Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Jadi ayah..


__ADS_3

Sebulan kemudian..


Sejak lamarannya diterima Marcel sering berkunjung ke rumah Mira, walau jarak yang begitu jauh tidak membuat Marcel lelah, dengan segala upaya Marcel membuat hari-hari Mira menjadi indah, tak pernah terlewatkan sekalipun untuk menelfon Mira.


"Hai Cel, lagi mikirin siapa sih?" tanya Frans.


"Aku sangat merindukan Mira." jawab Marcel sambil memandangi foto di ponselnya.


"Bukannya baru dua hari ini kamu bertemu dia." ucap Frans.


"Nggak tau kenapa aku sangat merindukannya, aku sudah nggak sabar ingin menikah dengannya." ucap Marcel.


Frans penasaran dengan sahabatnya ini, dia kenal betul Marcel seperti apa, dia tidak pernah sekalipun galau hanya gara-gara seorang gadis, biasanya para gadis yang mengejar Marcel, tapi kini Marcel yang mengejar-ngejar Mira.


"Cel, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Frans.


"Mau tanya apa?"


"Sudah sejauh mana hubungan kamu sama Mira? apa saja yang sudah kamu lakukan padanya ? " tanya Frans.


"Maksud kamu apa?"


"Kamu tau maksud aku, aku tau betul bagaimana cara berpacaran kamu." goda Frans.


"Aku sudah berubah Frans, aku sangat menghormati Mira, aku nggak akan merusaknya."


"Kamu serius! bagaimana cara kamu menahannya?" tanya Frans penasaran.


"Sangat sulit untuk menahannya, apalagi saat lagi berdua dengannya, ingin sekali aku memeluk dan menciumnya, tapi aku nggak berani melakukannya." sahut Marcel.


"Bukannya itu hal biasa, kenapa kamu nggak berani melakukannya?" tanya Frans heran.


"Itu karena Mira nggak pernah kenal dengan yang namanya pacaran, dia sangat kaku dengan hal-hal kayak gitu, aku malah bahagia bisa mendapat wanita seperti Mira karena semua hal yang ada pada dirinya aku yang pertama kali mendapatkannya." ucap Marcel sambil tersenyum.


"Wah itu tantangan buat kamu, aku jadi penasaran bagaimana nanti malam pertama kalian." goda Frans.


"Ya aku harus extra bersabar dalam mengajarinya." ucap Marcel sambil tertawa.


Frans mendengar ponselnya berbunyi, dia mengambil ponsel dari atas meja dan melihat siapa yang menelfon.


"Siapa?" tanya Marcel.


"Dona."


"Halo sayang." sahut Frans.


"Sayang, bisa kamu pulang sekarang?" tanya Dona.


"Ada apa sayang? apa terjadi sesuatu?" tanya Frans cemas.


"Kepala aku sangat pusing dan badan aku lemas, aku nggak tau harus menghubungi siapa lagi, apalagi sekarang Mama nggak lagi ada disini." ucap Dona dengan suara lemah.


"Aku akan segera pulang, kamu jangan melakukan apapun, tunggu aku pulang." ucap Frans sambil mematikan telfonnya.


Marcel penasaran apa yang terjadi sama Dona hingga membuat Frans begitu panik..


"Kamu mau kemana?" tanya Marcel cemas.

__ADS_1


"Aku harus pulang, Dona sedang sakit." ucap Frans lalu melangkah pergi.


"Boleh aku ikut?"


"Ya udah cepetan, aku khawatir sama Dona." teriak Frans sambil terus berjalan keluar dari ruangannya.


Marcel dan Frans masuk kedalam mobil. Frans melajukan mobilnya.


"Frans kamu harus tenang, ingat Dona sedang menunggumu di rumah."


Saat ini Frans sangat mencemaskan keadaan Dona. Sesampainya di rumah Frans membuka pintu.


Frans dan Marcel bergegas menemui Dona.


"Sayang kamu dimana?" teriak Frans cemas.


Frans mencari Dona di kamar tapi tidak ada. Dona keluar dari dalam kamar mandi.


"Sayang kamu nggak apa-apa?" tanya Frans..


Frans sangat khawatir dengan keadaan Dona yang begitu lemas dan pucat.


"Sayang ayo kita ke rumah sakit." ucap Frans sambil membopong Dona.


"Dona kenapa Frans?" tanya Marcel.


"Nggak usah banyak nanya, cepetan kamu bawa mobil dan antar aku ke rumah sakit." ucap Frans sambil berjalan keluar dan masuk kedalam mobil.


"Sayang, maafin aku karena nggak bisa menjaga kamu." ucap Frans sambil memeluk Dona.


Marcel melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Aku takut Cel, aku takut Dona kenapa-napa, aku sudah nggak becus menjadi suami, aku nggak bisa menjaga Dona." ucap Frans tanpa sadar air mata menetes dikedua pipinya.


"Ini bukan salah kamu."


"Sayang, kamu yang sabar ya, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit." ucap Frans sambil memeluk Dona erat.


"Sayang, kenapa kamu menangis?" tanya Dona dengan suara lemah.


"Sayang sebenarnya apa yang terjadi sampai kamu seperti ini?" tanya Frans cemas.


"Aku nggak tau, tiba-tiba aja kepala aku pusing sekali dan perut aku rasanya nggak enak, badan aku juga lemas."


"Apa kamu telat makan?" tanya Frans penasaran.


"Ya tadi aku lupa makan siang, mungkin penyakit maag aku kumat lagi."


"Aku sudah bilang jangan sampai telat makan, apalagi penyakit kamu itu sering kambuh." ucap Frans sambil mengusap pipi Dona.


"Maafin aku karena udah bikin kamu jadi khawatir." ucap Dona menyesal.


"Udah yang penting kamu harus diperiksa dulu."


Sesampainya di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan dokter memanggil Frans masuk.


"Maaf, siapa diantara kalian yang suaminya ibu Dona?" tanya perawat.

__ADS_1


"Saya." jawab Frans.


"Anda silahkan masuk." ucap perawat.


Frans masuk kedalam ruang pemeriksaan.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Frans sambil duduk.


"Istri anda tidak apa-apa, dia hanya butuh istirahat total." ucap Dokter.


"Tapi kenapa tubuh istri saya sangat lemah?" tanya Frans.


"Itu hal biasa bagi wanita yang sedang hamil muda." jawab Dokter.


"Maksud dokter istri saya sedang hamil? saya akan menjadi seoarang ayah?" tanya Frans senang.


"Iya..selamat anda akan menjadi seorang ayah, sekarang usia kandungan istri anda sudah lima minggu, tapi ada hal yang harus saya sampaikan kepada anda." ucap Dokter.


"Apa itu Dok?" tanya Frans cemas.


"Kandungan istri anda saat ini sangat lemah, jadi saya mohon agar istri anda istirahat total dan tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat, kalau bisa jangan perbolehkan istri anda melakukan apapun itu demi kesehatan janin yang ada di kandungannya." ucap Dokter.


"Baik Dok, saya akan turuti semua saran Dokter." ucap Frans.


"Dan satu lagi, karena kondisi istri anda masih sangat lemah saya sarankan untuk di rawat inap." ucap Dokter.


"Baik Dok, lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anak saya."


Dokter menyuruh perawat untuk memindahkan Dona ke ruang perawatan. Frans keluar dari ruang pemeriksaan.


"Bagaimana keadaan Dona?" tanya Marcel.


"Dia baik-baik aja."


"Tapi kenapa dia dipindahkan keruang perawatan?" tanya Marcel penasaran.


"Karena tubuh Dona dan juga kandungannya sangat lemah."


"Maksud kamu Dona sedang hamil?" tanya Marcel terkejut.


"Iya, aku bahagia Cel, aku akan menjadi ayah." ucap Frans sambil memeluk Marcel.


"Selamat ya Frans, akhirnya usaha kamu selama ini berhasil."


"Tapi ada berita buruk." ucap Frans sedih.


"Apa itu?"


"Kandungan Dona sangat lemah, aku sangat mengkhawatirkan keadaan Dona." ucap Frans cemas.


"Tenang saja, Dona pasti bisa melaluinya, Dona itu orang yang kuat." ucap Marcel sambil menepuk bahu Frans.


"Aku tau itu, tapi aku nggak tega melihat keadaan Dona."


"Kamu harus kuat, kamu harus memberi dukungan dan perhatian kepada Dona, jangan bikin dia mengkhawatirkan kamu, kamu bersikaplah seolah-olah tidak terjadi apa-apa." ucap Marcel mencoba menenangkan Frans.


"Terimakasih ya Cel, kamu adalah sahabat terbaik aku." ucap Frans lalu memeluk Marcel.

__ADS_1


¤¤¤¤


__ADS_2