
Mery yang sedang buru buru karena bangun kesiangan tidak sengaja berpapasan dengan Davin diloby..
" Pagi Mer..." sapa Davin.
" Pagi Vin..kamu juga baru berangkat ya.." ucap Mery.
" Iya ni..gara gara semalaman nggak bisa tidur mikirin kamu.." goda Davin.
Sandy yang kebetulan lewat tidak sengaja mendengar ucapan Davin..
" Pagi Pak.." sapa Mery dan Davin.
" Pagi..kalian udah berangkat kesiangan masih sempet sempetnya mengobrol..kalau udah bosen kerja bilang sama aku..aku akan pecat saat ini juga.." ucap Sandy ketus.
" Maaf Pak..tidak akan terulang lagi.." ucap Davin.
" Mer..kamu ikut saya.." ucap Sandy sambil terus berjalan.
" Mer..jangan lupa nanti makan siang bareng.." teriak Davin.
" Ok...." teriak Mery.
Ceklek ( suara pintu terbuka )
Sandy masuk keruangan dikuti oleh Mery.
" Apa jadwal saya hari ini.." ucap Sandy.
" Hari ini jadwal bapak kosong..free.." ucap Mery.
" Kalau begitu nanti siang kamu temani saya untuk mengecek lokasi untuk pembangunan kantor cabang.." ucap Sandy lalu duduk dikursi kerjanya.
" Tapi pak "
" Nggak ada tapi tapi..atau kamu lebih mentingin Davin dari pada kerjaan kamu.." ucap Sandy.
" Baik pak.." ucap Mery.
" Sekarang kamu boleh keluar.." ucap Sandy sambil memeriksa berkas berkas diatas meja kerjanya.
Mery berjalan keluar dari ruangan Sandy,Sandy menatap Mery dengan senyuman kepuasan..
" Aku nggak akan biarin kamu dekat sama Davin.." ucap Sandy sambil tersenyum.
Ceklek ( suara pintu terbuka )
Mery masuk kedalam ruangannya,Mery duduk di kursi kerjanya..
" Dasar kak Sandy..mau nya menang sendiri..awas aja ya kalau nanti mau macam macam..!! "
" Oya..aku lupa kalau nanti aku ada janji makan siang sama Davin..lebih baik aku kirim pesan aja sama Davin.."
" Davin..aku minta maaf ya,siang ini aku nggak bisa menemani kamu makan siang karena pak Sandy menyuruh aku untuk mengecek lokasi pembangunan kantor cabang.."
Pesan dikirim..
Tling..( ponsel Davin berbunyi )
Davin mengambil ponselnya dari saku celananya..Davin membuka dan membaca pesan dari Mery..Davin membalas pesan Mery..
" Ok nggak papa..giman kalau kita ganti jadi makan malam,aku tunggu sepulang kerja "
Pesan dikirim..
Tling..( ponsel Mery berbunyi )
__ADS_1
" Aku nggak janji ya.."
Pesan dikirim..
Tling..( ponsel Davin berbunyi )
" Ok.."
Pesan dikirim..
Tling..( ponsel Mery berbunyi ).
" Dasar Davin..tapi aku nggak mau memberi harapan kepada Davin karena sampai kapanpun aku hanya mencintai kak Sandy.." ucap Mery.
Mery kembali mengerjakan tugas tugasnya,Mery ingin memberikan berkas berkas yang perlu ditanda tangani oleh Sandy.Mery keluar ruangan dan berjalan menuju ruangan Sandy.
Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )
" Masuk.." ucap Sandy.
Ceklek ( suara pintu terbuka dan tertutup )
Mery masuk kedalam ruangan dan berjalan menuju meja kerja Sandy.
" Ini laporan yang perlu bapak tanda tangani.." ucap Mery lalu meletakan berkas dimeja kerja Sandy.
" Kamu duduk dulu..saya akan memeriksanya dulu.." ucap Sandy lalu memeriksa kembali laporan yang diberikan Mery.
Sudah satu jam berlalu tapi Sandy belum juga menandatangani berkas berkas itu..
" Maaf Pak..apa masih butuh waktu lama hanya untuk menandatangani berkas itu ? " tanya Mery dengan raut wajah cemberut.
" Kenapa ? apa kamu ada urusan lain atau ada seseorang yang sedang menunggumu ? " sindir Sandy.
Mery hanya diam,Mery bahkan tidak menatap Sandy,Mery tau ini hanya akal licik Sandy agar Mery tetap diruang kerjanya.
" Sekarang kamu ikut saya.." ucap Sandy lalu berjalan keluar..
" Tapi saya harus mengambil tas saya dulu.." ucap Mery.
" Ok..cepetan.." teriak Sandy.
Mery bergegas keluar dari ruangan Sandy dan masuk keruangannya untuk mengambil tasnya..Mery mengikuti Sandy dari belakang..
Sandy menarik tangan Mery agar Mery berjalan disampingnya..Mereka masuk kedalam mobil..Sandy melajukan mobilnya..
" Kita makan siang dulu.." ucap Sandy.
" Aku nggak lapar.." ucap Mery.
" Kenapa ? apa kamu nggak suka makan bareng aku ? " ucap Sandy.
Mery hanya diam dan menatap keluar jendela.
" Mer..sampai kapan kamu akan terus bersikap kayak gini sama aku ? " tanya Sandy.
" Sampai aku bisa melupakan kamu.." ucap Mery.
" Sebegitu besarkah keinginan kamu untuk melupakan aku.." ucap Sandy.
" Ya..karena aku nggak mau terus terusan sakit hati..aku juga ingin bahagia,aku juga ingin disayangi dan dicintai.." ucap Mery.
" Apa semua ini karena Davin jadi kamu ingin secepatnya melupakan aku..? " ucap Sandy yang mulai emosi.
" Jangan bawa bawa orang lain,ini nggak ada hubungannya dengan Davin,aku cuma nggak mau mengharapkan orang lain yang tak mempunyai perasaan apapun terhadap aku.." ucap Mery.
__ADS_1
" Tapi kamu taukan aku itu sayang sama kamu..terus kenapa kamu masih ingin menjauh dari aku? " ucap Sandy.
" Tapi rasa sayang kamu itu hanya sebatas rasa sayang kakak sama adiknya..jadi aku juga akan menganggap kak Sandy sebagai kakak aku,jadi kak Sandy nggak berhak ikut campur dalam urusan pribadi aku.." ucap Mery.
" Tapi Mer.."
" Cukup kak..aku tau kenapa kak Sandy mengajak aku keluar,meninjau lokasi hanya alasan saja,kak Sandy nggak ingin aku pergi makan siang sama Davin kan..kenapa kak ? apa kakak cemburu sama Davin ? " tanya Mery sambil menatap mata Sandy.
Sandy menatap kedua mata Mery yang kini tengah menatapnya..Sandy meminggirkan mobilnya.
" Kalau aku bilang aku cemburu apa kamu mau menjauhi Davin ? " tanya Sandy.
" Kenapa kamu cemburu ? bukankah kamu nggak mencintaiku ? " tanya Mery.
" Aku..aku juga nggak tau kenapa aku nggak suka melihat kamu dekat dengan cowok lain..aku sayang Mer sama kamu.." ucap Sandy..
" Yang pengen aku dengar bukan kata sayang tapi apa kakak sanggup bilang sama aku kalau kakak mencintaiku.." ucap Mery.
Sandy hanya diam tidak menjawab pertanyaan Mery..
" Dengan kakak diam aku sudah tau apa jawabannya,aku minta sama kak Sandy mulai hari ini jangan lagi ikut campur sama urusan pribadi aku..karena kak Sandy bukan siapa siapa aku,kak Sandy hanya bos aku.." ucap Mery.
Mery mengambil ponselnya dan menelfon Davin..
Tutt..tutt..tutt..( ponsel Davin berbunyi )
" Hallo Mer.." jawab Davin.
" Vin..kamu bisa jemput aku nggak dijalan**** kita jadi makan siang bareng.." ucap Mery.
" Ok..aku segera meluncur kesana.." ucap Davin lalu mematikan ponselnya.
" Maaf kak..aku nggak bisa menemani kak Sandy,aku turun disini aja.." ucap Mery lalu keluar dari mobil..
" Arrrrgghgghghgh...sialannnn...awas ya kamu Davin,aku akan bikin perhitungan sama kamu.." teriak Sandy.
Sandy tetap menunggu sampai Davin datang,Sandy teringat akan pesan mamanya..
" Jangan menyesal jika suatu saat Mery direbut oleh orang lain.."
Sandy takut menbayangkan kalau Mery akan pergi meninggalkannya untuk selamanya,Sandy sudah terbiasa bersama dengan Mery,hanya Mery yang menemaninya disaat dia butuh seorang teman..
" Aku nggak akan melepaskan kamu Mer.." ucap Sandy.
Tak berselang lama Davin datang..Sandy keluar dari dalam mobil..
" Ehhh ada Pak Sandy juga.." ucap Davin terkejut.
" Kamu ada apa kesini ? " tanya Sandy.
" Ini pak..mau menjemput Mery dan sekalian mau makan siang bareng.." ucap Davin.
" Ayo Vin..nanti kita nggak keburu makan siang lagi.." ucap Mery..
" Ya udah ayo naik..." ucap Davin..
Saat Mery ingin naik keatas motor tiba tiba tangannya ditarik oleh Sandy hingga Mery jatuh dalam pelukan Sandy.Mery menatap Sandy begitu pula sebaliknya Sandy juga menatap Mery.
Sandy menarik tubuh Mery agar lebih dekat dengannya,kini wajah mereka sudah tidak ada jarak lagi..dahi dan hidung mereka saling menempel hingga Mery bisa merasakan hangatnya nafas Sandy..
Jantung Mery berdebar tak karuan,mukanya bersemu merah..Sandy juga merasakan ada yang berbeda dengan dirinya,jantungnya berdebar debar..ingin sekali Sandy memiliki wanita yang kini berada didepanya..
Sandy menatap bibir mungil Mery,ingin sekali rasanya mengecap bibir mungil itu..Mery tau saat ini Sandy sedang menatap bibirnya..
" A..pa yang ingin kak San..dy lakukan ? " tanya Mery gugup.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟