Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Hasil lab..


__ADS_3

"Apa!" Teriak Mira dan Dona bersamaan.


"Kenapa kamu meminum pil itu? apa kamu nggak ingin mempunyai anak dari Sandy?" Tanya Dona curiga.


"Emmm..bukan itu kak, saat itu kan aku..ak--"


"Aku udah tau semuanya jadi kamu nggak usah menutup-nutupinya lagi. Frans dan Sandy sudah mengatakan semuanya." Ucap Dona memotong ucapan Mery.


"Jadi kak Dona udah tau semuanya!" Ucap Mery terkejut.


Mery tidak menyangka Sandy akan menceritakan semuanya kepada Dona. Mery merasa sangat malu.


"Kalian ini pada ngomongin apa sih?" Tanya Mira yang nggak tau apa-apa.


"Soal kenapa Mery sampai meminum pil itu. Kamu jangan putus asa, berusaha dan terus berdoa itu yang hanya bisa kamu dan Sandy lakukan saat ini. Aku yakin kamu bisa mempunyai anak. Jangan putus asa, bukankah Sandy juga mendukung kamu." ucap Dona mencoba memberi dukungan kepada Mery.


"Iya sih kak, kak Sandy nggak mempermasalahkannya, tapi jika aku benar-benar tidak bisa memberikan keturunan untuk kak Sandy bagaimana kak, aku nggak tega melihat kak Sandy sedih." Ucap Mery cemas.


"Udah kamu jangan mikir yang macam-macam. Kita coba berbagai cara dulu, kayak kamu dan Sandy ikut program kehamilan. Bukankah itu banyak yang berhasil." Ucap Mira sambil menepuk bahu Mery.


Mery bahagia memiliki saudara yang begitu pengertian dan perduli padanya. Apapun hasilnya nanti Mery tidak akan menyerah dan tetap berusaha. Apapun akan dia lakukan agar dia bisa hamil.


✓✓✓✓


Setelah mendapat telfon dari Reni bahwa hasil lab sudah keluar, Mery bergegas menuju rumah sakit.


Mery berjalan menelusuri koridor rumah sakit. Dia sengaja pergi sendiri dan tidak memberitahu Sandy karena Mery takut akan hasilnya nanti. Mery ingin mengetahuinya untuk pertama kali.


Mery mengetuk pintu ruangan kerja Reni.


Tok..tok..tok..


"Masuk." sahut Reni.

__ADS_1


Mery membuka pintu, dia masuk ke ruangan Reni dan duduk didepan Reni. Mery menerima secarik kertas dan membacanya. Tersirat senyuman dari wajah Mery.


"Ini benarkan, Ren! gue nggak bermimpi kan!" Ucap Mery terkejut setelah membaca hasil lab nya.


"Nggak mungkinkan hasil itu salah atau ketuker. Lo dan Sandy itu sehat dan subur, mungkin kalian hanya harus lebih berusaha lagi. Ingat kata-kata gue jangan melakukan hubungan itu setiap hari, kasih jeda dua hari. Ya paling nggak seminggu tiga kali atau lo mau ikut program kehamilan?" tawar Reni.


"Apapun akan gue lakukan agar gue bisa cepat hamil." ucap Mery antusias.


Mery sangat senang setelah mengetahui hasilnya ternyata dia dan Sandy sama-sama sehat.


"Ini aku kasih vitamin buat kamu dan Sandy. Semoga kamu bisa cepat hamil." ucap Reni sambil menuliskan resep untuk Mery.


"Terimakasih ya, Ren, lo memang sahabat terbaik gue." ucap Mery senang.


"Gue nggak melakukan apa-apa kok, untung lo nggak terlalu banyak mengkonsumsi pil itu, kalau nggak gue juga nggak tau apa yang akan terjadi."


"Makasih karena waktu itu lo juga udah memperingatkan gue, kalau gitu gue pergi dulu. Gue udah nggak sabar ingin memberitahu kak Sandy hasil lab ini." ucap Mery dengan senyuman di wajahnya.


Mery berdiri dan memeluk Reni. Dia berjalan keluar dari ruang kerja Reni. Dia berjalan menelusuri koridor rumah sakit dengan senyuman yang melekat. Mery sangat bahagia, apa yang selama ini ia takutkan tidak menjadi kenyataan.


Mery masuk ke ruangan Sandy. Saat ini Sandy sedang sibuk dengan laptopnya. Mery berjalan mendekati Sandy dan berdiri di samping Sandy.


"Ada apa sayang? apa ada yang penting? bukankah aku udah menyuruhmu untuk istirahat di rumah?" tanya Sandy sambil terus berkutik dengan laptopnya.


Mery tidak menjawab dan meletakan secarik kertas didepan Sandy. Sandy membaca hasil lab itu. Dia berdiri dan langsung memeluk Mery. Sandy terlihat sangat bahagia setelah membaca hasil lab itu.


"Kan udah aku bilang, jangan berfikir macam-macam, kita pasti akan mempunyai anak, memang belum saatnya aja. Kita akan berusaha, Ok." Ucap Sandy lalu mengecup kening Mery.


"Makasih ya kak, karena selama ini kak Sandy selalu menyemangati dan mendukung aku."


"Apapun akan aku lakukan demi kamu sayang, karena aku sangat mencintaimu. Kan aku udah bilang aku nggak akan membiarkan kamu menangis dan bersedih."


"Emmm..ayo kita makan siang bareng." ajak Mery.

__ADS_1


Sandy menganggukkan kepalanya. Mereka keluar dari ruangan.


Sesampainya di restoran Sandy memesankan salad buah dan sayur untuk Mery. Awalnya Mery protes, tapi ini demi mempunyai anak Mery harus makan makanan yang sehat.


Setelah selesai makan Sandy kembali ke kantor. Setelah pamit dengan Sandy, Mery masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah.


Sesampainya di rumah, Mery masuk kedalam rumah dan langsung disambut oleh kedua keponakannya yang begitu tampan dan mengemaskan. Mery memeluk kedua keponakannya itu.


"Mama kalian kemana?"


"Mama lagi mengobrol sama Oma." Ucap Evan sambil memakan es cream ditangannya.


"Ya udah kalian main aja, tante mau menemui Mama kalian." Ucap Mery sambil mengusap lembut puncak kepala Evan dan juga Carlos.


Mery berjalan menghampiri Dona dan Mira yang sedang asyik mengobrol dengan Mona.


"Ada apa, Mer?" Tanya Dona yang melihat Mery senyum-senyum sendiri.


Mery duduk di samping Dona dan memberikan secarik kertas kepada Dona. Setelah membaca hasil lab itu Dona memeluk Mery.


"Kan udah aku bilang kamu itu sehat dan nggak bermasalah, jangan putus asa dan terus berusaha." Ucap Dona sambil mengusap lembut punggung Mery.


¤¤¤¤


Visual Carlos dan Evan versi sekarang..


Evano Alberto



Carlos William


__ADS_1


Maaf ya jika cerita aku ini kurang menarik dan banyak yang belepotan..terimakasih karena masih setia dan mau membaca tulisan aku..dan terimakasih atas dukungannya selama ini..🙏🙏🙏😘😘


__ADS_2