
Bruukk ( Mona jatuh pingsan ).
"Mama, bangun Ma." teriak Sandy sambil menopang kepala Mona.
Karena Mona tidak kunjung sadar akhirnya Sandy membopong Mama nya ke kamar. Sandy merebahkan tubuh Mama nya di ranjang. Dia mengambil minyak kayu putih dari laci meja dan menyodorkan minyak kayu putih di hidung Mama nya, pelan-pelan mata Mona mulai terbuka. Mona menatap wajah Sandy.
"Sayang,Mama kenapa?" tanya Mona sambil memegang kepalanya yang masih sedikit pusing.
"Mama sudah sadar, Sandy takut Ma, Sandy sangat khawatir." ucap Sandy sambil memeluk Mama nya.
"Ada apa sayang? Mama kenapa bisa ada disini?" tanya Mona bingung.
"Tadi Mama pingsan, Sandy mencoba membangunkan Mama, tapi Mama nggak bangun-bangun. Sandy takut terjadi apa-apa sama Mama." sahut Sandy cemas.
"Kenapa kamu takut sayang, Mama nggak apa-apa." ucap Mona sambil mengusap lengan Sandy.
"Sandy takut Mama akan meninggalkan Sandy sama seperti dulu waktu Mama Sandy meninggal dihadapan Sandy, itu semua gara-gara Sandy. Sandy bener-bener takut Ma, Sandy nggak mau kehilangan Mama lagi." ucap Sandy dan tanpa sadar air mata menetes di pipi Sandy.
Mona membelai rambut Sandy.
"Sayang, itu semua bukan salah kamu, itu semua sudah takdir, Mama juga nggak akan pernah meninggalkan kamu, karena Mama sayang sama kamu, kamu sudah Mama anggap seperti anak kandung Mama sendiri." ucap Mona sambil memeluk tubuh Sandy.
"Mama janji nggak akan pernah meninggalkan Sandy?" tanya Sandy.
"Iya sayang, semenjak Mama menikah sama Papa kamu, kamu sudah menjadi buah hati Mama dan sampai kapanpun kamu tetap akan menjadi buah hati Mama." sahut Mona sambil mengusap punggung Sandy.
"Terimakasih Ma, Sandy sayang banget sama mama." ucap Sandy sambil melepas pelukannya.
"Bagaimana keadaan mama sekarang?" tanya Sandy sambil memijit kaki Mama nya.
"Mama nggak apa-apa kok, cuma sedikit pusing, sebentar lagi juga sembuh." sahut Mona sambil memegang kepalanya.
"Oya Ma, Sandy mau tanya, sebenarnya ada hubungan apa Mama sama Frans, kenapa tadi Mama begitu terkejut mendengar nama Frans? kenapa Mama bisa tau nama panjang dan nama orang tua Frans? padahal Sandy nggak pernah cerita soal Frans?" tanya Sandy penasaran.
__ADS_1
"Sayang, dulu Mama pernah cerita kan sama kamu, kalau Mama ketemu sama Papa kamu saat Mama lagi terpuruk. Mama nggak tau kemana arah tujuan hidup Mama, waktu itu Mama pergi dari rumah suami Mama, waktu itu sudah larut malam dan hujan deras. Papa kamu melihat Mama kehujanan di jalan, Papa kamu memberi tumpangan dan tempat tinggal untuk Mama, bahkan Papa kamu juga memberi Mama pekerjaan." cerita Mona.
"Terus apa hubungannya sama Frans Ma?" tanya Sandy semakin penasaran.
"Karena mantan suami Mama adalah David."
"Maksud Mama, David Papa nya Frans!" tanya Sandy terkejut.
"Iya sayang, Papa Frans adalah mantan suami Mama, dan Frans adalah anak kandung Mama yang selama bertahun-tahun Mama mencarinya kemana-mana tapi tidak pernah ketemu."
"Mama nggak salah kan, siapa tau itu cuma namanya yang mirip?" tanya Sandy masih tidak percaya.
"Mama juga nggak tau sayang, tapi kalau dilihat dari nama panjang dan nama orang tuanya, Mama yakin kalau Frans adalah anak Mama."
"Tapi itu kan sudah lama banget Ma, sudah hampir 20 tahun, apa Frans masih mengingat Mama?" tanya Sandy.
"Mama juga nggak tau sayang, Mama meninggalkan Frans waktu masih berumur 8 tahun, mungkin saat ini Frans sangat membenci Mama karena telah meninggalkannya." sahut Mona tanpa sadar air mata menetes di pipinya.
"Mama jangan menangis, masih ada Sandy disini yang sangat menyayangi Mama." ucap Sandy sambil menghapus air mata Mama nya.
"Ma, kalau Mama masih penasaran sama Frans, bagaimana kalau Sandy antar Mama untuk ketemu sama Frans, Mama bisa pastiin itu benar anak Mama atau bukan." usul Sandy.
"Tapi, Mama takut nanti Frans nggak akan mau ketemu sama Mama." ucap Mona cemas.
"Mama nggak usah mikir yang macam-macam, karena Mama nggak salah. Sandy yakin Mama punya alasan tersendiri hingga Mama mengambil keputusan untuk meninggalkan Frans waktu itu." ucap Sandy.
"Tapi Mama belum siap sayang."
"Mama sudah menunggu selama 20 tahun untuk bisa bertemu dengan anak Mama, jadi Mama harus kuat, Sandy yakin Mama sanggup." ucap Sandy.
"Sayang, jika benar Frans adalah anak kandung Mama, itu berarti Frans adalah kakak kamu, dan kakak kamu itu akan menikah dengan wanita yang sangat kamu cintai, apa kamu sanggup untuk menerima kenyataan ini sayang?" tanya Mona sedih.
"Mama tenang aja, Sandy sudah ikhlas kok Ma, mungkin Dona memang bukan jodoh Sandy, jika Frans memang benar anak kandung Mama, Sandy akan menganggap Frans sebagai kakak kandung Sandy." sahut Sandy sambil memegang tangan Mama nya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, hati kamu memang baik, Mama sayang sama kamu." ucap Mona sambil memeluk Sandy.
"Sandy juga sayang banget sama Mama, Sandy bersyukur mempunyai Mama yang baik seperti Mama, yang mau menerima dan menganggap Sandy seperti anak kandung Mama sendiri." ucap Sandy sambil membalas pelukan Mona.
"Bagaimana Ma, Mama mau Sandy antar untuk ketemu sama Frans?" tanya Sandy sambil melepas pelukannya.
"Baik sayang, Mama mau, Mama akan siap-siap dulu." ucap Mona lalu turun dari ranjang.
Sandy berjalan keluar dari kamar Mama nya, dia menutup pintu kamar dan berjalan menuruni tangga. Dia berjalan keluar menuju mobil. Setelah setengah jam Mona selesai bersiap-siap dan turun menghampiri Sandy.
"Ayo sayang, Mama sudah siap." ucap Mona sambil berjalan menuju mobil.
Sandy dan Mona masuk kedalam mobil..
Sandy melajukan mobilnya menuju Jakarta.
"Sayang, kamu pernah bertemu dengan Frans?" tanya Mona penasaran.
"Sandy pernah bertemu dengannya sekali Ma, waktu Sandy menghadiri acara makan malam bersama Pak Hartono." sahut Sandy sambil masih fokus menyetir.
"Bagaimana wajah dan sifatnya? apa dia tampan dan baik hati?" tanya Mona penuh semangat.
"Frans tampan Ma, tapi yang jelas lebih tampan Sandy." sahut Sandy dengan nada bercanda.
"Kamu memang anak Mama yang paling tampan." ucap Mona sambil mengusap pipi Sandy.
"Terus sifatnya, bagaimana?" tanya Mona lagi.
"Sandy nggak tau Ma, saat pertama kali kita ketemu kita nggak ngobrol, bahkan sekedar kenalan pun tidak."
"Kenapa sayang, apa kamu ada masalah sama Frans?" tanya Mona sambil mengernyitkan dahi.
"Enggak Ma, waktu itu kayaknya ada kesalahpahaman antara Dona dan Frans, tapi Sandy nggak tau apa masalahnya, Mama tenang aja, Frans pasti sifatnya baik kayak Mama." sahut Sandy sambil memegang tangan Mama nya.
__ADS_1
¤¤¤¤