
Akhirnya Frans dan Dona sampai di Jakarta.
" Sayang kita mampir ke kantor Marcel dulu ya." ucap Frans sembari melirik ke arah Dona.
" Terserah kamu, aku ikut saja." Ucap Dona.
Frans melajukan mobilnya menuju kantor Marcel. Setelah dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kantor Marcel. Dona dan Frans keluar dari mobil. Frans melihat Marcel keluar dari loby kantornya. Dia memanggil Marcel sambil melambaikan tangannya.
Marcel melihat Frans dan Dona. Dia pun berjalan menghampiri Dona dan Frans.
" Kenapa kamu kemari?" tanya Marcel terkejut.
Karena waktu di telfon Frans bilang lagi di Bandung.
" Ya mau ketemu kamu lah, mau menanyakan hasil meeting tadi!" Seru Frans.
Marcel tidak mendengar kata-kata Frans tapi malah mendekati Dona.
" Don, kamu dari mana saja? aku kangen tau nggak sama kamu." Goda Marcel sambil memegang tangan Dona.
Frans yang melihat tingkah Marcel langsung menarik tangan Dona.
" Kamu apa-apaan sih, main tarik aja." Ucap Marcel kesal.
" Kamu yang apa-apaan, main pegang-pegang tangan wanitaku segala. Kamu udah bosen hidup ya." Teriak Frans tidak terima Marcel menyentuh tangan wanitanya.
" Haa ha ha haaa.." Marcel malah tertawa melihat tingkah Frans yang lagi di bakar api cemburu.
" Kenapa kamu malah tertawa? memangnya ada yang lucu apa?" tanya Frans heran.
" Kamu kalau lagi cemburu lucu banget, tenang saja aku nggak akan merebut wanita mu, aku cuma ingin mengoda kamu saja." Ucap Marcel sambil menahan tawanya.
" Tapi bercanda kamu kelewatan, lihat Dona sampai gemetar kayak gini." Ucap Frans sambil memegang tangan Dona.
" Maaf, maaf, maafin aku ya, Don." Ucap Marcel menyesal.
Dia tidak menyangka bercandanya sudah kelewatan hingga membuat Dona takut.
" Jangan di ulangi lagi ya Pak, saya nggak suka." Ucap Dona.
" Iya aku janji."
" Sekarang kamu mau kemana?" Tanya Frans.
" Ya pulanglah, ini kan sudah waktunya pulang kerja."
" Terus soal meeting tadi gimana?" tanya Frans penasaran.
Karena bagi Frans kerja sama ini sangat penting.
" Tenang saja, semua sudah aku tangani, mereka masih tetap akan bekerja sama sama kamu." Ucap Marcel sembari menepuk bahu Frans.
" Terimakasih ya."
" Ya elah..kayak sama siapa saja." Ucap Marcel sembari menyungingkan senyumnya.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu aku sama Dona pulang dulu. Dona pasti juga capek karena perjalanan tadi." Ucap Frans.
Marcel menganggukan kepalanya.
" Kita pergi dulu." Ucap Frans sambil masuk kedalam mobil dan di ikuti oleh Dona.
Frans melajukan mobilnya menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Frans.
" Kenapa kita kesini?" Tanya Dona binggung karena mobil Frans berhenti di depan rumah Frans.
" Mulai sekarang kamu tinggal sama aku."
" Tapi, aku--"
" Nggak usah membantah, aku ingin kamu tinggal sama aku karena aku nggak mau kejadian waktu itu terulang lagi, aku nggak mau kamu jauh dari aku walau hanya seditik pun." Ucap Frans dengan nada sedikit keras.
Dona yang merasa bersalah atas keputusannya waktu itu akhirnya menuruti kemauan Frans. Frans membuka pintu rumahnya.
" Ayo masuk." Ajak Frans sambil berjalan masuk.
Dona masuk kedalam rumah Frans.
" Ayo aku antar kamu ke kamar." Ucap Frans sambil mengandeng tangan Dona.
Frans mengandeng tangan Dona dan berjalan menaiki tangga. Dia membuka pintu kamar, Frans dan Dona masuk kedalam kamar.
Dona merasa aneh dengan kamar ini, karena didalam kamar terpasang foto-foto Frans.
" Bukannya ini kamar kamu?" Tanya Dona bingung.
" Ini memang kamar aku, tapi mulai sekarang ini menjadi kamar kita." Bisik Frans di telinga Dona.
Dona terkejut mendengar ucapan Frans.
"Apa maksudnya dengan kamar kita? apa mulai dari sekarang aku akan tidur satu ranjang sama Frans? " Bathin Dona.
Saat ini jantung Dona berdetak lebih cepat dari biasanya. Bahkan mukanya mulai memerah bak kepiting rebus.
"Ada apa dengan jantungku? kenapa jantungku seakan mau loncat keluar?" Batin Dona.
" Sayang kenapa kamu malah diam saja?" Tanya Frans sambil membalikan tubuh Dona.(sekarang mereka berhadapan).
" Sayang ada apa dengan wajahmu, kenapa wajah kamu bersemu merah?" Sambung Frans lagi.
" A--aku--"
" Ayo kita mandi terus istirahat, kamu pasti capek kan." Potong Frans.
Dia tau kalau saat ini Dona sangat gugup.
Frans mengandeng tangan Dona dan membawanya menuju kamar mandi. Frans masuk kedalam kamar mandi.
" Kenapa kamu nggak masuk sayang?" tanya Frans.
" Kamu mandi duluan saja." Ucap Dona gugup.
__ADS_1
" Kita mandi bareng."
" Emmm..aku capek mau istrirahat sebentar." Ucap Dona memberi alasan.
" Baiklah." Ucap Frans lalu menutup pintu kamar mandi.
Dona berjalan menuju sofa, dia duduk di sofa sambil menunggu Frans selesai mandi.
Setelah setengah jam Frans selesai mandi dan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk untuk melilit tubuhnya. Frans berjalan menuju lemari pakaian.
" Sayang, sekarang mandilah." Seru Frans sembari membuka lemari pakaian.
Dona menatap Frans yang hanya bertelanjang dada. Dia menelan Saliva nya, Dona mengalihkan pandangannya lalu berdiri dan berjalan menuju kopernya. Dona membuka koper dan mengambil piyama lalu berjalan menuju kamar mandi.
Didalam kamar mandi Dona merasa sangat gelisah karena dia harus tidur satu ranjang sama Frans.
" Mendingan aku mandi aja."
Setelah selesai mandi dan berpakaian Dona keluar dari kamar mandi. Dona mengeringkan rambutnya dengan handuk dan duduk didepan meja rias. Dona melihat Frans yang sudah terlelap ditempat tidur.
Setelah selesai menyisir rambutnya Dona berjalan menuju ranjang untuk mengambil bantal dan selimut. Saat Dona hendak mengambil bantal tiba-tiba mata Frans terbuka.
" Apa yang sedang kamu lakukan?"
" A--aku mau mengambil bantal dan selimut." Ucap Dona gugup.
" Untuk apa?"
" Aku mau tidur di sofa aja."
" Nggak, kamu tidur disini di samping aku." Ucap Frans sambil menarik tangan Dona.
Dona terjatuh dalam pelukan Frans. Dia mencoba bangun dan duduk di tepi ranjang.
" Tapi kan kita belum--"
Frans menutup mulut Dona dengan jemarinya.
" Aku nggak akan macam-macam, aku janji. Lebih baik sekarang kamu tidur, bukannya tadi kamu bilang kalau kamu capek."
" Janji kamu nggak akan ngapa-ngapain aku?" Ucap Dona.
Frans menganggukkan kepalanya.
Dona merebahkan tubuhnya di samping Frans. Frans menyelimuti tubuh Dona dan memeluknya dengan sangat erat. Frans mengecup bahu Dona.
" Sayang, aku bahagia banget, hidup aku terasa lengkap setelah kehadiran kamu." Bisik Frans di telinga Dona.
Dona membalikan tubuhnya dan menatap Frans.
" Aku juga bahagia karena kamu hadir dalam hidup aku, mengisi hari-hari ku dengan perhatian dan kasih sayang kamu."
Frans memeluk tubuh Dona. Dona membenamkan wajahnya ke dalam dada bidang Frans. Dona terlelap dalam pelukan Frans.
¤¤¤¤
__ADS_1