Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Kebahagiaan.


__ADS_3

Frans dan Marcel masuk ke dalam kamar inap Dona. Dia duduk di kursi sebelah ranjang Dona, dia menatap wajah istrinya yang begitu pucat, dia tak sanggup melihat keadaan istrinya yang begitu lemah dengan infus di tangannya. Dona membuka matanya dengan perlahan.


"Sayang, kenapa kamu sedih? apa kata dokter?" tanya Dona lirih.


"Aku nggak sedih kok sayang, aku bahagia karena aku akan menjadi seorang ayah." ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.


"Apa! aku hamil, aku akan menjadi seorang ibu?" tanya Dona terkejut.


"Iya sayang, kamu akan menjadi seorang ibu."


"Akhirnya aku hamil, aku bahagia banget." ucap Dona sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Tapi, mulai sekarang kamu harus istirahat total, jangan melakukan apa-apa sendiri, karena kondisi kamu dan calon anak kita sangat lemah, aku nggak ingin terjadi apa-apa sama kalian berdua." ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.


"Iya, aku akan menuruti semua kata-kata kamu, aku akan menjaga calon anak kita dengan sangat baik."


"Selamat ya Don, akhirnya kamu akan menjadi seorang ibu." ucap Marcel.


"Terimakasih Cel." ucap Dona dengan senyuman di wajahnya.


"Marcel lebih baik kamu pulang,.aku akan menjaga Dona disini dan terimakasih karena sudah mengantar kami kesini." ucap Frans.


"Sama-sama, kalau kamu perlu apa-apa panggil aku aja, aku akan bantu sebisa aku." ucap Marcel sambil menepuk bahu Frans.


"Aku akan ke Bandung untuk menjemput dan memberitahu keluarga kamu." sambung Marcel lagi.


"Terimakasih, maaf sudah merepotkan mu." ucap Dona.


"Tenang aja, aku nggak merasa di repot kan, apalagi kamu adalah calon kakak ipar aku." ucap Marcel.


"Ya..ya, sahabat aku akan menjadi adik ipar aku, padahal kamu lebih tua dari aku, jadi apa aku harus memanggilmu adik ipar mulai dari sekarang?" goda Frans.


"Awas ya kamu berani memanggilku adik ipar." ucap Marcel dengan sorot mata yang tajam.


"Ha..ha..ha..adik iparku Marcel lagi ngambek ini." goda Frans sambil tertawa.


"Sayang, jangan goda adik ipar aku lagi." ucap Dona sambil tersenyum.


"Silahkan tertawa sepuasnya, aku pergi dulu." ucap Marcel lalu melangkah pergi keluar dari kamar inap Dona.


"Sayang, aku bahagia banget akhirnya aku akan menjadi seorang ayah, aku akan menjaga kamu dan calon anak kita." ucap Frans lalu mengecup kening Dona.


"Sayang kamu pasti lelah, istirahatlah." ucap Dona.


"Aku nggak merasa lelah kok karena rasa lelah ku terbayar oleh kebahagian yang kamu berikan." ucap Frans sambil mengecup punggung tangan Dona.


"Apa kamu sudah memberitahu kabar bahagia ini kepada Mama Mona?"


"Aku lupa, karena terlalu panik aku sampai lupa memberitahu Mama." ucap Frans sambil mengambil ponsel dari sakunya.


"Aku akan memberitahu Mama sekarang.." ucap Frans sambil menelfon Mona.


Tutt..tutt...tutt...( ponsel Mona berbunyi ).

__ADS_1


"Ma, ponsel Mama berbunyi." teriak Sandy.


"Dari siapa sayang? coba kamu angkat." teriak Mona dari arah dapur.


Sandy mengambil ponsel Mona dari atas meja..


"Frans..ada apa dia menelfon malam-malam begini." Bathin Sandy.


Dengan malas Sandy menjawab telfon dari Frans.


"Halo." Sahut Sandy.


"Kok kamu yang mengangkat telfon? memangnya Mama kemana?" tanya Frans.


"Mama sedang ada di dapur, ada perlu apa kamu menelfon malam-malam begini?"


"Aku cuma mau memberitahu kabar gembira kepada Mama, tolong kasih tau Mama kalau sebentar lagi Mama akan menjadi nenek, sekarang Dona lagi hamil." ucap Frans bahagia.


DEEGG


Jantung Sandy seakan berhenti mendengar kabar kehamilan Dona, pupus sudah harapannya untuk mendapatkan Dona kembali.


"Oya kasih tau Mama juga untuk datang ke Jakarta, karena Dona sangat membutuhkan Mama." ucap Frans.


"Baiklah, aku akan sampaikan sama Mama.." ucap Sandy malas.


"Apa kamu nggak ingin mengucapkan selamat kepada kakak kamu ini? sebentar lagi kakak kamu ini akan menjadi ayah dan akan memberi kamu seorang keponakan." ucap Frans dengan senyuman liciknya.


Mona sudah selesai mencuci piring, dia berjalan menuju ruang keluarga untuk menemui Sandy.


"Siapa sayang yang menelfon?" tanya Mona.


"Frans Ma."


"Sini, Mama mau bicara sama kakak kamu." ucap Mona.


Sandy memberikan ponselnya kepada Mama nya.


"Halo sayang." ucap Mona.


"Halo Ma, Frans punya kabar gembira untuk Mama, Dona hamil Ma, Frans akan menjadi seorang ayah dan Mama akan menjadi nenek." ucap Frans senang.


"Apa sayang, Dona hamil! akhirnya doa-doa Mama terkabul." ucap Mona senang.


"Mama ingin bicara sama istri kamu." ucap Mona.


"Baik Ma.." ucap Frans lalu memberikan ponselnya kepada Dona.


"Mama mau bicara sama kamu sayang." ucap Frans.


"Halo Ma.." jawab Dona.


"Halo sayang, selamat ya akhirnya kamu akan menjadi seorang ibu, Mama bahagia banget, bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Mona.

__ADS_1


"Dona baik kok Ma, tapi kata dokter kandungan Dona sangat lemah." ucap Dona sedih.


"Apa sayang! kamu harus menjaga kandungan kamu, Mama akan kesana sekarang, Mama akan menjaga kamu dan calon cucu Mama." ucap Mona cemas.


"Terimakasih Ma."


"Sayang tolong berikan ponselnya sama Frans, Mama ingin bicara dengannya." ucap Mona.


"Baik Ma." ucap Dona sambil memberikan ponselnya kepada Frans.


"Ya Ma." ucap Frans.


"Sayang sekarang Dona ada di ruangan berapa? Mama akan datang kesana." ucap Mona.


"Dona di rawat di Bangsal Melati nomor 8 Ma, Mama harus hati-hati ini udah malam." ucap Frans.


"Iya sayang, Mama akan kesana sama adik kamu." ucap Mona.


"Baiklah Ma, Frans tunggu kedatangan Mama." ucap Frans.


"Jagalah Dona dan calon cucu Mama baik-baik."


"Baik Ma." ucap Frans sambil mematikan telfon.


"Mama mau kesini sayang, Mama akan menemanimu disaat kehamilan kamu, aku jadi tenang ada yang menjaga dan merawat kamu."


"Kamu nggak usah mengkhawatirkan aku, kamu fokus aja sama pekerjaan kamu, aku baik-baik aja kok." ucap Dona sambil tersenyum.


"Baiklah sayang, selama ada mama disini aku bisa sedikit tenang, tapi kamu juga harus ingat kamu nggak boleh melakukan apapun yang akan membahayakan kamu dan calon anak kita." ucap Frans dengan nada serius.


"Aku janji akan menjaga diri aku dan calon anak kita."


"Aku sudah nggak sabar ingin melihat anak kita lahir kedunia ini." ucap Frans sambil mencium perut Dona yang masih rata.


"Itu masih lama, terimakasih kamu sudah mencintai aku selama ini." ucap Dona sambil mengusap lembut rambut Frans.


"Akulah yang seharusnya berterimakasih karena kamu sudah hadir dalam hidupku dan memberikanku semua kebahagiaan ini." ucap Frans sambil mencium kening Dona.


Frans dan Dona sangat bahagia akan berita kehamilannya..


"Sekarang kamu harus istirahat." ucap Frans sambil memyelimuti tubuh Dona.


"Kamu juga harus istirahat."


"Baiklah kita istirahat bersama-sama.." ucap Frans sambil merebahkan tubuhnya di samping Dona.


Frans memeluk tubuh Dona.


"Sekarang tidurlah, aku akan menjagamu." ucap Frans.


Dona terlelap dalam pelukan Frans..


¤¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2