindungi adik kamu. Kamu mengerti kan?" Ucap Dona sambil menatap Evan dan Carlos.


Dona melajukan mobilnya menuju rumah. Dalam perjalanan pulang Dona melihat Evan dan Carlos tidak saling bicara.


" Sebenarnya ada apa dengan mereka berdua? Apa terjadi sesuatu di sekolah?" Guman Dona dalam hati.


Sesampainya di rumah Evan langsung pergi ke kamarnya. Dona semakin penasaran dengan sikap Evan yang menurutnya sangat mencurigakan.


" Carlos, Mama boleh bertanya sesuatu sama kamu?" Tanya Dona sambil berjongkok di depan Carlos.


" Mama mau bertanya soal apa?"


" Apa di sekolah tadi terjadi sesuatu antara kamu dan Evan?" Tanya Dona sambil menatap kedua mata Carlos.


" Emm..nggak terjadi apa-apa kok Ma." Sahut Carlos gugup sambil menundukan kepalanya.


Dona tau kalau saat ini Carlos tengah berbohong kepadanya. Ia bisa melihatnya dari kedua mata Carlos yang tak berani mentapnya saat menjawab pertanyaannya.


" Mama nggak suka sama anak yang suka berbohong." Ucap Dona.


" Ma--"


" Apa sayang?" Ucap Dona sambil mengusap lembut pipi Carlos.


" Maafin Carlos."

__ADS_1


" Kenapa harus minta maaf, apa kamu melakukan kesalahan?" Tanya Dona binggung.


" Maafin Carlos karena sudah membuat Evan sedih. Maafin Carlos karena telah merebut kasih sayang Mama dan Papa, hingga Evan merasa tersisih." Ucap Carlos.


Dona sangat terkejut mendengar ucapan Carlos, ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di antara kedua anaknya.


" Kenapa kamu berfikiran seperti itu sayang? Kamu nggak merebut kasih sayang Mama dan Papa. Apa Evan mengatakan semua itu sama kamu?" Tanya Dona. Carlos menggelengkan kepalanya.


" Evan nggak pernah mengatakan itu sama Carlos, tapi Carlos tau Ma jika Evan merasa kasih sayang Mama dan Papa sudah nggak seperti dulu lagi. Setelah kehadiran Carlos Mama dan Papa lebih memperhatikan Carlos dari pada Evan. Carlos minta maaf." Ucap Carlos lalu menundukan kepalanya.


Dona menarik Carlos kedalam pelukannya.


" Kamu adalah anugerah terindah yang pernah Mama miliki, jadi jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri. Evan juga sangat menyayangi kamu, Evan juga nggak mungkin membenci kamu." Ucap Dona sambil mengusap lembut punggung Carlos.


" Apa benar Ma? Evan nggak membenciku kan Ma?"


" Evan sangat menyayangimu. Jadi jangan bersedih lagi, Ok." Ucap Dona lalu melepaskan pelukannya. Carlos menganggukan kepalanya.


Evan melihat kedekatan Mama nya dengan Carlos dari atas tangga. Ia mengurungkan niatnya untuk menuruni tangga. Ia kembali ke dalam kamar dan duduk di sofa kamarnya.


" Apa Mama akan membenciku jika Mama tau tadi di sekolah aku udah menjauhi Carlos? Tapi kan aku nggak salah apa-apa, aku cuma nggak ingin mendengar ledekan teman-teman. Mereka mengatai aku anak yang terbuang setelah kehadiran Carlos." Evan menundukan kepalanya sembari meneteskan air mata.


" Aku cuma ingin Mama seperti dulu lagi, semua kasih sayang Mama hanya untuk aku. Aku memang sayang sama Carlos, tapi jika Mama lebih mementingkan Carlos dan melupakan aku, aku nggak suka itu." Sambung Evan.


Terdengar suara ketukan di pintu kamar Evan.


" Boleh Mama masuk?" Tanya Dona sambil terus mengetuk pintu.


Evan menghapus air matanya, ia tidak ingin Mama nya mengetahui jika dirinya habis menangis.


" Masuk aja Ma." Sahut Evan.


Dona membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Evan sambil membawa nampan berisi makanan untuk Evan. Dona duduk disamping Evan.


" Anak Mama yang ganteng ini kenapa dari tadi nggak keluar kamar? Apa kamu nggak merasa lapar sayang?" Ucap Dona lalu menyodorkan satu suapan didepan mulut Evan.


Evan membuka mulutnya lalu menerima satu suapan makanan dari tangan Mama nya.


" Kamu lagi bertengkar sama Carlos?" Tanya Dona sambil kembali menyodorkan satu suapan didepan mulut Evan.


Evan menggelengkan kepalanya lalu kembali membuka mulutnya.


" Mama tau, kamu marah sama Mama, tapi kamu harus tau, Mama itu sayang sama kamu. Mama memang sering menghabiskan waktu bersama dengan Carlos. Tapi kamu tau kan, Carlos sekarang sedang membutuhkan kasih sayang penuh dari Mama dan Papa. Evan tau kan kalau kedua orang tua Carlos telah pergi untuk selama-lamanya." Ia usap lembut pipi Evan.


" Jangan pernah membenci Carlos, Mama ingin kalian menjadi anak-anak kebanggaan Mama dan Papa. Carlos itu adik kamu, jadi kamu nggak boleh merasa iri dengannya. Mama dan Papa nggak pernah membeda-beda kan kalian. Kami sayang kalian berdua." Sambung Dona.


Evan memeluk Dona dengan sangat erat, ia tumpahkan segala kerinduannya selama ini. Karena selama ini Evan jarang menghabiskan waktunya bersama dengan Mama nya, karena Dona lebih banyak menghabiskan waktunya bersama dengan Carlos.


Dona mengecup kening Evan, " Jadilah abang yang baik untuk Carlos. Jaga dia seperti kamu menjaga diri kamu sendiri. Bukankah sebelum tante Mira dan om Marcel tiada kalin itu sangat dekat? Bahkan kalian tidak mau terpisahkan, tapi kenapa sekarang tidak?." Ucap Dona sambil menatap kedua mata Evan yang merah.


Dona tau, Evan habis menangis, tapi Dona tidak ingin menanyakan perihal kenapa anaknya itu menangis.


" Maafin Evan Ma, Evan nggak membenci Carlos, tapi Evan hanya merasa tersisihkan. Mama sudah nggak bisa menemani Evan lagi semenjak ada Carlos disini." Ucap Evan pelan.

__ADS_1


" Maafin Mama ya sayang, Mama janji Mama akan memperlakukan kalian dengan adil." Evan menganggukan kepalanya dan tersenyum.


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2