Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 4..


__ADS_3

Dona tidak ingin kebencian Evan semakin menjadi kepada Carlos. Untuk membagi kasih sayangnya secara adil, wanita itu memutuskan dirinya dan juga suaminya secara bergantian menemani Carlos dan Evan tidur.


Walau sulit untuk membujuk Carlos, tapi wanita itu memberikan pengertian kepada anaknya. Akhirnya anak itu mau menerima keputusan Mama dan Papa nya.


Malam ini giliran Evan tidur dengan Mama nya, ia terlihat sangat bahagia. Semenjak ada Carlos di rumahnya, anak itu memang jarang tidur dengan Mama nya. Jika Papa nya lembur sampai larut malam, anak itu terpaksa tidur sendiri karena Carlos sama sekali tidak mau ditinggal oleh Mama nya.


Dona menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga anaknya yang sudah tertidur lelap dalam pelukannya.


" Maafin Mama sayang, tapi mulai hari ini Mama akan adil membagi kasih sayang Mama. Mama nggak ingin kamu menjadi anak yang nakal hanya karena merasa tersisihkan." Dona mengecup kening Evan.


Ke esokan harinya.


Setelah selesai menyuapi kedua anaknya, Dona bersiap-siap mengantar Evan dan Carlos ke sekolah.


" Kalian sudah siap?" Tanya Dona sambil berjongkok di depan kedua anaknya.


" Sudah Ma." Sahut Evan dan Carlos bersamaan.


" Sekarang kalian pamit dulu sama Papa, Mama akan tunggu di mobil."


Evan dan Carlos menganggukan kepalanya. Mereka berjalan menuju ruang makan, Frans sedang menikmati nasi goreng buatan istrinya.


" Pa..Evan dan Carlos berangkat sekolah dulu ya." Ucap Evan lalu mencium tangan Frans. Begitupun dengan Carlos.


" Belajar yang rajin ya, ingat..Papa nggak mendengar kalian berantem di sekolah." Ucap Frans sambil mengusap lembut puncak kepala kedua anaknya.


" Baik Pa.."


Evan dan Carlos berjalan keluar rumah, mereka masuk ke dalam mobil. Dona melajukan mobilnya menuju sekolah.


»»»»»


Dona berniat untuk membawakan bekal makan siang untuk suaminya. Sekalian ia ingin mengunjungi perusahaan suaminya. Sudah lama Dona tidak membawakan bekal untuk suaminya karena dirinya juga disibukan oleh urusan rumah.


Setelah selasai memasak makanan spesial untuk suaminya, wanita itu keluar dari rumah dengan membawa paper bag berisi bekal makanan untuk sang pujaan hati yang telah menemaninya selama 9 tahun.


Sesampainya di kantor suaminya, wanita itu menyapa semua karyawan yang bekerja di kantor suaminya.


" Aku masih nggak menyangka, Dona si sekretaris itu akhirnya menikah dengan Bos kita."


" Iya, sungguh beruntung nasibnya. Andai aku yang di sukai oleh Bos, mungkin saat ini aku udah bersantai-santai di rumah dan pergi shopping."


Dona hanya menggelengkan kepalanya mendengar para karyawan wanita yang masih sering membicarakan dirinya. Semenjak dirinya menikah dengan Bos perusahaan itu, banyak karyawan wanita yang tidak suka padanya. Bahkan ada yang menuduhnya menggunakan susuk untuk memikat hati Bos mereka yang terkenal angkuh itu.

__ADS_1


Untung Dona seorang wanita yang berhati baik, dia hanya diam saja dan membiarkan mereka semua berbicara semau mereka. Tapi jika Dona mempunyai hati yang jahat dan licik, dia tidak akan tinggal diam dan langsung melaporkan mereka kepada suaminya. Dengan begitu tanpa hitungan menit mereka semua sudah langsung di pecat oleh suaminya.


Setelah menyapa sekreraris baru sumainya, Dona masuk ke dalam ruangan suaminya. Frans terkejut melihat istrinya datang ke kantornya.


" Mama! Kenapa Mama tidak bilang kalau mau datang kemari?" Tanya Frans terkejut lalu berdiri dari kursi kerja.


" Mama ingin memberi kejutan. Sudah lama juga Mama nggak datang ke kantor." Sahut Dona.


Dona mengeluarkan bekal makan siang suaminya dari dalam peper bag. Ia letakan semua bekal makan siang ke atas meja. Frans duduk di sofa sambil mencium aroma lezat masakan istrinya.


" Mama tau aja kalau Papa sedang lapar." Ucap Frans lalu mengecup punggung tangan istrinya.


" Sini Mama suapin, udah lama juga Mama tidak menyuapi Papa makan." Goda Dona.


" Iya, semenjak Evan lahir Mama udah jarang perhatian sama Papa. Apa lagi sekarang udah ada Carlos juga. Kita jadi jarang menghabiskan waktu berdua. Tidurpun kita harus terpisah. Kita juga udah jarang melakukan itu." Ucap Frans sambil mengerucutkan bibirnya.


Dona tau akhir-akhir ini dia memang jarang memperhatikan suaminya. Wanita itu mendekatkan wajahnya dan mencium kilas bibir suaminya.


" Sekarang Papa makan dulu, biar nanti Papa ada tenaga." Ucap Dona sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Maksud Mama?" Tanya Frans sambil mengeryitkan dahi.


" Emm..sebaiknya Papa makan dulu." Ucap Dona lalu menyodorkan satu suapan di depan mulut suaminya.


Dona langsung menutup mulut suaminya dengan jari telunjuknya, " Papa makan dulu." Ucap Dona dengan wajah yang bersemu merah.


Frans langsung bersemangat, ia mengambil bekal dari tangan istrinya dan memakannya dengan sangat lahab. Bahkan hanya dalam hitungan menit makanan itu sudah habis tak tersisa. Dona hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya.


Dona mengambilkan segelas air putih lalu ia berikan kepada suaminya. Frans meneguk air putih itu sampai habis.


" Sekarang Papa akan menagih ucapan Mama tadi." Ucap Frans dengan senyuman di wajahnya.


" Tapi masa harus disini. Kita car--"


Belum sempat Dona meneruskan ucapannya, Frans langsung membungkan mulut Dona dengan bibirnya. Ia salurkan rasa rindunya selama ini. Ia berikan sentuhan-sentuhan lembut pada bibir istrinya.


Dona memejamkan matanya sambil menikmati setiap pangutan yang suaminya berikan pada bibirnya. Tangan Frans dengan lihai membuka satu persatu kancing kemeja istrinya.


Dona sekuat tenaga menahan lenguhannya saat Frans mulai menenggelamkan wajahnya ke dalam dua asetnya yang sudah terpampang jelas dan tak berpenghalang.


" Jangan di tahan sayang, aku ingin mendengarnya, panggil namaku." Ucap Frans sambil memberikan pijatan-pijatan lembut ke kedua aset milik istrinya.


" Emm..Frans."

__ADS_1


Saat mereka tengah asyik menikmati kenikmatan yang sudah lama tidak mereka rasakan, tiba- tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tokk..tokk..tokk..


Frans mendengus kesal, tapi Dona hanya tersenyum melihat wajah cemberut suaminya.


" Siapa sih mengganggu aja, nggak di rumah nggak di kantor, sama aja." Ucap Frans emosi.


Dona merapikan kancing kemejanya satu persatu. Ia lalu mengecup pipi suaminya.


" Jangan suka marah-marah, nanti cepet tua lo." Ledek Dona dengan senyuman di wajahnya.


" Masuk aja." Sambung Dona.


Terdengar suara pintu terbuka, Kevin masuk ke dalam ruangan Frans. Lelaki itu bisa melihat ada aura gelap dari tatapan Bos nya.


" Ada apa ini? Kenapa tatapan Bos begitu menakutkan, ada aura-aura yang menyeramkan. Apa aku datang di waktu yang tidak tepat? Apa aku sudah menganggu Bos dan Dona yang sedang--" Guman Kevin dalam hati.


Kevin menatap kemeja Dona dengan kancing yang masih terbuka di bagian atasnya, ia juga melihat ada tanda merah di bagian dada Dona. Kedua mata Frans semakin geram melihat tingkah asisten pribadinya ini.


Semenjak Kevin dan Tari menikah, kini Tari sudah tidak lagi bekerja di perusahaan Frans. Tapi kini Kevin bekerja sebagai asisten pribadi Frans.


" Mata kamu melihat kemana! Aku akan membunuh kamu jika kamu sampai macam-macam sama istriku!" Seru Frans sambil menutup bagian dada istrinya.


" Eh..bukan maksud saya Bos, saya--"


" Udah, jangan masukin ke hati ucapan suami aku." Ucap Dona lalu mengecup pipi Frans.


" Jangan galak-galak sama karyawan kamu." Sambung Dona dengan senyuman di wajahnya.


" Habisnya itu mata nggak bisa di jaga!" Seru Frans kesal.


" Itu salah aku, aku tadi lupa mengancingkan bagian atasnya. Lagian mana mungkin Kevin berfikiran macam-macam. Nanti kalau dia sampai berbuat macam-macam, aku akan laporkan dia kepada istrinya." Goda Dona sambil menatap kearah Kevin.


Kevin menelan salivanya sendiri, ia takut jika Dona benar-benar akan mengadukannya kepada istrinya. Padahal dirinya tidak ada niat apa-apa tapi sifat cemburu Bos nya yang dari dulu tidak pernah berubah.


" Ya udah, aku mau menjemput anak-anak dulu. Di tahan ya sayang, nanti kita lanjut lagi." Goda Dona dengan mengedipkan sebelah matanya.


Frans hanya bisa menahan dirinya untuk kali ini. Dona berjalan keluar dari ruangan suaminya.


" Ada apa, sampai kamu menganggu urusan aku." Ucap Frans sambil duduk di kursi kerjanya.


" Ini tentang perusahaan Pak Marcel." Ucap Kevin sambil meletakkan berkas keatas meja kerja Frans.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2