Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Mulai menjaga jarak


__ADS_3

Dari pagi Mery tidak banyak bicara seperti biasanya,bahkan dia hanya bicara seperlunya kepada Sandy itupun juga karena masalah pekerjaan.


Sandy merasa ada yang berubah dengan sikap Mery..tapi Sandy tidak begitu memperdulikanya karena pekerjaan kantor yang begitu menumpuk..


Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )


" Masuk...." ucap Sandy.


Ceklek ( suara pintu terbuka )


Mery masuk kedalam ruangan Sandy dan berjalan menuju meja kerja Sandy..Sandy terus menatap Mery sejak dia mulai masuk keruangannya..


" Ini berkas yang bapak minta.." ucap Mery lalu meletakkan berkas diatas meja.


Sandy memeriksa berkas yang diberikan oleh Mery,setelah itu Sandy kembali menatap Mery..


" Kalau sudah tidak ada kepentingan lain saya permisi.." ucap Mery lalu melangkah pergi.


" Tunggu Mer..." ucap Sandy.


Karena panggilan dari Sandy..Mery menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Sandy..


" Apa masih ada yang bisa saya bantu.." ucap Mery.


" Kamu kenapa ? sejak tadi pagi kamu hanya diam dan tidak banyak bicara.." ucap Sandy.


" Maaf saya tidak mau membicarakan urusan pribadi saya..kalau bapak sudah tidak ada perlu apa apa lagi saya permisi.." ucap Mery lalu berjalan keluar.


Ceklek ( suara pintu tertutup )


Sandy menyandarkan tubuhnya kekursi kerjanya,dia menatap langit langit ruang kerjanya..kedua tangannya memijat kepalanya yang terasa amat pusing,selain memikirkan pekerjaan yang begitu menumpuk Sandy juga memikirkan perubahan sikap Mery padanya.


Sudah saatnya makan siang,Sandy menunggu kedatangan Mery..biasanya disaat jam makan siang Mery selalu datang keruangan Sandy untuk mengajaknya makan siang walau selalu ditolak oleh Sandy.


Sandy terus menunggu hingga jam makan siang udah hampir habis..Sandy berjalan mondar mandir diruangan kerjanya..


" Nggak kayak biasanya dia nggak mengajak aku makan siang..apa dia benar benar marah sama aku atas kejadian waktu itu ? tapi itukan udah sebulan yang lalu..masak dia mau marah seterusnya,padahal aku udah minta sama dia.." ucap Sandy


Sandy kembali duduk dimeja kerjanya dan menyelesaikan semua berkas berkas yang harus selesai hari ini juga..


Krucuk..krucuk..


" Mana lapar banget..tapi nanggung pekerjaan sebentar lagi.." ucap Sandy sambil mengusap usap perutnya yang lapar.


Mery yang sudah menyelesaikan pekerjaannya bersiap siap untuk pulang karena ini udah jam pulang kerja.Mery berjalan menuju Loby,Mery melihat mobil Sandy masih terparkir didepan..


" Apa kak Sandy belum pulang ? tadi siang aku juga tidak melihatnya keluar dari ruangannya..apa tadi siang dia tidak makan siang ? " ucap Mery cemas.


Mery kembali masuk kedalam kantor dan berjalan menuju ruangan Sandy,Mery ingin mengecek keadaan Sandy karena Mery sangat mengkhawatirkan keadaan Sandy..


Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )


Mery terus menunggu tapi tidak juga ada sahutan dari dalam..karena sangat khawatir akhirnya Mery membuka pintu ( ceklek ) dan langsung masuk keruangan Sandy.


Mery melihat Sandy tidur disofa merintih kesakitan sambil memegang perutnya,Mery langsung berlari menghampiri Sandy..

__ADS_1


" Kak Sandy kenapa ? kenapa belum pulang ? " tanya Mery cemas.


" Oh..kamu Mer..nggak tau ni tiba tiba aja perut aku sakit banget.." ucap Sandy sambil terus memegang perutnya.


" Apa tadi siang kak Sandy nggak makan siang ? " tanya Mery.


" Nggak..!! " ucap Sandy.


" Kenapa ? bukannya kak Sandy punya penyakit asam lambung kenapa tidak makan siang ? " tanya Mery cemas.


Sandy tidak mungkin mengatakan kalau itu karena dia sedang menunggu Mery untuk mengajaknya makan siang..Sandy pun mencari alasan lain.


" Pekerjaan aku menumpuk dan harus selesai hari ini juga.." ucap Sandy.


" Pekerjaan bisa menunggu tapi kesehatan itu lebih penting.." ucap Mery lalu membantu Sandy untuk duduk.


" Apa kak Sandy udah minum obat ? " tanya Mery.


Sandy menatap Mery lalu mengelengkan kepalanya.


" Apa kamu mengkhawatirkan aku ? " tanya Sandy.


" Tentu aku mengkhawatirkan kakak.." ucap Mery lalu berdiri dan berjalan menuju meja kerja Sandy.


Mery membuka laci meja kerja Sandy dan mengambil obat yang biasanya diminum Sandy kalau sakit asam lambungnya kambuh..


" Kenapa kamu mengkhawatirkan aku ? " tanya Sandy.


Dalam hati Sandy.." Apa kamu masih mencintaiku Mer..apa kamu udah memaafkan aku ?"


" Apa hanya karena itu ? " tanya Sandy lalu meminum obatnya.


Dalam hati Mery.." karena aku sangat mencemaskan kakak karena aku nggak mau kakak sakit karena aku sangat mencintai kakak,tapi aku nggak akan mengatakan itu karena aku tau kakak nggak ada rasa sama aku dan aku juga nggak mau lagi memaksakan perasaan aku ke kakak.."


" Iya..emangnya ada alasan lain.." ucap Mery sambil duduk disebelah Sandy.


" Makasih karena kamu udah perduli sama aku.." ucap Sandy lalu berdiri dan melangkah menuju meja kerjanya.


" Kak Sandy mau ngapain ? " tanya Mery yang melihat Sandy duduk kembali dikursi kerjanya.


" Mau melanjutkan pekerjaan aku tinggal dikit lagi selesai.." ucap Sandy lalu membuka laptopnya kembali.


Mery berdiri dan menghampiri Sandy,Mery menutup laptop Sandy..dan menarik tangan Sandy.


" Kamu mau membawa aku kemana ? " tanya Sandy sambil terus mengikuti Mery karena tangannya masih ditarik oleh Mery.


" Kakak harus makan dulu.." ucap Mery sambil terus berjalan.


Sandy menghentikan langkahnya dan melepaskan tangannya dari tangan Mery.


" Sekarang kamu pulang aja tidak usah mengkhawatirkan aku,aku mau menyelesaikan pekerjaan aku dulu.." ucap Sandy lalu berjalan menuju ruangannya.


Mery hanya diam sambil terus menatap kepergian Sandy,Mery berjalan menuju loby,Mery berniat menunggu Sandy diluar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam..Sandy yang sudah menyelesaikan pekerjaannya lansung keluar dari ruangannya.Sesampainya diluar Sandy melihat Mery masih berada diluar kantor..Sandy menghampiri Mery.

__ADS_1


" Kenapa belum pulang ? " tanya Sandy.


" Belum dapat taksi.." ucap Mery berbohong.


" Ya udah ayo aku antar pulang,tapi temani aku makan dulu..perut aku lapar banget.." ucap Sandy.


" Baiklah.." ucap Mery.


Mereka masuk kedalam mobil dan Sandy melajukan mobilnya..


" Kamu mau makan apa ? " tanya Sandy.


" Terserah kak Sandy aja.." ucap Mery.


" Kalau gitu kita makan makanan kesukaan aku aja ya.." ucap Sandy.


Sandy menghentikan mobilnya dipinggir jalan..Sandy turun dari mobil dan berjalan menuju pintu mobil dan membuka pintu mobil untuk Mery.


" Ayo keluar.." ucap Sandy.


" Ini dimana kak ? " tanya Mery lalu keluar dari mobil.


" Tempat favorit aku..makanan disini enak banget.." ucap Sandy.


Mery dan Sandy menyeberang jalan dan berjalan menuju sebuah warung pecel lele yang letaknya dipinggiran jalan..


" Pak pesan ayam geprek dua dan teh hangat dua.." ucap Sandy.


" Siap Mas..."


" Ayo kita duduk disana aja.." ucap Sandy sambil berjalan menuju tempat kosong yang berada dipojokan.


Mereka duduk sembari menunggu pesanan mereka...


" Kamu tadi sengaja menungguku ya.." ucap Sandy.


" Nggak..tadi aku itu menunggu taksi tapi tidak datang datang.." ucap Mery berbohong.


" Setahu aku taksi yang lewat depan kantor banyak banget,masak satu pun nggak ada.." ucap Sandy curiga.


" Mungkin lagi pada mogok kali.." ucap Mery.


Tak berselang lama pesanan mereka datang..mereka mulai memakan makanan pesanan mereka.


" Mer...kamu masih marah sama aku.." ucap Sandy.


" Nggak.." ucap Mery singkat lalu kembali memasukan suapan kemulutnya.


" Terus kenapa sikap kamu berubah ke aku ? " tanya Sandy.


" Kak makan aja dulu..biar sakit lambungnya nggak kambuh lagi.." ucap Mery yang sudah hampir menghabiskan makanannya tapi Sandy baru memakan makannya dua kali suapan..


Mery menunggu Sandy menghabiskan makanannya,Mery menunggu sambil memainkan game online diponselnya.


Tutt..tutt..tutt...( ponsel Mery berbunyi )

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2