
Sejak bertemu Selin di restoran, Frans selalu menghindar kalau tidak sengaja bertemu dengan Selin. Frans merasa tak tenang, dia tidak mau selamanya hidup dalam bayang-bayang Selin. Dia berfikir harus melakukan sesuatu.
"Sayang, bolehkan aku bertemu sama Selin, aku ingin mengatakan sesuatu padanya, aku nggak mau seperti ini terus, aku mau kita tenang dalam menjalani honeymoon kita." Pinta Frans.
"Aku nggak setuju kalau kamu perginya sendirian."
"Aku nggak sendirian, aku akan mengajak Marcel, aku akan mengakhirnya saat ini juga."
"Tapi kamu janji nggak akan tergoda sama Selin? jangan pernah ada kontak fisik dengannya, apapun itu, termasuk menyentuh tangannya." Titah Dona.
"Mana mungkin aku akan melakukan itu, nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku untuk melakukan hal itu, aku sudah merasa puas dengan istriku ini." ucap Frans sambil memeluk tubuh Dona.
"Ya udah, aku akan mengizinkan kamu untuk bertemu dengan Selin."
"Ok, sekarang aku akan menemui Marcel dulu." ucap Frans lalu mengecup kening Dona.
"Hati-hati, jangan termakan oleh rayuan Selin." Pesan Dona.
Sebenarnya Dona berat membiarkan Frans pergi, tapi dia tidak ada pikiran lain, karena dia juga sudah jenuh dengan Selin yang selalu menganggu suaminya.
"Aku pergi dulu..percayalah padaku."
Frans keluar dari kamar dan menemui Marcel.
"Frans!" teriak Marcel yang sedang duduk diloby hotel.
"Kamu sudah hubungi Selin?" tanya Frans sambil berjalan kearah Marcel.
"Sudah, dia mengajak ketemuan di restaurant kemarin."
"Ya udah ayo, kita kesana sekarang." Ajak Frans.
Frans dan Marcel masuk kedalam taksi. Sesampainya di restaurant.
"Itu dia Selin." ucap Marcel sambil melihat kearah Selin yang sedang duduk sendirian.
Frans dan Marcel menghampiri Selin.
"Hai Sel." sapa Frans.
"Frans." ucap Selin sambil berdiri.
Selin berniat untuk memeluk Frans tapi dihalangi oleh Marcel.
"Marcel! apa-apaan sih kamu!" teriak Selin kesal.
"Aku hanya ingin menjaga sahabat aku dari singa betina seperti kamu." Ledek Marcel.
"Makasih ya Cel." ucap Frans sambil duduk.
"Kamu menyuruh aku kesini mau bicara apa?" tanya Selin sambil melipat kedua lengan di dadanya.
"Aku nggak akan basa-basi lagi, jujur aku nggak suka dengan sikap kamu ke aku, sikapmu itu membuat hubungan aku sama Dona menjadi kacau, hidupku jadi nggak tenang. Sel..kita ini sahabatan dari dulu, aku mohon sama kamu untuk menjauh dari aku, jangan pernah menganggu hidup ku lagi. Sekarang kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing, kamu sudah ada Erward, dia sangat mencintai kamu, jangan pernah melukai hatinya atau suatu saat kamu akan menyesal." ucap Frans mencoba memberi pengertian kepada Selin.
__ADS_1
"Frans apa aku salah jika aku nggak bisa melupakan kamu? aku sangat mencintaimu." ucap Selin dengan wajah sendunya.
"Kamu tau kan dari dulu aku nggak pernah mencintaimu, sekarangpun aku nggak mencintaimu, yang aku cintai hanya Dona sekarang dan selamanya."
"Apa kamu nggak bisa meninggalkan Dona dan hidup sama aku? aku akan melakukan apapun yang kamu mau." Bujuk Selin.
"Kamu gila apa! untuk apa aku harus meninggalkan Dona demi kamu! mendingan aku mati dari pada aku harus meninggalkan Dona. Dona adalah hidup aku, aku nggak bisa hidup tanpa Dona!" seru Frans yang mulai emosi.
"Sebegitu besarkah cintamu padanya?" tanya Selin sambil menatap kedua mata Frans.
"Dona adalah wanita yang mengajarkan aku tentang cinta, dia yang telah merubah diri aku menjadi Frans yang sekarang, dialah yang membuat hatiku bergetar, dia juga yang memberi warna dalam hidupku."Sanjung Frans untuk istrinya tercinta.
"Sel, kamu itu cantik dan kamu juga sudah menikah dengan Edward, dia sangat mencintaimu, jangan pernah kamu sia-siakan itu." ucap Marcel.
"Tapi aku nggak mencintainya, aku mau menikah dengannya karena dia selalu memohon padaku, aku hanya kasian sama dia!" teriak Selin emosi.
"Sel, bisa pelankan nggak suara kamu, kamu taukan ini restaurant milik Edward, apa kamu nggak takut nanti ada yang mengadu sama Edward?" tanya Marcel cemas.
"Aku nggak perduli!" seru Selin.
"Sel, sekarang kamu lagi emosi, kamu akan menyesal nanti." ucap Marcel mengingatkan.
"Sel, jika kamu masih tetap menganggu hidup aku sama Dona lagi, aku nggak akan tinggal diam, aku bisa melakukan hal keji sama kamu." ancam Frans.
"Kenapa kamu nggak pernah mencintaiku Frans? apa kurangnya aku? " ucap Selin sambil meneteskan air mata.
"Karena kamu adalah sahabat aku, kamu udah aku anggap seperti keluarga aku sendiri, aku nggak mau semua itu hancur hanya karna keegoisan kamu." ucap Frans.
"Maafin aku Frans, aku sudah egois, aku hanya mementingkan diri aku sendiri." ucap Selin sambil menghapus air matanya.
"Terimakasih Sel, jika kamu sudah mulai mengerti, aku do'akan semoga kamu dan Edward selalu bahagia, cintailah dia seperti dia mencintaimu, karena lebih mudah mencintai dari pada dicintai." ucap Frans.
"Aku akan berusaha mencintai Edward, tapi kita akan bertemu lagi kan? " tanya Selin.
"Asal kamu bisa merubah sikap kamu, pintu rumah aku selalu terbuka untukmu." ucap Frans.
"Terimakasih Frans, karena kamu nggak membenciku atas segala sikap aku selama ini." ucap Selin.
"Kamu adalah sahabat aku, kamu yang sudah membantuku untuk melalui masa-masa sulitku waktu aku kabur dari rumah, kamu dan Marcel adalah sahabat terbaik aku, aku nggak akan melupakan kalian." ucap Frans.
"Apa boleh aku bertemu dengan Dona untuk terakhir kalinya? aku ingin meminta maaf padanya." ucap Selin.
Frans menganggukan kepalanya.
"Ya udah ayo kita temui Dona." ucap Marcel.
Mereka keluar dari restaurant dan masuk kedalam taksi. Sesampainya dihotel.
Frans membuka pintu kamar.
"Ayo silahkan masuk." ucap Frans.
"Kalian duduk dulu aku akan panggilkan Dona." ucap Frans sambil berjalan masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah pulang." ucap Dona sambil memeluk Frans.
"Ada yang mau ketemu sama kamu." ucap Frans.
"Siapa?" tanya Dona penasaran. Karena tidak ada yang Dona kenal di Australia selain suaminya, Marcel dan sahabat suaminya.
"Selin." jawab Frans.
"Mau apalagi dia kesini? apa dia tetap nggak mau menjauh darimu?" tanya Dona sambil mengeryitkan dahinya.
"Bukan itu, dia mau bicara sesuatu sama kamu." jawab Frans.
"Mau bicara apa lagi?"
"Kamu temuilah dulu, nanti kamu juga akan tau." ucap Frans.
"Baiklah ayo." ucap Dona sambil berjalan keluar.
Frans dan Dona menghampiri Marcel dan Selin.
"Kalian bisa tinggalkan aku sama Dona sendiri." Pinta Selin.
"Kamu nggak apa-apa sayang aku tinggal sendiri?" tanya Frans cemas.
"Aku nggak apa-apa."
Frans dan Marcel keluar dari kamar.
"Kamu mau bicara apa?" tanya Dona ketus.
"Aku mau minta maaf sama kamu, karena aku sudah menganggu hubungan kamu sama Frans, aku iri sama kamu, aku yang mencintai Frans lebih dulu tapi kamu yang mendapatkan cintanya.." ucap Selin.
"Kita nggak tau siapa yang akan berjodoh sama kita, aku bersyukur bisa bertemu dengan Frans.." ucap Dona.
"Frans itu orangnya keras, dia nggak suka diatur-atur, tapi setelah bertemu dengan kamu dia berubah, dia menjadi Frans yang lembut dan penuh kasih sayang." ucap Selin.
"Aku tau itu, aku senang jika Frans bisa berubah karena aku."
"Kamu maukan memaafkan aku, aku janji nggak akan lagi menganggu hidup kalian lagi, aku akan menjauh dari Frans, aku dan Edward berencana untuk tinggal di Amerika karena Edward membuka usaha disana." ucap Selin.
"Aku akan memaafkan kamu, semoga kamu bahagia sama Edward, cintailah suamimu jangan sampai kau kehilangan orang seperti Edward.." ucap Dona.
"Ya..terimakasih, kalau gitu aku pergi dulu." ucap Selin sambil mengulurkan tangannya.
Dona tidak menjabat tangan Selin tapi malah memeluknya.
"Karena kamu sahabat suamiku, sekarang kamu juga sahabat aku." ucap Dona sambil memeluk Selin.
"Terimakasih." ucap Selin sambil memeluk Dona.
Frans dan Marcel senang melihat mereka akhirnya bisa akur.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1