Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Frustasi


__ADS_3

Sudah tiga hari Dona menunggu Mamanya di rumah sakit tapi Mamanya tidak kunjung sadar. Dona dengan telaten merawat Mamanya, membasuh muka dan badannya dengan lembut.


"Mama, Dona sayang banget sama Mama, Dona mohon Ma. Cepetan bangun Ma, Dona rindu sama Mama, Dona rindu pelukan Mama, ada begitu banyak yang ingin Dona ceritakan sama Mama, ayo Ma bangun, jangan tinggalin Dona Ma..


..Dona ingat Ma, waktu Dona masih kecil Mama sering menceritakan dongeng untuk Dona. Mama juga yang menenangkan Dona saat Dona lagi sedih. Mama selalu menemani Dona, mendukung Dona. Mama tidak pernah mengeluh dalam membesarkan Dona. Ayo bangun Ma, Dona ingin sekali membalas semua kebaikan Mama, Dona ingin membahagiakan Mama, bangun Ma, Dona mohon."


Dona menangis dengan memeluk tubuh Mama nya. Meysa merasa ada yang tengah memeluknya. Meysa membuka mata nya dengan perlahan. Meysa melihat Dona tengah memeluknya sambil menangis.


"Sa--yang ke--napa kamu me--nangis." ucap Meysa terbata-bata. Mendengar suara Mama nya Dona sontak langsung melepaskan pelukannya dan menegakkan duduknya.


"Mama sudah sadar." ucap Dona bahagia.


"Dona takut kehilangan Mama, sudah empat hari Mama tidak sadarkan diri." sambung Dona lagi sambil memeluk Meysa.


"Maafin Mama sayang sudah bikin kamu khawatir."


"Nggak kok Ma, justru Dona bahagia karena Mama sudah sadar. Dona panggilkan Dokter dulu ya Ma." ucap Dona.


Dona berdiri lalu berjalan keluar dari kamar inap.


Tak berselang lama Dona datang bersama dengan Dokter. Dokter memeriksa keadaan Meysa.


"Bagaimana Dok keadaan Mama saya?" tanya Dona cemas.


"Pasien sudah melewati masa kritis, sekarang tinggal menjalani masa pemulihan." ucap Dokter.


"Tolong biarkan pasien beristirahat, saya permisi dulu." sambung Dokter lagi.


"Terimakasih Dok." ucap Dona.


Dokter berjalan keluar dari ruang rawat inap Meysa.


"Dimana adik-adik kamu?"


"Mereka Dona suruh pulang untuk beristirahat Ma." ucap Dona sambil duduk di kursi dekat ranjang.


"Kamu pasti juga capek kan sayang?"


"Nggak kok Ma, Dona nggak capek, sekarang Mama istirahat jangan banyak gerak." ucap Dona sambil membetulkan selimut untuk menyelimuti tubuh Meysa.


"Sekarang Mama tidur ya." Meysa mencoba untuk memejamkan matanya. Dona menatap wajah Mama nya.


"Terimakasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan do'a ku." Batin Dona.


»»»»»


Frans masih menunggu kabar dari orang suruhannya. Sampai sekarang Frans belum juga mengetahui keberadaan Dona. Ponsel Dona juga belum bisa di hubungi.


"Bagaimana sudah ada kabar belum tentang Dona." tanya Frans dengan nada tinggi

__ADS_1


"Belum pak, maafkan saya. Saya akan berusaha untuk menemukan keberadaannya." sahut seseorang di seberang sana.


"Pokoknya aku nggak mau kegagalan, cepat cari dia dengan benar!" seru Frans marah.


Frans langsung mematikan telfonnya.


"Sayang sebenarnya kamu dimana, kenapa sampai sekarang kamu belum menghubungi aku? kamu juga nggak memberi kabar ke aku, aku merindukanmu." ucap Frans.


Frans mencoba menghubungi Dona lagi. Tapi ponsel Dona belum juga bisa di hubungi. Frans benar-benar merasa sangat frustasi.


"Arghh..kenapa masih nggak aktif juga!" teriak Frans kesal.


Tok..tok..tok..


"Masuk." ucap Frans dengan nada tinggi.


Tari membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Frans.


"Pak, meeting sudah mau dimulai, bapak ditunggu di ruang meeting."


"Kamu batalin saja meeting nya, aku lagi nggak bisa konsentrasi." ucap Frans kesal.


"Baik pak." ucap Tari.


Tari berjalan meninggalkan ruangan.


Frans berfikir Dona pasti sudah menghubungi Tari karena hanya Tari sahabatnya di kantor ini.


"Belum Pak, Dona nggak menghubungi saya lagi sejak hari itu."


"Kalau dia menghubungi kamu kasih tau saya."


"Baik Pak." ucap Tari sambil melanjutkan langkahnya.


Tari keluar dari ruangan Frans dan menutup pintu.Tari masih berdiri didepan pintu sambil menyandarkan tubuhnya ke pintu.


"Don..kenapa ponsel kamu sampai sekarang belum juga aktif? aku kasihan melihat Pak Frans yang begitu sangat frustasi mencari keberadaan kamu. Maafkan saya Pak karena saya tidak bisa memberitahu keberadaan Dona. Saya sudah terlanjur janji kepada Dona untuk tidak memberitahu bapak." Batin Tari.


Frans begitu putus asa dalam mencari keberadaan Dona, segala cara sudah dia lakukan tapi semua hasilnya nihil. Ponsel Frans berbunyi, Frans segera mengangkat telfonnya.


"Halo..." sahut Frans.


"Hai Frans, kita nongkrong yuk, sudah lama kita nggak kumpul bareng, kamu ajak Marcel juga." ucap Rudi.


"Ok..kebetulan aku juga lagi frustasi." ucap Frans lalu menutup telfon. Frans menghubungi Marcel.


Tutt..tutt...tutt..


"Ada apa?" sahut Marcel.

__ADS_1


"Aku tunggu kamu ditempat biasa,sekarang!" seru Frans lalu menutup telfonnya.


Frans keluar dari kantor dan berjalan menuju mobil. Dia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju club' malam milik Rudi. Frans sampai di club' malam dan turun dari mobil. Dia berjalan menghampiri Marcel.


"Kenapa kamu menyuruh aku kemari." tanya Marcel.


"Nanti kamu juga tau, ayo kita masuk dulu." ucap Frans sambil berjalan masuk kedalam club.


"Hai...sini!" teriak Rudi sambil melambaikan tangannya kearah Frans dan Marcel.


Frans dan Marcel menghampiri Rudi. Mereka pun duduk di sofa.


"Kamu ada masalah apa Frans, cerita dong sama kita,siapa tau kita bisa bantu." ucap Rudi.


"Memangnya kamu lagi ada masalah sama siapa?" tanya Marcel penasaran.


"Ini tentang Dona, sudah empat hari Dona nggak masuk kerja dan nggak ada kabar sama sekali." ucap Frans.


"Sudah kamu telfon." tanya Rudi.


"Itu dia yang bikin aku tambah frustasi, ponselnya tidak aktif, aku juga sudah menyuruh orang untuk mencari dia tapi belum juga ada hasil." ucap Frans kesal.


"Sabar Frans, ini cobaan untuk kalian." ucap Marcel sambil menepuk bahu Frans.


"Bagaimana aku bisa sabar, aku sangat merindukannya, aku takut terjadi apa-apa sama Dona." ucap Frans.


Frans terlihat sangat sedih.


"Sudah lupakan dulu masalah kamu, ayo kita bersenang-senang, aku yang traktir." ucap Rudi.


Frans tidak bisa begitu saja melupakan masalahnya. Dia hanya duduk di pojokan sambil memainkan ponselnya.


"Hai Frans, kenapa kamu nggak minum?" tanya Marcel.


"Aku lagi nggak mood, sudah sana kamu bersenang-senang saja sama Rudi." ucap Frans.


"Sebegitu besarkah cinta kamu sama Dona?" tanya Marcel.


"Ya..aku sangat mencintainya, ini pertama kalinya aku jatuh cinta. Dona lah yang sudah merubah diriku menjadi lebih baik, dia bagai cahaya yang telah menerangi hidupku yang terasa gelap."


"Ya semoga saja cepat ada kabar dari Dona, kamu memang sudah banyak berubah Frans, aku senang melihatnya." ucap Marcel.


"Aku balik dulu, bilang sama Rudi aku ada urusan." ucap Frans.


Frans berdiri dan berjalan keluar.


Frans berjalan menuju mobilnya. Frans masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya meninggalkan club malam.


⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2