Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Kebahagian Marcel dan Mira..


__ADS_3

Suasana malam yang indah dipenuhi bintang-bintang nan indah di langit serta diterangi sinar bulan menambah suasana menjadi romantis.


Lampu warna warni yang indah dan terang kini mulai menerangi aula tempat Marcel dan Mira melangsungkan acara resepsi pernikahan mereka.


Bangku-bangku putih yang tersusun rapi dan aula yang dipenuhi oleh bunga-bunga putih nan cantik, lily, mawar, krisan yang semarak ditambah dengan dekorasi yang apik putih terlihat seperti berada di negeri dongeng.


Para tamu undangan dari orang-orang terdekat serta rekan-rekan bisnis Marcel dan Frans juga turut hadir menyemarakan acara ini.


Saat ini Marcel dan Mira ingin berbagi kebahagiaan mereka dengan orang-orang terdekatnya.


Marcel terlihat gagah dan tampan mengenakan setelah tuxedo putih sedangkan Mira mengenakan gaun pengantin putih yang tak kalah cantik dengan ekor yang menjulang yang membuatnya terlihat anggun dan cantik.


Mira mengandeng lengan Marcel dan berjalan menuju pelaminan, semua mata menatap kearah mereka.


Pasangan Marcel dan Mira kini tengah duduk di pelaminan dan di dampingi oleh Meysa dan Mona. Mona sudah di anggap Marcel seperti ibu kandungnya sendiri.


Para tamu undangan kini tengah asyik menikmati hidangan yang telah disediakan. Lagu nan romantis melantun menambah suasana malam menjadi semakin romantis.


Marcel dengan sangat gagah mempersembahkan sebuah lagu untuk wanita yang kini telah menjadi pendamping hidupnya. Marcel menggenggam tangan Mira lantunan musik mulai terdengar Marcelpun mulai bernyanyi..


💓💓 Kau begitu sempurna


Dimataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan slalu


Memujamu


Disetiap langkahku


Kukan slalu memikirkan dirimu


Tak bisa ku bayangkan hidupku tanpa


Cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ki akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna..sempurna..


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh

__ADS_1


Kau bisikan kata dan hapus semua


Sesalku..


Jangan kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna..sempurna..


Jangan kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua..


Marcel mencium tangan Mira dengan lembut...


"Aku mencintaimu sayang, kau adalah wanita yang sempurna yang telah hadir dalam hidupku." ucap Marcel lalu mengecup kening Mira.


Semua para tamu undangan bersorak surai sambil bertepuk tangan.


"Dari dulu Marcel memang terkenal sebagai playboy yang romantis, kalau dia tidak romantis bagaimana dia bisa meluluhkan hati para wanita yang pernah menjadi pacarnya." ucap Frans.


"Iya sih, tapi untungnya sekarang Marcel udah sadar kalau nggak mana mungkin aku merelakan Mira untuknya." ucap Dona.


"Sayang, apa kamu menyesal mempunyai suami yang nggak romantis seperti aku?" tanya Frans.


"Siapa bilang kamu nggak romantis? kamu romantis kok sayang, tapi dulu waktu masih pacaran." goda Dona.


"Apa aku sekarang sudah nggak seromantis dulu?" tanya Frans sambil cemberut.


"Kamu masih romantis tapi cuma saat di ranjang." goda Dona.


Para tamu undangan serta rekan-rekan bisnis Marcel dan Frans sedang berbondong-bondong mengucapkan selamat kepada Marcel dan Mira. Setelah berjam-jam berdiri akhirnya acara resepsi pun selesai.


Mira dan Marcel beristirahat didalam kamar.


"Sayang, kamu mandi duluan aja, aku mau istirahat sebentar." ucap Marcel sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Baik kak Marcel." ucap Mira lalu berjalan menuju lemari dan mengambil handuk.


Mira berjalan menuju kamar mandi, Mira menyalakan shower dan melakukan ritual mandinya, setelah selesai mandi Mira memakai pakaian, setelah selesai berpakaian Mira menghampiri Marcel yang tengah terlelap.


"Kasian Kak Marcel, dia pasti kelelahan." ucap Mira sambil menyelimuti tubuh Marcel.


Mira merebahkan tubuhnya di samping Marcel, Mira memandangi wajah Marcel yang tengah terlelap. Mira tidak menyangka Marcel yang ia kagumi sejak pertama kali bertemu kini telah menjadi suaminya menjadi orang yang akan mendampinginya seumur hidupnya.

__ADS_1


Karena kelelahan Mira pun tertidur sambil memeluk tubuh Marcel.


Pagi hari..


Mira yang sudah bangun sejak pagi keluar dari kamar untuk membantu orang tuanya memasak. Sedangkan Marcel masih terlelap dalam mimpi indahnya.


Perlahan Marcel membuka matanya dan mencari sosok yang kini telah menjadi istrinya.


"Apa semalam aku ketiduran ya, padahal aku udah berencana untuk membuat Mira lemas tak berdaya, gagal sudah rencanaku." gerutu Marcel.


Marcel turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi, setelah selesai mandi dan berpakaian Marcel keluar dari kamar.


"Kak Marcel udah bangun? baru aja mau aku bangunin." ucap Mira.


"Kenapa tadi malam kamu tidak membangunkan aku?" ucap Marcel sambil memeluk Mira dari belakang.


"Aku nggak tega membangunkan kak Marcel, karena aku lihat kak Marcel begitu terlelap tidurnya, kak Marcel pasti sangat kelelahan." ucap Mira.


"Tapi kan semalam kita nggak jadi bertempur habis-habisan." ucap Marcel sambil mempererat pelukannya.


"Itukan bisa kita lakukan kapan aja kak." ucap Mira malu.


"Sekarang kamu udah nggak canggung lagi ya mengatakan hal kayak gitu." goda Marcel sambil membalikan tubuh Mira.


"Itukan semua gara-gara kak Marcel." ucap Mira pelan.


"Jadi sekarang kamu mulai ketagihan sayang, tenang aku akan memuaskan mu." ucap Marcel dengan senyuman di wajahnya.


Muka Mira mulai memerah karena malu. Marcel mendekatkan wajahnya ke wajah Mira, kini jarak wajah mereka sudah semakin dekat. Marcel mencium bibir Mira. Marcel menghisap bibir Mira tanpa melewatkan seinci pun.


"Ehem..hem, kalian kalau belum puas lakukanlah di kamar, jangan di ruang makan." goda Frans.


Marcel dan Mira seketika mengakhiri ciuman mereka. Mereka melihat semua keluarga udah berada di ruang makan, Marcel dan Mira merasa sangat gugup dan malu.


"Udah-udah ayo kita sarapan dulu, biarkan sang pengantin baru meneruskan kegiatannya di kamar." goda Meysa.


"Mama..apaan sih." ucap Mira malu-malu.


Saat ini raut wajah Mira sudah memerah. Mira dan Marcel saling bertatapan lalu tersenyum.


Mereka menarik salah satu kursi lalu mendudukinya.


"Kamu mau bulan madu kemana Cel?" tanya Frans sambil memasukan makanan ke mulutnya.


"Aku mau ke Roma, kamu setuju kan sayang?" tanya Marcel.


"Terserah kak Marcel aja." ucap Mira.


"Oya Frans, setelah kami pulang dari bulan madu aku ingin membawa Mira untuk tinggal di rumahku." ucap Marcel.


"Ya kalau itu terserah kamu, sekarangkan Mira udah jadi tanggungjawab kamu." ucap Frans.


"Kamu setuju kan sayang?" tanya Marcel.


"Iya, aku akan ikut kemana pun kak Marcel pergi." ucap Mira.


Meysa sangat bahagia kini Mira sudah tumbuh dewasa. Dia sekarang sudah mempunyai keluarga sendiri, Meysa berharap anak-anaknya akan bahagia selamanya dengan keluarga baru mereka.

__ADS_1


¤¤¤¤


__ADS_2